October 20, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Kampus

Kebanggaan Keluarga Mengiringi Wisuda Sarjana Pendidikan Sosiologi Unismuh

Wawancara dengan Nara Sumber di Unismuh Makassar.

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Kebahagiaan menyertai Hasriani (32) ketika menyaksikan sepupunya, Hairunnisa, menyelesaikan pendidikan di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Bagi keluarga, kelulusan Hairunnisa dari Program Studi Pendidikan Sosiologi bukan hanya pencapaian akademik, melainkan juga buah dari proses pendidikan yang turut membentuk karakter dan pemahaman keagamaan.

Hasriani hadir mendampingi Hairunnisa dalam Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar di Balai Sidang Muktamar Ke-47, Selasa, 20 Oktober 2026. Prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian wisuda yang diikuti 1.598 lulusan selama dua hari, 20–21 Oktober 2026.

“Tentunya senang, bahagia,” kata Hasriani seusai mengikuti prosesi wisuda.

Menurut dia, kebahagiaan keluarga tidak hanya muncul karena Hairunnisa berhasil meraih gelar sarjana pendidikan. Keluarga juga mengapresiasi perkembangan yang terlihat selama Hairunnisa menjalani perkuliahan di Unismuh.

Salah satu perubahan yang mendapat perhatian ialah meningkatnya pemahaman keagamaan Hairunnisa. Hasriani menilai lingkungan pendidikan Unismuh memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan akademik sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman.

“Ya, lebih ke, terutama ke ilmu agamanya. Ilmu agamanya, semakin paham,” ujar Hasriani.

Bagi Hasriani, penguatan pemahaman agama menjadi salah satu pertimbangan keluarga dalam menilai pengalaman pendidikan Hairunnisa. Ia berharap bekal tersebut dapat mendampingi sepupunya ketika memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Pendidikan Sosiologi Terakreditasi Unggul

Hairunnisa merupakan lulusan Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unismuh Makassar. Program studi jenjang sarjana tersebut telah memperoleh akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).

Status akreditasi itu ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor 864/SK/LAMDIK/Ak/S/VIII/2024, yang berlaku sejak 28 Agustus 2024 hingga 27 Agustus 2029.

Pendidikan Sosiologi Unismuh mengembangkan pembelajaran yang memadukan kompetensi pedagogis, kajian sosial, penelitian, dan penguatan karakter Islami. Pengembangan kurikulumnya juga diarahkan pada pembelajaran berbasis kearifan lokal serta kemampuan lulusan menghadapi perubahan sosial.

Program studi ini menyiapkan calon pendidik sosiologi yang memiliki kompetensi profesional, sekaligus membuka ruang pengembangan kemampuan penelitian sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

Berharap Berkontribusi bagi Pendidikan

Setelah Hairunnisa menyelesaikan pendidikan, Hasriani berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat digunakan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama melalui bidang pendidikan.

“Ya, semoga ke depannya bisa mencerdaskan anak bangsa, terutama dari segi agama, dari Universitas Muhammadiyah,” tuturnya.

Harapan tersebut tidak terlepas dari latar pendidikan Hairunnisa sebagai sarjana Pendidikan Sosiologi. Keluarga menginginkan pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya selama kuliah menjadi bekal untuk menjalankan peran di tengah masyarakat.

Hasriani juga menyampaikan apresiasi terhadap pembelajaran dan mata kuliah yang diberikan selama masa studi. Ia berharap Unismuh terus meningkatkan mutu pendidikan sehingga dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik dan karakter yang baik.

Pengalaman mendampingi Hairunnisa turut memengaruhi pandangan Hasriani mengenai pilihan pendidikan tinggi bagi anggota keluarga lainnya.

Ia mengaku terbuka untuk merekomendasikan Unismuh kepada kerabat atau adiknya yang kelak hendak melanjutkan pendidikan. Namun, keputusan tersebut tetap harus mempertimbangkan minat dan pilihan calon mahasiswa.

Menurut Hasriani, dukungan keluarga penting dalam perjalanan pendidikan seseorang. Karena itu, keluarga dapat memberikan pertimbangan dan dorongan tanpa harus memaksakan pilihan perguruan tinggi.

Bagi Hasriani, kelulusan Hairunnisa menjadi awal perjalanan baru. Setelah memperoleh gelar sarjana, sepupunya diharapkan mampu mengembangkan kemampuan, menjaga nilai-nilai yang telah dipelajari, dan memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan serta masyarakat.