August 6, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama

Unismuh dan UTHM Malaysia Latih 55 Guru SD Pangkep melalui International Community Service

UNISMUH.AC.ID, PANGKEP — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar bersama Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) menggelar International Community Service bertajuk English Teaching Can Be Fun: Empowering Primary School Teachers through Technology-Enhanced Traditional Games in Support of SDGs 4 and 11 di SDN 25 Taraweang Kabba, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini diikuti 55 guru sekolah dasar dari berbagai wilayah di Kabupaten Pangkep, mulai dari kawasan kepulauan, pegunungan, hingga pusat kota.

Program pengabdian kepada masyarakat tersebut merupakan hasil kolaborasi Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional (LKUI), Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (LP2B) Unismuh Makassar, Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI) Program Pascasarjana Unismuh Makassar, TEFLIN Wilayah Sulawesi dan Maluku Selatan, serta Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Ketua LP2B Unismuh Makassar yang juga Koordinator TEFLIN Wilayah Sulawesi dan Maluku Selatan, Prof. Sulfasyah, M.A., Ph.D., mengatakan bahwa peningkatan kompetensi guru perlu dilakukan melalui pendekatan pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.

“Guru perlu terus didorong untuk menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris yang kreatif sehingga siswa lebih aktif dan termotivasi belajar. Permainan tradisional yang dipadukan dengan teknologi menjadi salah satu pendekatan yang efektif diterapkan di sekolah dasar,” ujar Sulfasyah.

Ia menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antara akademisi Indonesia dan Malaysia dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Menurutnya, kolaborasi internasional semacam ini diharapkan dapat memperluas wawasan guru sekaligus memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi.

Dosen Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Sarala Thulasi Palpanadan, menilai guru memiliki peran strategis dalam membangun kemampuan berbahasa Inggris peserta didik sejak usia dini. Karena itu, penguatan kapasitas guru menjadi investasi penting bagi peningkatan kualitas pendidikan.

“Pembelajaran akan lebih bermakna ketika guru mampu mengintegrasikan aktivitas yang menyenangkan dengan penggunaan teknologi sederhana yang mudah diterapkan di kelas,” katanya.

Senada dengan itu, Assoc. Prof. Dr. Zulida Binti Abdul Kadir menyampaikan bahwa permainan tradisional dapat menjadi media pembelajaran yang efektif apabila dikemas secara kreatif. Pendekatan tersebut, menurut dia, tidak hanya meningkatkan keterampilan bahasa siswa, tetapi juga membantu melestarikan nilai-nilai budaya lokal.

“Teknologi tidak harus menggantikan permainan tradisional. Keduanya dapat dipadukan untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan kontekstual,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Radiah Hamid, M.Pd., dosen MPBI Program Pascasarjana Unismuh Makassar, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan guru terhadap pelatihan yang bersifat praktis dan aplikatif.

Ia menambahkan, kehadiran peserta dari wilayah kepulauan, pegunungan, hingga perkotaan menjadi gambaran komitmen para guru untuk terus meningkatkan kompetensi profesional mereka meskipun menghadapi tantangan geografis yang berbeda.

Tim International Community Service juga melibatkan Assoc. Prof. Fadillah Binti Ismail, Dr. Syamsiarna Nappu, M.Pd., Dr. Maharidha Manindar, M.Pd., alumni MPBI Silva Liani, S.Pd., M.Pd., serta mahasiswa MPBI Pascasarjana Unismuh Makassar, yakni Nurul Azizah, S.Pd., Sri Hardiyanti Dirah, S.Pd., dan Siti Nun Ainun, S.Pd. Kehadiran tim lintas institusi tersebut memperkuat pelaksanaan kegiatan melalui kolaborasi dosen, alumni, dan mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, Unismuh Makassar bersama UTHM menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kerja sama internasional dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar sekaligus memperkuat kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pendidikan Abad ke-21.