April 29, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

Di UIN Sunan Kalijaga, Ketua UGEC Unismuh Tegaskan Kampus Hijau Kunci Reputasi Global Unismuh

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Ketua Unismuh Global Excellence Center (UGEC), Prof. Hartono Bancong, menegaskan bahwa penguatan kampus hijau tidak sekadar berkaitan dengan penataan fisik lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar Universitas Muhammadiyah Makassar menuju perguruan tinggi bereputasi internasional.

Hal itu disampaikan saat Prof Hartono menjadi pemateri pada Lokakarya UI GreenMetric untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu, 29 April 2026.

Dalam agenda tersebut, Prof. Hartono membawakan materi pada sesi “Managing Setting and Infrastructure, Energy and Climate Change, and Waste in Sustainable Universities”, khususnya topik Setting and Infrastructure.

Menurut Prof. Hartono, pengalaman Unismuh Makassar dalam UI GreenMetric menunjukkan bahwa keberlanjutan kampus perlu dibangun melalui tata kelola yang terukur, mulai dari ruang terbuka, vegetasi, efisiensi air, infrastruktur kesehatan, fasilitas difabel, hingga keamanan dan keselamatan kampus.

Dalam paparannya, Unismuh mencatat skor keseluruhan 1425 pada indikator Setting and Infrastructure serta berada pada peringkat ke-4 nasional untuk indikator tersebut.

Ia menjelaskan bahwa arah pengembangan Unismuh berada dalam kerangka Green Islamic Futuristic atau I-GIFt Campus. Konsep ini memadukan nilai ramah lingkungan, tata kehidupan Islami, dan orientasi masa depan sebagai identitas pembangunan kampus.

“Bagi Unismuh, kampus hijau bukan hanya soal menanam pohon atau memperindah halaman. Ini adalah cara berpikir, cara mengelola, dan cara memastikan kampus menjadi ruang belajar yang sehat, inklusif, aman, serta berdaya saing global,” ujar Prof. Hartono.

Lokakarya nasional ini digelar pada 29–30 April 2026 dengan mengangkat tema integrasi UI GreenMetric dalam mewujudkan kampus hijau berbasis ekoteologi. Undangan kegiatan ditujukan kepada ratusan perguruan tinggi keagamaan Islam, termasuk Universitas Muhammadiyah Makassar.

Prof. Hartono menambahkan, capaian Unismuh dalam UI GreenMetric menjadi bagian dari peta jalan universitas pada periode 2024–2028, yakni menuju research and international reputable university. Pada tahap ini, Unismuh menempatkan daya saing global sebagai fokus, dengan indikator antara lain THE University Rankings, QS University Rankings, dan UI GreenMetric.

Ia berharap forum tersebut menjadi ruang kolaborasi antarkampus Islam dalam memperkuat praktik keberlanjutan. Menurutnya, perguruan tinggi keagamaan memiliki modal etik dan spiritual yang kuat untuk menggerakkan agenda lingkungan.

“Ekoteologi harus diterjemahkan menjadi praktik kampus. Nilai agama perlu hadir dalam kebijakan, desain ruang, pengelolaan energi, air, sampah, transportasi, hingga riset dan pengabdian masyarakat,” ungkapnya.

Melalui lokakarya ini, Prof. Hartono menegaskan komitmen Unismuh Makassar untuk terus memperkuat tata kelola kampus berkelanjutan, tidak hanya demi pemeringkatan, tetapi juga sebagai warisan kelembagaan bagi generasi akademik masa depan.