NEWS.UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional X dan Seminar Internasional Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Ikaprobsi) pada 7–9 Agustus 2026. Forum ini diharapkan memperkuat jejaring antarperguruan tinggi sekaligus merumuskan langkah pengembangan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di tengah persaingan global.
Kegiatan bertema “Penguatan Peran Bahasa Indonesia di Era Kompetisi Global” itu akan mempertemukan pengelola program studi, akademisi, peneliti, guru, mahasiswa, dan praktisi dari berbagai daerah. Sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri juga dijadwalkan hadir dalam seminar internasional.
Ketua Ikaprobsi Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, Prof Dr Andi Sukri Syamsuri, MHum, mengatakan, Rakernas tidak boleh berhenti sebagai agenda rutin organisasi. Forum tersebut perlu menghasilkan rekomendasi akademik dan program kerja yang mampu menjawab perubahan dalam pendidikan bahasa Indonesia.
“Kegiatan ini menjadi ruang bertemunya akademisi, peneliti, pengelola program studi, guru, dan praktisi untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan bahasa Indonesia sekaligus memperluas perannya di tingkat global,” kata Prof Andis, sapaan akrabnya.
Wakil Rektor I Unismuh Makassar itu menilai perguruan tinggi perlu memperkuat kerja sama dalam pengembangan kurikulum, penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta penjaminan mutu program studi.
Baca juga: PTS Terbaik di Indonesia Timur, Inilah 10 Keunggulan Unismuh Makassar
Menurut dia, perkembangan teknologi, terutama kecerdasan artifisial, menuntut program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia terus beradaptasi. Perguruan tinggi juga perlu menjawab kebutuhan pembelajaran lintas budaya serta pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing.
“Bahasa Indonesia memiliki posisi yang semakin strategis di tingkat global. Karena itu, perguruan tinggi harus terus berinovasi agar pembelajarannya tetap relevan dengan perkembangan zaman dan mampu berkontribusi di tingkat internasional,” ujarnya.
Rakernas juga akan dimanfaatkan untuk membuka peluang kerja sama antarkampus. Dalam rapat persiapan, sejumlah pengelola program studi dari berbagai perguruan tinggi menyatakan keinginan menindaklanjuti nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama selama berada di Makassar.
Prof Andis mengatakan, kolaborasi dibutuhkan agar setiap program studi tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menghadapi perubahan teknologi, peningkatan standar mutu akademik, dan tuntutan internasionalisasi pendidikan bahasa Indonesia.
Persiapan Layanan Peserta
Menjelang kegiatan, panitia mematangkan layanan bagi peserta, mulai dari penjemputan di bandara, akomodasi, transportasi, hingga pendampingan selama kegiatan. Sedikitnya 12 mahasiswa disiapkan sebagai liaison officer atau petugas penghubung untuk mendampingi peserta dari luar daerah.
Prof Andis meminta pendampingan dilakukan sejak peserta tiba di Makassar hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
“LO bukan hanya bertugas saat penjemputan. Mereka harus mendampingi peserta selama kegiatan agar koordinasi berjalan baik dan peserta tidak mengalami kesulitan,” katanya.
Panitia juga memetakan ruang seminar paralel, moderator, jadwal presentasi, serta perangkat pendukung. Setiap ruangan diminta diperiksa sebelum digunakan, termasuk pendingin ruangan dan peralatan presentasi.
Informasi mengenai pembagian ruangan, moderator, dan jadwal kegiatan akan disampaikan kepada peserta melalui saluran komunikasi resmi.
Menurut Prof Andis, kesiapan teknis merupakan bagian dari tanggung jawab Unismuh sebagai tuan rumah. Pelayanan yang tertib diharapkan membuat peserta dapat mengikuti seluruh agenda akademik secara nyaman dan produktif.
Baca juga:
“Kita harus memastikan ruangannya siap, moderatornya jelas, dan seluruh perangkatnya berfungsi. Jangan sampai peserta sudah masuk, tetapi fasilitasnya justru bermasalah,” ujarnya.
Selain Rakernas dan seminar internasional, kegiatan akan diisi dengan presentasi artikel ilmiah, diskusi pengelolaan program studi, penguatan jejaring kelembagaan, serta pembahasan mutu dan akreditasi pendidikan.
Identitas Makassar
Sebagai tuan rumah, Unismuh juga akan menghadirkan unsur budaya lokal dalam rangkaian kegiatan. Pembukaan direncanakan menggunakan tabuhan gendang sebagai penanda dimulainya Rakernas.
“Pembukaannya kita tidak pakai gong. Kita pakai gendang,” kata Prof Andis saat memimpin rapat persiapan, Senin, 3 Agustus 2026, di Ruang Rapat Lantai 16 Gedung Iqra, Kampus Unismuh Makassar.
Menurut dia, penggunaan gendang akan menghadirkan identitas Makassar tanpa mengurangi bobot akademik kegiatan.
Nuansa kebinekaan juga akan ditampilkan dalam jamuan makan malam. Peserta diminta membawa dan mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing.
“Seluruh peserta membawa pakaian adat. Dipakai pada saat gala dinner. Kita ingin menunjukkan bahwa bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang di tengah kekayaan budaya Nusantara,” ujarnya.
Prof Andis berharap Rakernas X Ikaprobsi di Unismuh Makassar tidak hanya menghasilkan keputusan organisasi, tetapi juga memperkuat posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa pendidikan, ilmu pengetahuan, diplomasi, dan komunikasi internasional.
Bagi Unismuh, kepercayaan sebagai tuan rumah menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring nasional dan internasional sekaligus menegaskan peran Makassar sebagai salah satu pusat pengembangan pendidikan dan kebahasaan di Indonesia Timur.

