UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Laboratorium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menerima kunjungan benchmarking dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Universitas Widyagama Mahakam (UWGM) Samarinda. Selasa 28 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di ruang pengelola Laboratorium FISIP Unismuh Makassar ini merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pengelolaan serta pengembangan layanan laboratorium di lingkungan perguruan tinggi.
Rombongan UWGM Samarinda dipimpin Kepala UPT Laboratorium, Dr Rosdiana, SKM, MKes, didampingi laboran Kesehatan Masyarakat, Wulan Kharisma Putri, SPsi. Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari sistem pengelolaan laboratorium, tata kelola administrasi, hingga pengembangan layanan yang diterapkan di FISIP Unismuh Makassar.
Kedatangan rombongan disambut Kepala Laboratorium FISIP Unismuh Makassar, Iswadi Amiruddin, SSos, MAP, bersama Koordinator Laboratorium Sittir Rahmawati Arfah, SSos, MSi, serta Dian Lestari, SSos, MAP.
Dalam kesempatan itu, Iswadi Amiruddin menegaskan bahwa benchmarking menjadi sarana strategis untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan laboratorium.
Ia menjelaskan, Laboratorium FISIP Unismuh Makassar saat ini memiliki lima unit yang mendukung kegiatan akademik dan pengembangan keilmuan, yakni Laboratorium Kebijakan, Laboratorium Pelayanan Publik, Laboratorium Governance Digital, Laboratorium Audio Visual, serta Laboratorium Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK).
“Keberadaan lima laboratorium ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Iswadi.
Sementara itu, Kepala UPT Laboratorium UWGM Samarinda, Dr Rosdiana, mengapresiasi sambutan dari pihak FISIP Unismuh Makassar. Ia berharap hasil benchmarking tersebut dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem laboratorium di institusinya.
Selama kegiatan berlangsung, kedua pihak juga melakukan diskusi mendalam terkait manajemen laboratorium, sistem administrasi, hingga inovasi layanan guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring kerja sama antarperguruan tinggi serta mendorong peningkatan mutu institusi secara berkelanjutan, khususnya dalam pengelolaan laboratorium di lingkungan pendidikan tinggi.

