UNISMUH.AC.ID, MAROS — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-DIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar rangkaian edukasi bagi pelajar di Desa Sambueja, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros.
Kegiatan tersebut mencakup sosialisasi pencegahan pergaulan berisiko dan HIV/AIDS di SMP Negeri 15 Simbang pada Kamis, 10 September 2026, serta edukasi anti-bullying di SD Negeri 63 Sambueja pada Sabtu, 12 September 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa KKN-DIK Unismuh yang diarahkan pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran pelajar terhadap persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka.
Edukasi Pergaulan Sehat dan HIV/AIDS
Pada kegiatan di SMP Negeri 15 Simbang, mahasiswa KKN-DIK menggandeng Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Maros.
Materi disampaikan Drs H Muh Yanas A Pabokori, M.M., dari KPAD Kabupaten Maros.
Siswa mendapat pemahaman mengenai pentingnya menjaga diri, membangun pergaulan yang sehat, serta mengenali berbagai risiko yang dapat muncul dari perilaku yang tidak bertanggung jawab.
Materi juga mencakup pengenalan mengenai HIV/AIDS dan langkah-langkah pencegahannya.
Kehadiran KPAD menjadi bagian dari upaya memberikan informasi yang tepat kepada siswa sekaligus mencegah berkembangnya stigma dan pemahaman keliru mengenai HIV/AIDS.
Kepala SMP Negeri 15 Simbang, Maryam, S.Pd., Kons., turut mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari edukasi yang relevan bagi siswa dalam menghadapi berbagai tantangan pergaulan remaja.
Tanamkan Kesadaran Anti-Bullying
Pada Sabtu, 12 September 2026, mahasiswa KKN-DIK melanjutkan program melalui sosialisasi anti-bullying di SD Negeri 63 Sambueja.
Siswa diperkenalkan dengan berbagai bentuk perundungan, mulai dari mengejek, mempermalukan, mengucilkan, hingga menyakiti teman.
Mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai dampak bullying terhadap korban serta pentingnya membangun hubungan pertemanan yang saling menghargai.
Melalui kegiatan tersebut, siswa didorong untuk berani menolak perundungan dan ikut menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Pengabdian Harus Menyentuh Kebutuhan
Koordinator Desa KKN-DIK Unismuh di Sambueja, Andi Nur Fitri Dewi, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut tidak sekadar dirancang untuk memenuhi program kerja mahasiswa.
“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar menjalankan program kerja, tetapi bagaimana kehadiran mahasiswa dapat memberikan pengetahuan yang benar dan membangun kesadaran sejak dini,” ujarnya.
Menurutnya, siswa perlu dibekali pemahaman agar tidak hanya mengetahui persoalan yang dibahas, tetapi juga mampu mengenali dampaknya dan mengambil sikap yang tepat.
“Kami ingin siswa tidak hanya mengetahui persoalan yang dibahas, tetapi juga mampu memahami dampaknya serta berani mengambil sikap untuk menjaga diri dan lingkungan di sekitarnya,” tambahnya.
Andi Nur Fitri berharap pengetahuan yang diperoleh siswa dapat terus diterapkan setelah kegiatan berakhir.
“Harapan kami, apa yang disampaikan dalam kegiatan ini tidak berhenti ketika sosialisasi selesai. Pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan sekolah yang lebih aman, sehat, dan saling menghargai,” katanya.
Bangun Ruang Diskusi bagi Pelajar
Rangkaian kegiatan dikemas secara edukatif dan interaktif. Selain menerima materi, para siswa diberikan ruang untuk bertanya dan berdiskusi mengenai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Kolaborasi dengan KPAD Kabupaten Maros memperkuat materi pencegahan HIV/AIDS di tingkat SMP. Sementara edukasi anti-bullying di sekolah dasar diarahkan untuk menanamkan sikap saling menghargai sejak dini.
Melalui dua kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-DIK Unismuh berupaya menghadirkan pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada terlaksananya program, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran generasi muda.
Program tersebut sekaligus mendukung upaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan inklusif, sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

