April 29, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA KAMPUS

Dosen Unismuh Makassar Kembangkan Pragmatik Islami untuk Perkuat Moderasi Berbahasa Mahasiswa

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengembangkan pendekatan pembelajaran pragmatik berbasis nilai-nilai Islam sebagai upaya memperkuat moderasi berbahasa di kalangan mahasiswa. Riset ini menjadi bagian dari skema Penelitian Fundamental Reguler II dalam Hibah Riset Muhammadiyah Batch IX Tahun 2025, Rabu, 29 April 2026.

Penelitian berjudul “Integrasi Nilai-nilai Islam dalam Pembelajaran Pragmatik: Upaya Membangun Moderasi Berbahasa di Perguruan Tinggi Muhammadiyah” ini diketuai Siti Suwadah Rimang, dengan anggota tim Aco dan Maria Ulviani. Tim peneliti juga melibatkan mahasiswa, yakni Iiasmin dan Irmawati, sebagai bentuk penguatan kolaborasi akademik dalam kegiatan riset.

Fokus utama penelitian ini adalah mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam pembelajaran pragmatik, tidak hanya pada aspek linguistik, tetapi juga sebagai landasan etika berbahasa. Latar belakang riset ini berangkat dari fenomena menurunnya kesantunan berbahasa di kalangan mahasiswa, khususnya dalam komunikasi digital yang cenderung singkat, langsung, dan minim pertimbangan norma kesopanan.

Pengumpulan data dilakukan pada 20 April 2026 di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dengan melibatkan mahasiswa sebagai subjek penelitian. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, serta dokumentasi praktik komunikasi mahasiswa, baik secara tatap muka maupun digital. Selanjutnya, tahap penyempurnaan dan finalisasi hasil penelitian dilaksanakan pada 28 April 2026 untuk memastikan validitas dan kedalaman analisis.

Hasil sementara menunjukkan bahwa pembelajaran pragmatik masih didominasi pendekatan teoretis dan belum sepenuhnya menyentuh aspek implementatif dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa. Selain itu, ditemukan perbedaan mencolok antara praktik berbahasa dalam komunikasi langsung dan digital. Mahasiswa cenderung lebih santun saat berinteraksi secara tatap muka, namun kurang memperhatikan etika dalam ruang digital.

Menjawab temuan tersebut, tim peneliti mengembangkan model pembelajaran pragmatik berbasis nilai-nilai Islam dengan mengintegrasikan prinsip komunikasi Islami, seperti qaulan sadīdan (perkataan benar), qaulan layyinan (perkataan lemah lembut), dan qaulan ma‘rūfan (perkataan baik). Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan kesadaran mahasiswa untuk berbahasa secara santun, moderat, dan beretika.

Selain menghasilkan artikel ilmiah yang telah diterima pada jurnal nasional terakreditasi Sinta 3, penelitian ini juga menargetkan luaran berupa buku monograf tentang pragmatik Islami. Saat ini, buku tersebut masih dalam tahap penyusunan dan diharapkan menjadi referensi akademik dalam pengembangan pembelajaran bahasa berbasis nilai di perguruan tinggi.

Melalui riset ini, Unismuh Makassar menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Islam. Upaya tersebut sejalan dengan visi Muhammadiyah dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter santun, moderat, dan berakhlak mulia dalam berkomunikasi.

Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat diimplementasikan secara lebih luas di berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah serta berkontribusi dalam penguatan moderasi berbahasa di lingkungan akademik maupun masyarakat.