UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Program FAI Peduli menyalurkan bantuan dana kebajikan sebesar Rp5 juta kepada Al Khawarizmi, mahasiswa yang tengah menjalani perawatan akibat kanker tulang di Rumah Sakit Dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Selasa, 8 September 2026.
Bantuan tersebut dihimpun dari para donatur melalui FAI Peduli sebagai bentuk solidaritas untuk membantu meringankan kebutuhan pengobatan dan biaya selama masa perawatan.
Penyerahan bantuan dilakukan perwakilan FAI Peduli, Fathurahman dan Sartika, kepada keluarga Al Khawarizmi di rumah sakit.
Fathurahman mengatakan dana yang disalurkan merupakan amanah dari para donatur yang memiliki kepedulian terhadap kondisi mahasiswa tersebut.
“Bantuan ini adalah amanah dari para donatur melalui FAI Peduli. Kami berharap kehadiran kami tidak hanya membawa bantuan materiil, tetapi juga dukungan moral dan doa dari seluruh kerabat,” ujar Fathurahman.
Menurutnya, dukungan kepada mahasiswa yang sedang menjalani pengobatan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan finansial, tetapi juga perhatian dan semangat dari lingkungan sekitarnya.
“Kami mendoakan saudara Al Khawarizmi agar diberikan kekuatan, dimudahkan seluruh proses pengobatannya, dan segera diberikan kesembuhan,” katanya.
Dukungan dari Keluarga Besar Kampus
Pihak keluarga Al Khawarizmi menyampaikan terima kasih kepada FAI Peduli dan seluruh donatur yang telah memberikan bantuan.
Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan selama Al Khawarizmi menjalani perawatan di RS Dr Wahidin Sudirohusodo.
Bagi keluarga, kepedulian dari lingkungan kampus juga memberikan dukungan moral dalam mendampingi proses pengobatan.
FAI Peduli menjadi salah satu wadah solidaritas sosial di lingkungan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar. Melalui penggalangan dana kebajikan, program tersebut diarahkan untuk membantu keluarga besar kampus maupun masyarakat yang membutuhkan.
Fathurahman berharap budaya saling membantu terus tumbuh di kalangan sivitas akademika.
“Semangat FAI Peduli adalah menghadirkan kepedulian secara nyata. Mungkin bantuan yang diberikan tidak dapat menyelesaikan seluruh kebutuhan, tetapi kami berharap dapat meringankan beban dan menunjukkan bahwa saudara kita yang sedang menghadapi kesulitan tidak berjalan sendiri,” ujarnya.
Penyaluran bantuan tersebut sekaligus memperkuat nilai ta’awun, atau semangat saling menolong, sebagai bagian dari kehidupan sivitas akademika Unismuh Makassar.
Kegiatan ini juga beririsan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui dukungan terhadap kebutuhan kesehatan, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, melalui penguatan solidaritas dan bantuan kepada mereka yang menghadapi kondisi rentan.
Melalui FAI Peduli, kepedulian sosial diharapkan tidak berhenti pada penggalangan dana, tetapi terus berkembang menjadi budaya solidaritas, empati, dan saling menguatkan di lingkungan kampus.
Kontributor: Bukhairul Iman
Editor: Hadisaputra

