UNISMUH.AC.ID, THAILAND — Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar Pelatihan Kreativitas Membuat Bunga dari Pita di Madrasah Al-Khulafa Al-Rashidin Mangoh, Thailand, Sabtu, 19 September 2026.
Kegiatan bertajuk “Merajut Pita, Merajut Asa” tersebut menjadi bagian dari rangkaian program pengabdian masyarakat dalam Kuliah Kerja Nyata dan Praktik Pengalaman Lapangan (KKN-PPL) Internasional mahasiswa BKPI Unismuh di Thailand.
Dalam pelatihan tersebut, siswa dibimbing membuat bunga hias dari pita yang dililitkan pada tusuk sate. Teknik yang digunakan relatif sederhana, tetapi membutuhkan ketelitian, kesabaran, serta koordinasi tangan dan mata.
Setiap peserta diberi kesempatan menghasilkan satu karya bunga sesuai kreativitas masing-masing. Hasil karya tersebut kemudian dipamerkan pada akhir kegiatan.
Koordinator tim, Tri Sulistiawati, mengatakan kegiatan itu dirancang bukan sekadar sebagai aktivitas kerajinan, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi perkembangan siswa.
“Kami memilih pita dan tusuk sate karena bahannya sederhana dan aman, tetapi prosesnya melatih banyak hal sekaligus, mulai dari kesabaran, ketelitian, hingga kepercayaan diri saat siswa melihat hasil karyanya sendiri,” ujar Tri.
Ruang Ekspresi dan Pengembangan Diri
Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan motorik halus, serta kemampuan siswa membuat kerajinan sederhana.
Melalui aktivitas melipat, melilit, dan menyusun pita, siswa juga dilatih untuk berkonsentrasi, bekerja teliti, serta mengoordinasikan gerakan tangan dan mata.
Kegiatan tersebut sekaligus memberikan ruang kepada siswa untuk mengekspresikan ide dan perasaan melalui karya yang mereka buat.
Mahasiswa tidak menentukan satu bentuk yang harus diikuti seluruh peserta. Siswa tetap diberi ruang untuk memilih, mencoba, dan menentukan detail karya sesuai kreativitas masing-masing.
Pendekatan itu diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, dan keberanian mengambil keputusan selama proses berkarya.
“Dari sisi BKPI, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi kami untuk mengenal karakter, minat, dan cara siswa mengekspresikan diri,” kata Tri.
Belajar Mengenali Karakter Siswa
Bagi mahasiswa BKPI, kegiatan kreatif tersebut juga menjadi media sederhana untuk mengenali minat, karakter, serta kebutuhan siswa melalui interaksi yang berlangsung secara alami.
Suasana kegiatan yang santai membuat siswa lebih leluasa menunjukkan cara mereka bekerja, berinteraksi, menyelesaikan kesulitan, serta mengekspresikan gagasan.
Hal tersebut sejalan dengan kompetensi mahasiswa BKPI sebagai calon konselor pendidikan yang dituntut mampu memahami karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
Melalui aktivitas seni, mahasiswa juga menanamkan nilai kesabaran, ketekunan, kerja sama, serta penghargaan terhadap proses.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pendekatan bimbingan dan konseling Islami yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik.
Bagian dari KKN-PPL Internasional
Pelatihan membuat bunga dari pita menjadi salah satu program pengabdian masyarakat dalam rangkaian KKN-PPL Internasional mahasiswa BKPI Unismuh di Thailand.
Program internasional tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pengalaman lintas budaya sekaligus menerapkan pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan.
Kehadiran mahasiswa BKPI di Madrasah Al-Khulafa Al-Rashidin Mangoh juga menjadi ruang untuk membangun interaksi dengan komunitas pendidikan Muslim di Thailand.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama lebih lanjut dalam bidang pendidikan, bimbingan, serta pengembangan potensi siswa.
Kegiatan ditutup dengan sesi pemajangan karya. Setiap siswa memperlihatkan bunga pita hasil kreasi masing-masing sekaligus berbagi cerita mengenai proses pembuatannya.
Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa BKPI Unismuh berharap aktivitas sederhana menggunakan pita dapat menjadi pengalaman belajar yang menumbuhkan kreativitas, ketekunan, kemandirian, keberanian berekspresi, dan kepercayaan diri siswa.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengalaman belajar kreatif dan pengembangan potensi siswa, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses kegiatan pengembangan diri bagi siswa di komunitas Muslim Thailand, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi pendidikan lintas negara antara mahasiswa Unismuh dan Madrasah Al-Khulafa Al-Rashidin Mangoh.

