September 9, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama

Unismuh Buka Peluang Global Learning Mahasiswa di Ateneo de Davao dan Sekolah Indonesia Davao

UNISMUH.AC.ID, DAVAO, FILIPINA — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memperluas peluang pengalaman belajar internasional bagi mahasiswa melalui penguatan kemitraan dengan Ateneo de Davao University (ADDU) dan Sekolah Indonesia Davao (SID) di Filipina, Senin, 7 September 2026.

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya Unismuh menghadirkan pengalaman pendidikan yang lebih luas melalui international exposure, intercultural learning, academic exchange, dan community engagement.

Delegasi Unismuh dipimpin Wakil Rektor III Dr H Mawardi Pewangi, M.Pd.I., bersama akademisi dari Fakultas Agama Islam, Program Magister Pendidikan Islam, dan Program Doktor Pendidikan Islam.

Dalam kunjungan akademik di Davao, Unismuh mengeksplorasi sejumlah program yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lingkungan internasional.

Mahasiswa tidak hanya diarahkan memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki latar budaya dan sosial berbeda.

Mawardi mengatakan internasionalisasi harus membuka kesempatan nyata bagi mahasiswa untuk belajar melampaui ruang kelas kampus.

“Internasionalisasi akan lebih bermakna ketika mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengalami langsung proses belajar di lingkungan yang berbeda. Mereka tidak hanya bertemu teori, tetapi belajar beradaptasi, berkomunikasi lintas budaya, dan melihat persoalan pendidikan dari perspektif yang lebih luas,” ujar Mawardi.

Jajaki Student Mobility ke Ateneo de Davao

Salah satu peluang yang dikembangkan adalah program student mobility bersama Ateneo de Davao University.

Melalui program tersebut, mahasiswa Unismuh diharapkan dapat mengikuti kegiatan akademik, berinteraksi dengan mahasiswa dan dosen di Filipina, serta mengembangkan kompetensi lintas budaya.

Menurut Mawardi, pengalaman belajar internasional menjadi semakin penting bagi mahasiswa di tengah tuntutan dunia pendidikan dan dunia kerja yang semakin terhubung secara global.

“Mahasiswa hari ini tidak cukup hanya memiliki kompetensi akademik. Mereka juga perlu memiliki kemampuan beradaptasi, berkomunikasi dengan orang dari latar yang berbeda, membangun jejaring, dan memiliki wawasan global,” jelasnya.

Ia menegaskan, mobilitas mahasiswa bukan sekadar memindahkan tempat belajar dari satu kampus ke kampus lain.

“Student mobility bukan wisata akademik. Harus ada capaian pembelajaran yang jelas, pengalaman intelektual, interaksi lintas budaya, dan kompetensi baru yang dibawa mahasiswa ketika kembali ke Unismuh,” tambah Mawardi.

Peluang Mengajar di Sekolah Indonesia Davao

Selain mobilitas akademik di perguruan tinggi, Unismuh juga melihat peluang pengembangan teaching practicum atau praktik pengalaman mengajar di Sekolah Indonesia Davao, khususnya bagi mahasiswa yang memiliki latar belakang kependidikan.

Program tersebut diharapkan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan pedagogik yang diperoleh selama perkuliahan dengan pengalaman mengajar dalam konteks pendidikan Indonesia di luar negeri.

Mawardi menilai Sekolah Indonesia Davao menawarkan ruang belajar yang khas bagi mahasiswa calon pendidik.

“Mahasiswa kependidikan dapat belajar bagaimana mengajar anak-anak Indonesia yang tumbuh dalam lingkungan sosial dan budaya yang berbeda. Pengalaman seperti ini akan memperkaya kemampuan pedagogik sekaligus sensitivitas mereka terhadap keragaman peserta didik,” ujarnya.

Pengalaman mengajar tersebut juga berpotensi memperkuat intercultural competence, adaptability, communication skills, serta perspektif global citizenship mahasiswa.

“Kita ingin mahasiswa bukan hanya mampu berdiri di depan kelas dan menyampaikan materi, tetapi juga mampu memahami konteks peserta didik. Guru yang baik harus mampu beradaptasi dengan lingkungan dan karakter siswa yang beragam,” kata Mawardi.

Belajar sekaligus Memberi Manfaat

Keterlibatan mahasiswa Unismuh di Sekolah Indonesia Davao diharapkan memberi manfaat dua arah.

Di satu sisi, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar dan mengajar dalam lingkungan internasional. Di sisi lain, sekolah dapat memperoleh dukungan melalui pertukaran praktik pembelajaran, kegiatan akademik, maupun program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Kolaborasi juga membuka peluang mahasiswa terlibat dalam kegiatan community engagement bersama mitra di Davao.

Dengan demikian, konsep global learning tidak hanya berlangsung di ruang kuliah perguruan tinggi, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dengan sekolah dan masyarakat.

Mawardi mengatakan pengalaman internasional idealnya selalu disertai orientasi kebermanfaatan.

“Kita tidak ingin mahasiswa hanya pulang membawa foto atau cerita perjalanan. Mereka harus membawa pengetahuan, keterampilan, jejaring, dan pengalaman baru. Pada saat yang sama, keberadaan mereka juga harus meninggalkan manfaat bagi sekolah atau masyarakat yang menjadi mitra,” ujarnya.

Menurutnya, semangat tersebut sesuai dengan arah pengembangan internasionalisasi Unismuh yang berorientasi pada dampak.

“Global learning harus membentuk mahasiswa yang lebih terbuka terhadap perbedaan, tetapi tetap memiliki identitas dan tanggung jawab sosial yang kuat. Pengalaman global pada akhirnya harus kembali menjadi energi untuk memberi manfaat kepada masyarakat,” tambah Mawardi.

Internasionalisasi Berbasis Pengalaman Mahasiswa

Bagi Unismuh, internasionalisasi pendidikan tidak sekadar diukur dari jumlah kerja sama dengan institusi luar negeri.

Kemitraan perlu diterjemahkan menjadi learning opportunities yang memungkinkan mahasiswa belajar, mengajar, berkolaborasi, serta memperoleh pengalaman nyata di lingkungan internasional.

Karena itu, Unismuh berharap kemitraan dengan Ateneo de Davao University dan Sekolah Indonesia Davao dapat berkembang menjadi platform sustainable global learning bagi mahasiswa.

“Ukuran kerja sama internasional bukan hanya berapa banyak MoU yang dimiliki universitas. Salah satu ukuran yang lebih penting adalah berapa banyak mahasiswa yang benar-benar memperoleh kesempatan belajar dan berkembang dari kemitraan tersebut,” tegas Mawardi.

Inisiatif ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, terutama melalui perluasan kesempatan belajar dan pengembangan kompetensi mahasiswa.

Pengalaman lintas budaya turut beririsan dengan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, melalui penguatan pemahaman terhadap masyarakat dengan konteks sosial dan budaya yang beragam.

Sementara pengembangan student mobility dan teaching practicum melalui kemitraan Indonesia–Filipina menjadi bagian dari implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui pengembangan global learning tersebut, Unismuh Makassar menargetkan mahasiswa memperoleh ruang yang semakin luas untuk belajar, mengajar, berkolaborasi, dan berkontribusi di lingkungan internasional.

Kontributor: Ahmad Rijal Misbah
Editor: Hadisaputra