September 27, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Kampus

Dosen BKPI Unismuh Bahas Kesehatan Mental Generasi Muda di Yala Thailand

UNISMUH.AC.ID, YALA, THAILAND — Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) menjadi pemateri dalam seminar kesehatan mental di Thamavitya Mulniti School, Yala, Thailand Selatan, Ahad, 27 September 2026.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional tersebut mengangkat tema “Seminar Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam: Membangun Rasa Percaya Diri dan Kesehatan Mental yang Positif.”

Dua dosen Unismuh Makassar tampil sebagai pemateri, yakni Ketua Prodi BKPI Rukiana Novianti Putri SPsi MPsi Psikolog dan Dr Ratna Wulandari MPd.

Seminar diikuti santri dan mahasiswa Thamavitya Mulniti School, salah satu lembaga pendidikan Islam di Yala, Thailand Selatan. Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai kesehatan mental sekaligus mempertemukan perspektif psikologi, pendidikan, dan nilai-nilai Islam.

Percaya Diri Berpangkal pada Tauhid

Dalam pemaparannya, Rukiana Novianti Putri menekankan bahwa rasa percaya diri merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga kesehatan mental generasi muda.

Hal tersebut dinilai semakin penting bagi santri maupun mahasiswa yang menjalani pendidikan jauh dari keluarga dan harus beradaptasi dengan lingkungan sosial serta akademik yang berbeda.

Rukiana memperkenalkan konsep tsiqah bin-nafs atau kepercayaan diri yang berpangkal pada tauhid. Konsep tersebut digunakan untuk mempertemukan pendekatan psikologi modern dengan nilai-nilai keislaman.

“Percaya diri sejati adalah yakin pada kemampuan diri sekaligus yakin pada pertolongan Allah. Rasa percaya diri yang sehat bukan berarti tidak pernah ragu, tetapi mampu bangkit dan terus melangkah meski ada keraguan,” ujar Rukiana.

Ia juga menguraikan berbagai persoalan yang lazim dialami pelajar dan mahasiswa yang tinggal jauh dari keluarga, antara lain homesick, tekanan akademik, kesulitan beradaptasi, serta keraguan terhadap kemampuan diri.

Untuk menghadapinya, Rukiana menawarkan enam langkah yang dapat dipraktikkan, yaitu membangun pola pikir positif melalui husnuzan, menghargai keberhasilan-keberhasilan kecil, berani keluar dari zona nyaman, menjaga kesehatan tubuh, memilih lingkungan pertemanan yang saling menguatkan, serta mempererat hubungan dengan Allah melalui ibadah sehari-hari.

Peserta juga mengikuti sesi relaksasi dan muhasabah. Sesi tersebut diarahkan untuk membantu peserta mengenali kondisi diri, mengelola tekanan, dan membangun ketenangan batin.

Pesantren sebagai Ruang Membangun Resiliensi

Sementara itu, Dr Ratna Wulandari MPd memperkaya seminar melalui perspektif pendidikan Islam, khususnya mengenai peran lingkungan pendidikan dan pesantren dalam membentuk daya lenting atau resiliensi santri.

Lingkungan pendidikan, menurutnya, tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses transfer pengetahuan. Interaksi dengan guru, teman sebaya, serta budaya yang berkembang di lembaga pendidikan juga memiliki peran dalam membentuk kemampuan peserta didik menghadapi tekanan dan berbagai perubahan dalam kehidupannya.

Karena itu, lingkungan pendidikan yang memberikan dukungan sosial, ruang dialog, serta penguatan nilai keagamaan menjadi penting dalam membantu generasi muda membangun kesehatan mental yang positif.

Kegiatan di Thamavitya Mulniti School merupakan bagian dari komitmen Prodi BKPI FAI Unismuh untuk memperluas pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat pada level internasional.

Kegiatan tersebut sekaligus membuka ruang silaturahmi akademik antara Unismuh Makassar dengan komunitas pendidikan Muslim di Thailand Selatan. Pihak Thamavitya Mulniti School menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap kerja sama dapat dikembangkan melalui seminar, penelitian bersama, maupun kegiatan akademik lainnya.

Melalui pengabdian internasional tersebut, Prodi BKPI Unismuh juga memperkuat pendekatan yang mengintegrasikan bimbingan dan konseling, psikologi, pendidikan, serta nilai-nilai Islam dalam menjawab tantangan kesehatan mental generasi muda.

Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kesehatan mental, serta SDGs poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan pendidikan yang mendukung kesejahteraan psikologis peserta didik. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut memperkuat agenda internasionalisasi Unismuh melalui pengabdian dan kolaborasi akademik lintas negara.