UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — SD Unismuh Makassar menggelar outing class dengan membawa murid belajar langsung di Batalyon Kavaleri 10/Mendagiri dan Kodaeral VI, Kamis, 17 September 2026.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai pembelajaran di luar kelas untuk mengenalkan nilai disiplin, ketangguhan, kerja sama, tanggung jawab, kepemimpinan, serta cinta tanah air melalui pengalaman langsung di lingkungan pertahanan.
Kepala SD Unismuh Makassar, Dr Aliem Bahri, S.Pd., M.Pd., mengatakan outing class bukan sekadar kegiatan rekreasi. Lingkungan di luar sekolah, kata dia, dapat menjadi ruang belajar yang memperkaya pengalaman murid.
“Hari ini kalian keluar dari kelas, tetapi jangan keluar dari tujuan belajar. Justru hari ini kelas kita menjadi lebih luas. Apa yang kalian lihat, dengar, dan rasakan di tempat ini adalah bagian dari pembelajaran,” ujar Aliem saat melepas peserta.
Menurutnya, lingkungan militer memberikan banyak pelajaran karakter yang relevan bagi anak, terutama mengenai kedisiplinan dan tanggung jawab.
“Anak-anak harus belajar bahwa disiplin bukan karena takut kepada guru atau orang tua. Disiplin adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu yang benar meskipun tidak ada yang mengawasi,” katanya.
Belajar dari Kehidupan Prajurit
Selama kunjungan, murid mendapat kesempatan melihat lebih dekat kehidupan dan aktivitas prajurit.
Aliem meminta murid tidak hanya melihat seragam dan perlengkapan militer, tetapi juga memperhatikan nilai yang membentuk kehidupan para prajurit.
“Lihat bagaimana mereka bekerja sama, menaati aturan, bertanggung jawab, dan berlatih menjadi pribadi yang tangguh. Tidak harus menjadi tentara, tetapi jadilah anak yang memiliki mental tangguh seperti seorang prajurit,” ujarnya.
Kunjungan ke Batalyon Kavaleri 10/Mendagiri dan Kodaeral VI juga menjadi kesempatan bagi murid untuk mengenal lingkungan kerja yang sebelumnya lebih banyak mereka lihat melalui buku, televisi, atau media digital.
Pengalaman langsung tersebut diharapkan membuat nilai disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab lebih mudah dipahami karena tidak hanya disampaikan dalam bentuk teori.
Jaga Nama Baik Sekolah
Aliem juga mengingatkan murid untuk menjaga sikap selama mengikuti kegiatan.
Mereka diminta menjaga ketertiban, sopan santun, kebersihan, serta menghormati setiap orang yang ditemui selama kunjungan.
“Ingat, ketika kalian berada di luar sekolah, kalian membawa nama SD Unismuh Makassar. Tunjukkan bahwa anak-anak Unismuh adalah anak-anak yang beradab, sopan, disiplin, berani, tetapi tetap santun,” tegasnya.
Menurut Aliem, pembentukan karakter perlu dilakukan melalui pengalaman nyata agar nilai yang diajarkan di sekolah dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak tidak cukup hanya diberi tahu tentang disiplin. Mereka perlu melihat dan mengalami lingkungan yang menerapkan disiplin. Tidak cukup hanya berbicara tentang kerja sama. Mereka perlu melihat bagaimana sebuah tim bekerja bersama,” jelasnya.
Perluas Cita-cita Murid
Selain pembentukan karakter, outing class juga menjadi ruang untuk mengenalkan berbagai profesi kepada murid.
Aliem mengatakan pengenalan terhadap lingkungan kerja sejak dini dapat membantu anak memiliki gambaran lebih luas mengenai masa depan.
“Hari ini mungkin kalian melihat seorang prajurit. Besok kalian bisa menjadi guru, dokter, ilmuwan, pengusaha, pemimpin, atau profesi apa pun yang kalian cita-citakan. Yang penting, mulai sekarang kalian harus belajar menjadi pribadi yang bertanggung jawab,” katanya.
Melalui outing class, SD Unismuh Makassar terus mendorong pembelajaran yang kontekstual, aktif, dan menyenangkan.
Sekolah berharap murid tidak hanya pulang membawa cerita dan pengalaman baru, tetapi juga membawa nilai yang dapat diterapkan dalam keseharian, terutama disiplin, ketangguhan, tanggung jawab, kerja sama, dan cinta tanah air.

