October 20, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Kampus

Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar Buka Peluang Rezeki bagi Pelaku UMKM

Di tengah perayaan kelulusan mahasiswa, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut mencari penghasilan dari keramaian Wisuda Ke-89.

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Buket bunga, papan ucapan, dan beragam cendera mata memenuhi lapak-lapak pedagang di sekitar Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Selasa, 20 Oktober 2026. Di tengah perayaan kelulusan mahasiswa, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut mencari penghasilan dari keramaian Wisuda Ke-89.

Sejak pagi, puluhan lapak menawarkan aneka perlengkapan wisuda, mulai dari bunga segar, buket buatan, hingga hadiah untuk para lulusan. Kehadiran keluarga dan kerabat wisudawan membuka peluang usaha bagi pedagang yang menggantungkan pendapatan pada kegiatan kampus.

Salah seorang di antaranya ialah Amel (32), pemilik usaha buket dan pernak-pernik Kamilian Florin. Sejak 2018, ia rutin mengikuti kegiatan wisuda di berbagai perguruan tinggi untuk memasarkan dagangannya.

“Saya jualannya dari 2018, jadi setiap ada wisuda saya pasti ada di event itu,” kata Amel ketika ditemui di sekitar Kampus Unismuh Makassar.

Bagi Amel, wisuda merupakan kesempatan penting untuk meningkatkan penjualan. Pada saat ribuan mahasiswa menyelesaikan pendidikan, kebutuhan akan bunga dan hadiah kelulusan turut meningkat.

Ia mengaku hasil yang diperoleh dalam satu penyelenggaraan wisuda dapat mencapai jutaan rupiah. Besarnya pendapatan bergantung pada jumlah pembeli dan kondisi penjualan.

“Paling rendah kita dapatnya 5 juta,” ujarnya.

Amel tidak merinci apakah angka Rp5 juta tersebut merupakan omzet penjualan atau keuntungan bersih. Namun, ia menyebut kegiatan wisuda sebagai salah satu kesempatan usaha yang terus dinantikannya.

Berpindah Mengikuti Wisuda

Untuk menjangkau pembeli, Amel tidak hanya berjualan di Makassar. Ia juga mengikuti kegiatan kelulusan di berbagai daerah, bahkan hingga Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Mobilitas tersebut menjadi bagian dari strategi usahanya. Dengan mendatangi lokasi wisuda, ia dapat menawarkan langsung produk kepada mahasiswa dan keluarga yang sedang merayakan kelulusan.

Amel mengaku lebih menyukai penjualan tatap muka dibandingkan pemasaran secara daring. Selain memungkinkan pembeli melihat langsung barang yang ditawarkan, transaksi di lapangan memberikan ruang untuk berinteraksi dan melakukan tawar-menawar.

“Kita lebih senang secara jualan di lapangan karena kita sama pembeli bisa tawar-menawar,” katanya.

Menurut Amel, pembeli biasanya ingin melihat bentuk, ukuran, dan tampilan buket sebelum menentukan pilihan. Interaksi langsung juga membantunya menjelaskan produk yang dijual.

Namun, kesempatan berjualan di sekitar kampus tidak selalu berlangsung tanpa hambatan.

Amel menuturkan, pedagang terkadang menghadapi keterbatasan tempat berjualan. Kuota pendaftaran stan resmi di dalam kawasan kegiatan dapat habis sehingga sebagian pedagang memilih membuka lapak di area luar kampus.

Ia juga mengaku pernah menghadapi penertiban oleh petugas keamanan ketika berjualan di sekitar lokasi kegiatan. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi pedagang yang mengikuti keramaian wisuda.

Meski demikian, Amel tetap berusaha menyesuaikan diri dengan pengaturan lokasi dan ketentuan yang berlaku. Baginya, kesempatan memperoleh penghasilan perlu diimbangi dengan upaya menjaga ketertiban.

Menopang Pendidikan Anak

Penghasilan dari usaha buket memiliki arti penting bagi kehidupan keluarga Amel. Ia mengatakan, kegiatan berdagang turut membantunya memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk biaya pendidikan anak-anaknya.

Karena itu, ia terus mencari kesempatan berjualan dalam berbagai kegiatan kelulusan. Pengalaman selama delapan tahun membuatnya terbiasa berpindah lokasi mengikuti jadwal wisuda perguruan tinggi.

Pada Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar, sebanyak 1.598 lulusan dijadwalkan mengikuti prosesi selama dua hari, 20–21 Oktober 2026. Kehadiran wisudawan bersama keluarga dan kerabat mereka turut menciptakan permintaan terhadap berbagai produk yang dijajakan pedagang.

Bagi pelaku usaha seperti Amel, kegiatan akademik berskala besar memberikan peluang ekonomi yang tidak selalu tersedia pada hari biasa.

Ia berharap Unismuh terus berkembang dan dapat menyelenggarakan kegiatan yang juga memberikan kesempatan usaha bagi masyarakat sekitar.

Di tengah kebahagiaan mahasiswa menerima gelar akademik, para pedagang buket memiliki harapan yang lebih sederhana: dagangan terjual, kebutuhan keluarga terpenuhi, dan anak-anak mereka dapat terus bersekolah.