September 17, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama

Wamen Perlindungan Pekerja Migran Indonesia ke Maba: Unismuh Menempa Saya hingga Dipercaya Masuk Kabinet Merah Putih

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla membagikan pengalaman personalnya sebagai alumnus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar di hadapan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027.

Melalui video testimoni yang ditayangkan dalam rangkaian pengukuhan mahasiswa baru Unismuh Makassar, Kamis (17/9/2026), Dzulfikar menyebut Unismuh sebagai kampus yang ikut membentuk perjalanan hidup dan kariernya hingga mendapat kepercayaan menjalankan tugas di pemerintahan.

“Selamat datang di kampus yang menempa saya hingga pada akhirnya saya, Dzulfikar Ahmad Tawalla, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dipercaya dan diberi amanah oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk bergabung dalam Kabinet Merah Putih yang beliau pimpin,” kata Dzulfikar.

Dzulfikar saat ini tercatat sebagai Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Wakil Kepala BP2MI. Penunjukannya sebagai wakil menteri dalam Kabinet Merah Putih diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2024.

Energi Kekeluargaan Unismuh

Dalam testimoninya, Dzulfikar tidak banyak berbicara mengenai jabatan yang kini diembannya. Ia justru mengajak mahasiswa baru melihat pengalaman kuliah sebagai proses panjang yang tidak berhenti setelah memperoleh ijazah.

Menurut dia, ada karakter yang membuat Unismuh berbeda dari kampus lain yang pernah dikenalnya di Sulawesi Selatan.

“Universitas Muhammadiyah Makassar punya energi yang jauh berbeda daripada kampus-kampus lainnya yang ada di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Energi yang dimaksud, kata Dzulfikar, terutama adalah kekeluargaan. “Dan salah satu energi yang saya rasakan hingga hari ini adalah adanya energi kekeluargaan,” katanya.

Ia mengingat bagaimana mahasiswa diterima dan didampingi selama berada di kampus. Menurut Dzulfikar, suasana tersebut dibangun bukan hanya oleh pimpinan universitas, tetapi juga dosen, senior, serta lingkungan akademik.

“Kita disambut dengan tangan terbuka dan hati yang penuh dengan kehangatan dari Bapak Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Bapak Doktor Rahim Nanda, beserta seluruh sivitas akademika,” tuturnya.

Bimbingan Tak Berhenti Setelah Lulus

Bagi Dzulfikar, hubungan dengan Unismuh tidak selesai ketika mahasiswa meninggalkan bangku perkuliahan.

Ia mengaku tetap merasakan pendampingan dari orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan akademiknya. Dosen, mentor, dan senior tetap memberi dorongan serta nasihat setelah dirinya menjadi alumni.

“Tidak hanya sampai di bangku-bangku perkuliahan, tapi kita selesai pun kita dituntun dengan luar biasa dengan mentor-mentor, dosen-dosen, senior-senior yang sangat luar biasa,” katanya.

Menurut dia, hubungan semacam itu menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang alumni membangun masa depan.

Dzulfikar mengatakan, meski telah lama meninggalkan Unismuh, hubungan dengan lingkungan kampus tetap terjaga.

“Alhamdulillah, hingga hari ini, setelah puluhan tahun saya meninggalkan Universitas Muhammadiyah Makassar, masih tetap mendapat pembimbingan, dorongan, nasihat agar masa depan yang kita cita-citakan kita pastikan ada dalam genggaman kita,” ujarnya.

Pesan itu sekaligus menjadi gambaran kepada mahasiswa baru bahwa perguruan tinggi bukan sekadar ruang memperoleh pengetahuan akademik. Kampus juga menjadi tempat membangun jejaring, menemukan mentor, belajar berorganisasi, dan membentuk karakter yang dapat menyertai perjalanan setelah lulus.

Dzulfikar sendiri beberapa kali kembali beraktivitas di Unismuh. Pada Agustus 2026, misalnya, ia menghadiri kegiatan di kampus tersebut dan menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi untuk menghadapi persaingan di pasar kerja global.

Gaspul untuk Indonesia Raya

Menutup testimoninya, Dzulfikar memberikan semangat kepada mahasiswa baru yang mulai menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Unismuh.

“Sukses terus untuk mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Makassar. Gaspul untuk Indonesia Raya,” kata Dzulfikar.

Pesan alumnus yang kini mengemban tugas sebagai Wakil Menteri P2MI itu melengkapi rangkaian pengukuhan mahasiswa baru Unismuh Tahun Akademik 2026/2027.

Pada tahun akademik ini, Unismuh mengukuhkan 5.031 mahasiswa baru dari berbagai fakultas dan program. Bagi mereka, pesan Dzulfikar membawa satu gambaran: perjalanan di kampus tidak berhenti pada ruang kuliah dan kelulusan, tetapi dapat menjadi titik awal perjalanan yang jauh lebih panjang.