UNISMUH.AC.ID, GOWA — Tiga perguruan tinggi dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand berkolaborasi memperkenalkan teknologi irigasi bertenaga surya, pengelolaan media sosial untuk desa wisata, serta inovasi kuliner kepada masyarakat Desa Julubori, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu, 5 Agustus 2026.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Internasional itu melibatkan Universitas Muhammadiyah Makassar, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), dan Thaksin University, Thailand. Program dipusatkan di Kelompok Tani Kembong, Dusun Bontobila, dengan melibatkan petani, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Tim Universitas Muhammadiyah Makassar yang berasal dari Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian memperkenalkan konsep smart irrigation atau irigasi pintar berbasis panel surya. Teknologi tersebut memanfaatkan energi matahari sebagai sumber daya untuk mengoperasikan sistem pengairan lahan pertanian.
Penggunaan energi terbarukan itu diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap listrik konvensional sekaligus menekan biaya operasional. Sistem tersebut juga dinilai berpotensi membantu petani mengelola air secara lebih efisien dan mendukung kegiatan pertanian yang berkelanjutan.
Tim Unismuh Makassar terdiri atas Indriyanti, S.T., M.T., dari Fakultas Teknik; Dr. Ir. Jumiati, S.P., M.M., IPM., MCE, dari Fakultas Pertanian; serta Dr. Ir. Ar. Irnawaty Idrus, S.T., M.T., IPM., IAI, dari Fakultas Teknik.
Dalam sesi diskusi, anggota Kelompok Tani Kembong menyambut positif pengenalan teknologi tersebut. Mereka berharap kegiatan tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dilanjutkan hingga tahap penerapan smart irrigation berbasis panel surya di lahan pertanian Desa Julubori.
Menurut warga, sistem pengairan yang efisien menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menjaga produktivitas pertanian. Penerapan teknologi tersebut juga diharapkan dapat mengurangi beban biaya yang selama ini dikeluarkan untuk mendukung kegiatan pengairan.
Selain teknologi pertanian, tim Thaksin University memberikan pelatihan pengelolaan media sosial untuk mendukung pengembangan desa wisata. Pelatihan dibawakan oleh Morakot Ditta-Apichai, Ph.D.
Materi pelatihan mencakup strategi membangun citra desa, penyusunan konten promosi digital, serta pemanfaatan media sosial untuk memperkenalkan potensi wisata, kebudayaan, dan produk unggulan Desa Julubori kepada masyarakat yang lebih luas.
Pemanfaatan media sosial dinilai dapat membuka ruang promosi yang lebih besar bagi desa. Melalui konten yang dikelola secara terarah, potensi lokal tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, tetapi juga dapat menjangkau calon wisatawan dan pasar yang lebih luas.
Adapun tim Universiti Tun Hussein Onn Malaysia memperkenalkan pembuatan Laksa Johor, makanan khas Malaysia. Demonstrasi memasak dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan tradisional yang tersedia di Desa Julubori.
Tim UTHM terdiri atas Assoc. Prof. Dr. Raja Zuraidah Binti Raja Mohd Rasi dan Dr. Nur Ilyani Binti Ramli. Pengenalan kuliner tersebut dimaksudkan untuk membuka wawasan masyarakat mengenai peluang mengolah bahan pangan lokal menjadi produk kuliner yang mempunyai nilai tambah ekonomi.
Melalui inovasi pengolahan, bahan-bahan yang selama ini dikonsumsi secara sederhana dapat dikembangkan menjadi produk baru. Produk tersebut berpeluang dipasarkan sebagai bagian dari identitas kuliner desa sekaligus mendukung pengembangan desa wisata.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, praktik, diskusi, dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan warga dalam setiap sesi serta munculnya berbagai pertanyaan mengenai penerapan teknologi, pengelolaan promosi digital, dan pengembangan produk kuliner.
Kolaborasi itu diarahkan untuk mempertemukan pengetahuan dari perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat. Pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga pada penguatan kapasitas warga dalam mengelola potensi ekonomi, wisata, dan pangan lokal.
Program tersebut juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Pengenalan teknologi pertanian mendukung SDG 2 tentang penghapusan kelaparan melalui penguatan produktivitas dan ketahanan pangan. Pemanfaatan panel surya berkaitan dengan SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau.
Pelatihan pengembangan produk kuliner dan promosi desa turut mendukung SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Penerapan smart irrigation menjadi bagian dari SDG 9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur, sedangkan pengembangan desa wisata berkaitan dengan SDG 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand juga mencerminkan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan. Kemitraan internasional tersebut memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan teknologi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Ketiga perguruan tinggi berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada tahap pelatihan. Kerja sama lanjutan diperlukan agar teknologi dan pengetahuan yang diperkenalkan dapat diterapkan secara langsung dan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Desa Julubori.

