August 6, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Kegiatan Nasional

Wamen P2MI Dijadwalkan Hadiri Rakernas X Ikaprobsi di Makassar

NEWS.UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla M.I.Kom, dijadwalkan menghadiri Rapat Kerja Nasional X dan Seminar Internasional Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Ikaprobsi) di Makassar, 7–9 Agustus 2026.

Kehadiran Dzulfikar dalam forum yang diselenggarakan dengan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar sebagai tuan rumah itu membuka ruang pembicaraan mengenai posisi bahasa Indonesia dalam mobilitas tenaga kerja lintas negara.

Dzulfikar dijadwalkan menyampaikan sambutan pada pembukaan Rakernas X Ikaprobsi di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Jumat, 7 Agustus 2026. Ia juga akan menabuh gendang bersama sejumlah tokoh sebagai penanda dimulainya Rakernas dan Seminar Internasional Ikaprobsi.

Ketua Ikaprobsi Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, Prof Dr Andi Sukri Syamsuri, mengatakan, kehadiran Wamen P2MI memiliki relevansi dengan tema kegiatan, yakni “Penguatan Peran Bahasa Indonesia di Era Kompetisi Global”.

Menurut Prof Andis, sapaan akrab Wakil Rektor I Unismuh Makassar itu, jutaan warga Indonesia yang bekerja atau sedang dipersiapkan untuk bekerja di luar negeri dapat menjadi bagian penting dari upaya memperkenalkan bahasa Indonesia kepada masyarakat internasional.

Pekerja migran tidak hanya menjalankan aktivitas profesional. Dalam keseharian, mereka juga membawa bahasa, kebudayaan, nilai, serta identitas Indonesia ke lingkungan kerja dan masyarakat di negara penempatan.

“Pekerja migran Indonesia memiliki interaksi langsung dengan masyarakat di berbagai negara. Jalur ini penting untuk memperluas pengenalan bahasa Indonesia sekaligus memperkuat diplomasi kebudayaan kita,” kata Prof Andis, saat memimpin rapat persiapan, pada Kamis 6 Agustus 2026 di Kampus Unismuh Makassar.

Bahasa dan kompetensi global

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia tengah mendorong peningkatan kompetensi pekerja migran agar dapat mengisi pasar kerja internasional secara legal, aman, dan profesional. Dzulfikar sebelumnya menekankan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing serta mampu menjawab kebutuhan pasar kerja global.

Penguasaan bahasa negara tujuan tetap menjadi salah satu bekal penting bagi pekerja migran. Namun, menurut Prof Andis, kemampuan tersebut dapat berjalan beriringan dengan penguatan kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia.

Dengan demikian, pekerja migran dapat menjalankan peran ganda. Mereka mampu berkomunikasi secara efektif dalam bahasa negara penempatan, tetapi tetap menjadi penutur dan pengenal bahasa Indonesia di ruang-ruang sosial internasional.

“Internasionalisasi bahasa Indonesia tidak hanya berlangsung melalui ruang kuliah atau program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing. Ia juga dapat berkembang melalui perjumpaan sehari-hari antara pekerja migran dan masyarakat negara tujuan,” ujarnya.

Dzulfikar dalam sejumlah kesempatan juga mengingatkan bahwa kesiapan memasuki dunia kerja global membutuhkan penguasaan bahasa, teknologi, kompetensi profesional, dan kemampuan beradaptasi. Keterampilan tersebut dipandang penting agar pekerja Indonesia tidak sekadar mengisi kesempatan kerja, tetapi juga memiliki posisi tawar yang kuat.

Prof Andis menilai pandangan itu dapat dipertemukan dengan agenda Ikaprobsi. Perguruan tinggi, terutama program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, dapat mengembangkan bahan ajar dan model pelatihan komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan calon pekerja migran.

Kolaborasi dapat dilakukan melalui pelatihan komunikasi, penguatan literasi, penyusunan modul bahasa berbasis profesi, hingga pembekalan pemahaman lintas budaya. Perguruan tinggi juga dapat mendampingi pekerja migran agar mampu memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia secara tepat di negara penempatan.

Perluas peran perguruan tinggi

Prof Andis mengatakan, Rakernas X Ikaprobsi tidak boleh berhenti sebagai agenda konsolidasi organisasi. Forum itu perlu menghasilkan program yang menjawab persoalan nyata, termasuk kebutuhan menyiapkan sumber daya manusia Indonesia menghadapi mobilitas global.

“Pertemuan ini harus menghasilkan kerja sama konkret. Program studi bahasa Indonesia dapat mengambil bagian dalam menyiapkan pekerja migran yang komunikatif, literat, percaya diri, dan memiliki kesadaran sebagai pembawa identitas Indonesia,” katanya.

Keterlibatan perguruan tinggi juga sejalan dengan dorongan Kementerian P2MI untuk memperluas kolaborasi dalam peningkatan kompetensi dan pelindungan pekerja migran. Dzulfikar sebelumnya menyebut sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dan jejaring alumni sebagai bagian penting dalam menyiapkan pekerja Indonesia menghadapi dunia kerja internasional.

Selain Wamen P2MI, pembukaan Rakernas X Ikaprobsi dijadwalkan dihadiri Ketua Umum Ikaprobsi Prof Dr Sarwiji Suwandi, MPd, dan Kepala Badan Bahasa Dr Hafidz Muksin, SSos, MSi. Agenda pembukaan juga dirangkai dengan penandatanganan kerja sama antara Unismuh dan sejumlah perguruan tinggi.

Unismuh Makassar berharap forum tersebut dapat memperkuat jejaring pendidikan bahasa Indonesia sekaligus memperluas pembicaraan mengenai diplomasi bahasa melalui berbagai jalur, termasuk pendidikan, kebudayaan, teknologi, dan mobilitas pekerja migran.

“Bahasa Indonesia harus hadir di tengah pergaulan dunia. Para pekerja migran dapat menjadi salah satu jembatan yang mempertemukan bahasa Indonesia dengan masyarakat global,” kata Prof Andis.