August 10, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama Internasional

MACCA #8 Unismuh Perjumpakan Mahasiswa Asing dengan Budaya Bugis-Makassar

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Sebanyak 21 mahasiswa asing dari empat perguruan tinggi mitra di Asia mengikuti Makassar Academic and Cultural Heritage Activity (MACCA) #8 yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar).

Mereka berasal dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Universiti Sains Malaysia (USM), Thaksin University (TSU) Thailand, serta Seoul National University (SNU), Korea Selatan.

Program yang memadukan kegiatan akademik dan pengenalan budaya itu ditutup pada Kamis, 6 Agustus 2026, di Lantai 17 Gedung Rektorat Unismuh Makassar.

MACCA #8 dirancang dengan skema pembelajaran daring dan luring. Para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan akademik, tetapi juga berinteraksi dengan sivitas akademika Unismuh serta mengenal kehidupan sosial, sejarah, dan kearifan lokal Sulawesi Selatan.

Selama berada di Makassar, mahasiswa mengikuti sejumlah kegiatan yang mencakup aktivitas akademik, cultural immersion, keterlibatan dalam kehidupan kampus, serta pengenalan budaya Bugis-Makassar.

Model pembelajaran tersebut menempatkan budaya lokal bukan sekadar sebagai obyek yang diperkenalkan kepada mahasiswa asing, melainkan sebagai bagian dari pengalaman belajar. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan sivitas akademika, peserta memperoleh kesempatan memahami keberagaman Indonesia dari lingkungan sosial tempat budaya itu tumbuh.

Kehadiran mahasiswa dari empat perguruan tinggi tersebut juga menjadi bagian dari upaya Unismuh memperluas jejaring internasional. Program mobilitas mahasiswa digunakan sebagai ruang untuk mempertemukan pengalaman akademik, pengetahuan, dan latar budaya yang berbeda.

Pertukaran itu tidak hanya memberi pengalaman internasional kepada mahasiswa asing. Mahasiswa Unismuh yang terlibat dalam kegiatan tersebut juga memperoleh kesempatan berkomunikasi dengan mahasiswa dari luar negeri, mengenal perspektif akademik yang berbeda, serta melatih kemampuan berinteraksi dalam lingkungan lintas budaya.

Dengan demikian, internasionalisasi tidak hanya berlangsung melalui penandatanganan kerja sama antarlembaga. Interaksi langsung antarmahasiswa menjadi bagian penting karena memungkinkan kerja sama perguruan tinggi diterjemahkan ke dalam pengalaman akademik sehari-hari.

Dari Kampus ke Budaya Lokal

MACCA dikembangkan Unismuh sebagai program yang menggabungkan kegiatan akademik dengan pengenalan warisan budaya Makassar dan Sulawesi Selatan. Program ini telah berlangsung hingga delapan angkatan dengan melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi mitra internasional.

Pendekatan tersebut memungkinkan mahasiswa asing mengenal Indonesia tidak hanya melalui ruang kelas. Kehidupan sosial serta budaya Bugis-Makassar menjadi bagian dari proses pembelajaran mereka selama mengikuti program.

Di sisi lain, kehadiran peserta internasional menciptakan suasana pembelajaran lintas budaya di lingkungan Unismuh. Pertemuan antara mahasiswa lokal dan mahasiswa asing membuka ruang pertukaran gagasan sekaligus membangun jejaring akademik antarmahasiswa.

Dalam rangkaian MACCA #8 juga diselenggarakan FUNTASTIC MACCA, sebuah kompetisi yang diprakarsai Fakultas Teknik Unismuh Makassar dengan melibatkan peserta internasional dan juri asing.

Kegiatan tersebut direncanakan kembali digelar pada April 2027 dengan keterlibatan fakultas yang lebih beragam. Pengembangan itu diharapkan memperluas ruang kolaborasi antara mahasiswa Unismuh dan mahasiswa perguruan tinggi mitra dari berbagai negara.

Ke depan, MACCA diarahkan tidak berhenti pada kunjungan dan pertukaran budaya. Jejaring yang terbentuk melalui program tersebut diharapkan berkembang menjadi kegiatan akademik yang lebih berkelanjutan, antara lain mobilitas mahasiswa, riset bersama, publikasi, serta program kolaboratif antarkampus.

Melalui pola tersebut, Unismuh berupaya mempertemukan dua kepentingan sekaligus: memperluas pengalaman global sivitas akademika dan tetap menempatkan budaya lokal sebagai salah satu sumber pembelajaran.

MACCA #8 menunjukkan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi dapat berlangsung dari ruang yang sangat lokal. Mahasiswa dari berbagai negara dipertemukan di Makassar, belajar dalam lingkungan akademik yang sama, sekaligus mengenal masyarakat dan budaya Bugis-Makassar sebagai bagian dari pengalaman pendidikan mereka.