UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memperluas kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Selatan. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari rangkaian Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar, Selasa, 20 Oktober 2026.
Penandatanganan berlangsung di Balai Sidang Muktamar Ke-47 Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin. Nota kesepahaman ditandatangani Rektor Unismuh Makassar, Dr Ir Abd Rakhim Nanda, MT, IPU, bersama Kepala Kanwil Ditjenpas Sulsel, Hernowo Sugiastanto, Bc.IP., S.Sos., M.Si.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Melalui kesepakatan itu, kedua lembaga membuka peluang penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, lokakarya, dan bimbingan teknis. Kemitraan juga mencakup pengembangan kompetensi sumber daya manusia, kegiatan penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat di lingkungan pemasyarakatan.
Buka Peluang Magang dan KKN
Salah satu ruang lingkup penting kerja sama tersebut ialah penyelenggaraan program magang dan kuliah kerja nyata (KKN). Program ini membuka kesempatan bagi mahasiswa Unismuh untuk memperoleh pengalaman lapangan sekaligus menerapkan pengetahuan yang dipelajari selama perkuliahan.
Selain kegiatan akademik, nota kesepahaman mencakup pengembangan sumber daya daerah, peluang pemberian beasiswa atau bantuan biaya pendidikan, serta pelaksanaan program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Kedua lembaga menyepakati bahwa pelaksanaan program akan ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama yang lebih teknis. Perjanjian tersebut dapat melibatkan unit pelaksana teknis pemasyarakatan di lingkungan Kanwil Ditjenpas Sulsel bersama fakultas-fakultas di Unismuh Makassar.
Nota kesepahaman berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani. Pelaksanaannya akan dipantau melalui monitoring dan evaluasi paling sedikit sekali dalam enam bulan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulsel, Hernowo Sugiastanto, menjadi pihak yang menandatangani kesepakatan mewakili instansi pemasyarakatan. Melalui kemitraan tersebut, perguruan tinggi dan unit-unit pemasyarakatan memiliki kerangka kerja untuk mengembangkan kegiatan sesuai kebutuhan serta kewenangan masing-masing.
[Draf kutipan Hernowo — perlu konfirmasi sebelum publikasi]
“Kerja sama ini kami harapkan dapat memperkuat pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan. Kehadiran perguruan tinggi membuka peluang bagi kami untuk mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian melalui program yang nyata dan berkelanjutan.”
Perkuat Peran Perguruan Tinggi
Dalam pidato Wisuda Ke-89, Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, menegaskan pentingnya penguatan mutu akademik sekaligus pengembangan kerja sama dengan berbagai pihak.
Menurut Rakhim, pengembangan universitas harus mengintegrasikan pendidikan, penelitian, pelayanan, dan pembinaan keislaman agar memberikan manfaat yang lebih luas.
“Integrated mengajak seluruh kekuatan akademik, riset, layanan, dan pembinaan keislaman berjalan seiring, tidak sendiri-sendiri,” ujar Rakhim ketika menjelaskan arah transformasi Unismuh Makassar.
Prinsip tersebut menjadi landasan pengembangan Unismuh melalui konsep I-GIFt, yakni Integrated, Green, Islamic, and Futuristic. Universitas berupaya memperkuat hubungan antara kegiatan akademik dan kebutuhan lembaga maupun masyarakat.
Kemitraan dengan Kanwil Ditjenpas Sulsel membuka ruang bagi pengembangan penelitian terapan serta kegiatan pengabdian sesuai kebutuhan institusi pemasyarakatan. Peluang tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut melalui program bersama antara fakultas dan unit pelaksana teknis.
Rakhim juga menekankan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup diukur melalui pemeringkatan dan pengakuan kelembagaan. Karya akademik harus mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
“Kita percaya reputasi internasional yang sedang diperjuangkan Unismu akan memperoleh maknanya yang terdalam,” ujarnya.
Ia menjelaskan, makna tersebut tidak hanya terletak pada keberhasilan universitas masuk dalam daftar pemeringkatan, tetapi juga pada kemampuan karya dosen dan alumni membantu kehidupan manusia.
Dirangkaikan dengan Wisuda 1.598 Lulusan
Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung pada hari pertama Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar. Sebanyak 1.598 lulusan mengikuti rangkaian wisuda yang diselenggarakan selama dua hari, 20–21 Oktober 2026.
Selain bekerja sama dengan Kanwil Ditjenpas Sulsel, Unismuh pada kesempatan yang sama menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Sinjai dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman Raya.
Melalui rangkaian kemitraan tersebut, Unismuh Makassar memperluas keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia, penelitian, dan pelayanan masyarakat.
Kerja sama dengan Kanwil Ditjenpas Sulsel diharapkan dapat diterjemahkan menjadi program pendidikan, magang, penelitian, serta pengabdian yang bermanfaat bagi kedua lembaga.

