September 18, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama

Unismuh Makassar Perkuat Kapasitas Pendidik Wujudkan Pembelajaran Inklusif

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memperkuat kapasitas dosen dan guru dalam memberikan layanan pembelajaran bagi peserta didik disabilitas melalui workshop “Penguatan Kapasitas Pengajar dalam Penyelenggaraan Pembelajaran Inklusi”, Jumat, 18 September 2026.

Kegiatan yang digelar Unit Layanan Inklusi di bawah Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran Digital Futuristik (P4-DF) itu berlangsung di Ruang Teater I-GIFT Lantai 2 Menara Iqra Unismuh Makassar.

Workshop diikuti pimpinan program studi, dosen homebase, serta puluhan guru SD dan SMP di lingkungan Unismuh. Peserta mendapat pembekalan mengenai manajemen kelas adaptif, diferensiasi pengajaran, hingga praktik pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik disabilitas.

Sekretaris P4-DF Unismuh, Dr Ishaq Madeamin, mengatakan penguatan kapasitas pendidik menjadi bagian dari upaya membangun layanan pendidikan yang semakin ramah terhadap mahasiswa berkebutuhan khusus.

“Kita melakukan pendataan untuk melakukan pemetaan terkait bentuk layanan disabilitas seperti apa yang harus diberikan kepada mahasiswa,” ujar Ishaq.

Petakan Kebutuhan Mahasiswa Disabilitas

Ishaq mengatakan Unit Layanan Disabilitas telah memulai proses pendataan dan pemetaan kebutuhan mahasiswa berkebutuhan khusus.

Pemetaan tersebut penting karena kebutuhan layanan setiap mahasiswa dapat berbeda. Hasilnya akan menjadi dasar bagi universitas untuk menentukan bentuk pendampingan, pelayanan akademik, hingga media pembelajaran yang diperlukan.

“Setelah pelatihan bagi tenaga kependidikan, P4-DF juga merencanakan pelatihan khusus bagi dosen, termasuk berkaitan dengan pelayanan pembelajaran dan pengembangan media yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa,” tuturnya.

Menurut Ishaq, pengembangan kampus inklusif tidak cukup hanya menyediakan fasilitas fisik. Kesiapan dosen dan tenaga kependidikan dalam memahami kebutuhan mahasiswa juga menjadi bagian penting dari layanan.

WR IV: Peserta Didik Membutuhkan Pendekatan Berbeda

Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr Burhanuddin, saat membuka kegiatan mengingatkan bahwa setiap peserta didik memiliki kondisi dan kebutuhan belajar yang tidak selalu sama.

Ia membagikan pengalaman masa kecilnya ketika mengalami kesulitan belajar yang membutuhkan perhatian dan perlakuan khusus dari pendidik serta orang tua.

“Perlu perlakuan khusus. Saya termasuk barangkali di antaranya. Alhamdulillah, dengan kesadaran belajar dan doa orang tua yang sangat luar biasa, saya bisa sekolah sampai di perguruan tinggi,” ujar Burhanuddin.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bagi pendidik agar tidak terburu-buru menilai kemampuan peserta didik hanya berdasarkan satu pendekatan pembelajaran.

Empati, kesabaran, dan kemampuan membaca kebutuhan individu menjadi bagian penting dalam menciptakan proses pendidikan yang memberi ruang bagi setiap peserta didik untuk berkembang.

Ubah Cara Pandang terhadap Disabilitas

Pakar Pendidikan Khusus Universitas Negeri Makassar (UNM), Nurul Mutaharah B., S.Pd., M.Pd., yang menjadi narasumber utama, menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam memandang disabilitas.

“Perubahan paradigma ini memberikan perubahan cara kita mendampingi, perubahan cara kita mengenali, dan perubahan cara kita menerima disabilitas,” jelas Nurul.

Menurutnya, perubahan cara pandang harus diikuti perubahan dalam praktik pembelajaran.

Ia menjelaskan tiga aspek penting dalam membangun pembelajaran inklusif, yakni manajemen kelas atau perkuliahan adaptif, diferensiasi pengajaran, serta penerapan praktik-praktik baik (best practices).

Pendekatan terhadap mahasiswa di perguruan tinggi juga tidak sepenuhnya sama dengan siswa pada jenjang sekolah.

Mahasiswa disabilitas umumnya telah memiliki tingkat kemandirian tertentu. Sementara siswa sekolah dasar dan menengah masih membutuhkan pendampingan yang lebih intensif sesuai perkembangan dan kebutuhannya.

Menuju Ekosistem Pendidikan Inklusif

Melalui workshop tersebut, Unismuh berupaya membangun pemahaman bersama bahwa layanan inklusif bukan hanya tugas Unit Layanan Disabilitas.

Dosen, guru, tenaga kependidikan, pimpinan program studi, hingga pengelola layanan akademik memiliki peran dalam memastikan setiap peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang setara sesuai kebutuhannya.

Penguatan kapasitas pendidik tersebut juga sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, terutama dalam memperluas akses terhadap pendidikan yang inklusif dan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi penyandang disabilitas.

Melalui pendataan kebutuhan, peningkatan kompetensi pengajar, serta pengembangan pembelajaran adaptif, Unismuh Makassar terus memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif, ramah disabilitas, dan berorientasi pada kebutuhan setiap peserta didik.