September 12, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama

Mentan Amran Bantu Hafiz dan Mahasiswa Yatim Piatu di Unismuh, Suasana Ta’aruf Berubah Haru

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Kuliah umum Menteri Pertanian RI Dr Ir H Andi Amran Sulaiman MP di hadapan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), Sabtu, 12 September 2026, semula berlangsung penuh motivasi dan gelak tawa.

Namun, menjelang akhir orasinya di Balai Sidang Muktamar Ke-47 Unismuh Makassar, suasana berubah.

Amran mulai mencari mahasiswa penghafal Al-Qur’an 30 juz. Ia meminta mereka berdiri, lalu meminta panitia menyeleksi sejumlah mahasiswa untuk diuji hafalannya secara langsung. “Yang 30 juz, berdiri,” kata Amran.

Ia kemudian meminta 34 mahasiswa, laki-laki dan perempuan yang angkat tangan maju untuk diuji.

Setelah proses itu, Amran secara spontan menyampaikan akan memberikan bantuan Rp150 juta kepada para hafiz yang berdiri dan meminta agar bantuan tersebut dibagi rata.

“Bagi semua yang berdiri, Rp150 juta, itu dari saya. Bagi rata saja,” lanjutnya.

Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling menyita perhatian dalam rangkaian Ta’aruf Mahasiswa Baru Unismuh Makassar Tahun Akademik 2026/2027.

Namun Amran belum selesai. Ia kemudian meminta panitia menunjukkan mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi dan kehilangan orang tua. Sejumlah mahasiswa dipanggil ke depan satu per satu.

Bukan sekadar menanyakan nama. Amran bertanya tentang keluarga mereka, siapa yang membiayai kuliah, pekerjaan orang tua, hingga tempat tinggal selama menempuh pendidikan.

Pada satu kesempatan, seorang mahasiswa menceritakan bahwa ia telah berstatus yatim piatu, kedua orang tuanya telah meninggal.

Amran mendekatinya dan memberikan semangat. “Kamu jangan patah arang. Banyak bapakmu. Saya bapakmu, ini dosen bapakmu. Belajar baik,” katanya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa itu untuk terus mendoakan kedua orang tuanya yang telah meninggal.

Tanyakan Biaya Kos

Percakapan dengan mahasiswa kemudian berlanjut pada persoalan tempat tinggal.

Amran menanyakan berapa biaya kos mahasiswa selama kuliah. Setelah memperoleh gambaran kebutuhan tersebut, ia menyatakan kesediaannya menanggung biaya kos salah seorang mahasiswa selama tiga tahun.

“Nanti kos-kosannya cari di sini, nanti bayarnya tiga tahun dari kantor saya,” ujarnya.

Ia kemudian meminta stafnya mengambil kontak mahasiswa dan mengurus kebutuhan tersebut.

“Carikan kos-kosan ya. Carikan, lunasi tiga tahun,” katanya.

Momen-momen spontan itu membuat orasi yang semula berisi pesan kerja keras, karakter, dan perjuangan hidup berubah menjadi perjumpaan personal antara seorang menteri dan mahasiswa-mahasiswa yang baru memulai kehidupan kampus.

Amran seolah ingin menunjukkan bahwa pesan tentang perjuangan yang ia sampaikan tidak berhenti pada kata-kata.

Sebelumnya, ia berkali-kali menceritakan masa sulit ketika masih menjadi mahasiswa. Ia pernah tinggal di kos sederhana selama bertahun-tahun dan mengalami keterbatasan ekonomi.

Pengalaman itulah yang kemudian ia gunakan untuk menyemangati mahasiswa Unismuh agar tidak malu hidup sederhana dan tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan.

“Orang yang mendapat tekanan itulah calon pendekar,” katanya.

Jangan Lukai Hati Orang Tua

Di sela percakapan dengan mahasiswa penerima bantuan, Amran berkali-kali menitipkan pesan tentang orang tua.

Kepada mahasiswa yang masih memiliki ibu, ia meminta mereka menjaga perasaan dan tidak melukai hati orang tua.

“Salam sama Ibu. Jaga Ibu, perasaannya, jaga hatinya. Jangan lukai hatinya,” pesan Amran.

Pesan serupa sudah ia sampaikan sebelumnya dalam orasi. Menurut Amran, salah satu karakter penting seorang mahasiswa adalah menghormati dan tidak menyakiti kedua orang tua.

Ia meminta mahasiswa yang pernah membuat orang tuanya kecewa agar pulang dan meminta maaf.

Rektor: Amran Motivator yang Nyata

Rektor Unismuh Makassar Dr Ir H Abd Rakhim Nanda ST MT IPU sebelumnya menyebut kehadiran Amran penting bagi mahasiswa baru karena perjalanan hidup Menteri Pertanian tersebut dapat menjadi contoh langsung tentang bagaimana masa depan dibangun melalui proses panjang.

“Beliau adalah motivator yang nyata, bukan hanya ulung, tetapi memang sekaligus menjadi contoh nyata dari sebuah kesuksesan perancangan masa lalu menuju masa depan,” kata Rakhim.

Menurut Rektor, mahasiswa baru Unismuh saat ini sedang berada pada titik awal untuk merancang kesuksesan masa depan.

Dan pagi itu, pelajaran tentang masa depan tersebut tidak hanya hadir melalui cerita.

Di hadapan ribuan mahasiswa baru, seorang hafiz mendapat penghargaan atas hafalannya, mahasiswa yang kehilangan orang tua menerima pelukan semangat, dan seorang mahasiswa yang kesulitan tempat tinggal mendapat janji bantuan biaya kos.

Kuliah umum itu pun berakhir dengan sesuatu yang lebih personal daripada sekadar pidato: pesan bahwa kesulitan tidak seharusnya menghentikan pendidikan dan masa depan seseorang.