September 9, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama

Unismuh Makassar Perkuat Literasi Al-Qur’an Mahasiswa Muslim di Filipina lewat Sahabat Hijaiyah

UNISMUH.AC.ID, DAVAO, FILIPINA – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memperluas kontribusi internasional dalam pendidikan Islam melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Ateneo de Davao University, Filipina, Rabu, 9 September 2026.

Mengusung tema “Strengthening Qur’anic Literacy among Muslim Students at Ateneo de Davao University through the Digital Iqra’ Method,” tim Unismuh memperkenalkan inovasi pembelajaran Al-Qur’an berbasis digital bernama Sahabat Hijaiyah kepada dosen dan mahasiswa Muslim di lingkungan Al-Qalam Institute, Ateneo de Davao University.

Tim pengabdian diketuai Dr H Mawardi Pewangi, M.Pd.I., dengan anggota Dr Alamsyah, S.Pd.I., Husnul Khatimah, dan Ahmad Riyadi. Mereka memberikan pendampingan pengenalan huruf hijaiyah dan pembelajaran membaca Al-Qur’an melalui pendekatan Digital Iqra’.

Sahabat Hijaiyah dikembangkan sebagai media pembelajaran untuk membantu pengguna mengenal dan mempelajari huruf-huruf hijaiyah sebagai fondasi membaca Al-Qur’an. Berbeda dengan pendekatan Iqra’ yang sepenuhnya mengandalkan media cetak, aplikasi tersebut memanfaatkan teknologi digital agar proses belajar lebih fleksibel, menarik, dan interaktif.

Aplikasi tersebut dapat diakses melalui perangkat Android maupun platform berbasis web. Kehadirannya diharapkan memberi ruang lebih luas bagi pengguna untuk belajar secara mandiri dan berkelanjutan.

Ketua tim pengabdian, Dr H Mawardi Pewangi, mengatakan teknologi perlu ditempatkan sebagai sarana untuk mendekatkan pembelajaran Al-Qur’an dengan pola belajar generasi muda.

“Teknologi bukan untuk menggantikan prinsip dasar pembelajaran Al-Qur’an, tetapi menjadi sarana yang memudahkan generasi muda belajar. Sahabat Hijaiyah kami hadirkan untuk mempertemukan metode Iqra’ dengan karakter pembelajaran generasi digital,” ujar Mawardi.

Menurutnya, teknologi digunakan sebagai media pendukung agar pembelajaran lebih efektif, mudah diakses, dan dekat dengan keseharian peserta didik.

Belajar Al-Qur’an di Kampus Multikultural

Kegiatan tersebut memiliki konteks tersendiri karena berlangsung di Ateneo de Davao University yang memiliki lingkungan akademik multikultural dan multireligius.

Bagi mahasiswa Muslim, penguatan literasi Al-Qur’an bukan sekadar peningkatan keterampilan membaca, tetapi juga bagian dari penguatan pengetahuan keislaman, identitas, dan nilai spiritual di tengah keberagaman kehidupan kampus.

Peserta memberikan respons positif terhadap penggunaan Sahabat Hijaiyah. Mereka menilai pembelajaran Al-Qur’an menggunakan aplikasi digital sebagai pengalaman baru. Media tersebut dinilai membantu proses mengenali dan melafalkan huruf hijaiyah sekaligus membuat pengalaman belajar lebih menarik.

Apresiasi juga datang dari Ketua Program Studi Islamic Studies, Mr Sultan Ubpon. Ia melihat Sahabat Hijaiyah memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh, termasuk sebagai media belajar Al-Qur’an bagi anak-anak.

“Sahabat Hijaiyah memiliki potensi yang baik untuk terus dikembangkan. Ke depan, unsur permainan interaktif dapat diperkuat agar pembelajaran Al-Qur’an, terutama bagi anak-anak, menjadi semakin menarik dan menyenangkan,” ungkap Sultan.

Masukan tersebut menjadi bahan bagi tim untuk menyempurnakan aplikasi, khususnya dari sisi interaktivitas, permainan edukatif, kemudahan penggunaan, dan fitur yang mendukung peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an secara bertahap.

Buka Peluang Kolaborasi Internasional

Kegiatan di Davao juga membuka peluang penguatan kolaborasi antara Unismuh Makassar dan Ateneo de Davao University, khususnya melalui Al-Qalam Institute.

Kerja sama tersebut berpotensi dikembangkan dalam bidang pendidikan Islam, literasi Al-Qur’an, inovasi pembelajaran digital, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga international community engagement.

Program ini sekaligus menunjukkan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak harus berhenti pada pertukaran akademik, tetapi dapat diarahkan pada inovasi yang memberi manfaat langsung bagi komunitas.

Dalam konteks Sustainable Development Goals (SDGs), kegiatan tersebut terutama relevan dengan SDG 4: Quality Education, melalui perluasan akses terhadap pembelajaran Al-Qur’an yang adaptif dan berbasis teknologi; SDG 10: Reduced Inequalities, melalui penguatan akses belajar bagi komunitas Muslim dalam lingkungan multikultural; serta SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui pengembangan kemitraan internasional antara Unismuh Makassar dan Ateneo de Davao University.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah Unismuh Makassar memperluas kontribusi pendidikan Islam dan inovasi digital pada level internasional, sekaligus menghadirkan model pengabdian yang mempertemukan dakwah, teknologi, pendidikan, dan kolaborasi global.