April 30, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

SWSC Unismuh Gelar Pengabdian, Latih Mahasiswa Calon Eco Ranger Olah Limbah Dapur Jadi Kompos

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Unit Sustainable Waste Solution Center (SWSC) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar kursus pengelolaan limbah dapur menjadi kompos di Bank Sampah Unismuh Makassar, Kamis 30 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang difokuskan pada penguatan pengelolaan sampah organik dari sumbernya.

Peserta kegiatan berasal dari kalangan mahasiswa Unismuh Makassar yang disiapkan sebagai Tim Eco Ranger. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan lingkungan di kampus, dengan peran mengedukasi, mengajak, mendampingi, serta mendorong warga kampus untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.

Kepala Pusat SWSC Unismuh Makassar, Dr. Hj. Fatmawati Andi Mappasere, M.Si., mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kontribusi kampus dalam menghadirkan solusi sederhana terhadap persoalan sampah organik.

“Pengolahan limbah dapur menjadi kompos merupakan langkah sederhana untuk mengurangi volume sampah organik. Ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah,” ujarnya.

Sebelum menerima materi, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur pemahaman awal terkait pengelolaan limbah dapur dan proses pembuatan kompos.

Materi pertama disampaikan Prof. Dr. Syamsiah, M.Si., Guru Besar Fakultas Pertanian Unismuh Makassar sekaligus penasihat SWSC. Ia memaparkan tahapan pembuatan kompos dari limbah dapur, mulai dari pemilahan bahan organik, pencacahan, pencampuran, pengaturan kelembapan, hingga proses fermentasi.

Menurut Syamsiah, sisa sayuran, kulit buah, dan limbah dapur lainnya tidak harus langsung dibuang, melainkan dapat dimanfaatkan menjadi kompos yang berguna bagi tanaman.

“Limbah organik perlu dikelola secara berkelanjutan, tidak hanya saat pelatihan, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari,” katanya.

Selanjutnya, Sahlan, S.Pd., M.Si., dosen Agribisnis Fakultas Pertanian Unismuh Makassar, membahas aspek ekonomi dari pengolahan limbah dapur. Ia menekankan bahwa limbah organik memiliki nilai guna jika diolah secara tepat.

“Pengolahan limbah dapur menjadi kompos bukan hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menghasilkan produk yang bermanfaat untuk penghijauan maupun pertanian skala kecil,” ujarnya.

Sementara itu, Wardah, S.Sos., M.A., dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unismuh Makassar, memberikan penguatan dari sisi edukasi dan advokasi lingkungan. Ia menyoroti pentingnya komunikasi lingkungan dalam membangun perubahan perilaku.

Menurut Wardah, pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan penyediaan fasilitas, tetapi juga memerlukan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh warga kampus.

“Eco Ranger harus menjadi agen perubahan. Mereka tidak hanya terampil membuat kompos, tetapi juga mampu mengedukasi dan menggerakkan lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.

Melalui program ini, SWSC Unismuh Makassar berharap mahasiswa Eco Ranger dapat menjadi penggerak budaya memilah sampah dan mengolah limbah organik menjadi kompos di lingkungan kampus.