October 15, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Kemahasiswaan dan Prestasi

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unismuh Makassar Lolos Official Selection IMAJITARI International Dance Film Festival 2026

Ahmad Muhadir, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar)

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Film tari eksperimental Something Lost karya Ahmad Muhadir, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), terpilih dalam Official Selection IMAJITARI International Dance Film Festival 2026. Film berdurasi 2 menit 41 detik itu menjadi satu dari 25 karya yang lolos seleksi dari 314 film yang didaftarkan peserta dari 60 negara.

Film yang diproduksi Studio Patodongi dengan berkolaborasi bersama Makassar Perform tersebut dijadwalkan tayang pada 16–17 Oktober 2026 di Teater Asrul Sani, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Karya ini mengangkat persoalan ekologis di Kampung Pesisir Tallo, Kota Makassar, melalui perpaduan gerak tubuh, lanskap pesisir, dan simbol tradisi masyarakat Bugis-Makassar.

Ahmad Muhadir menjadikan pesisir sebagai ruang untuk merekam hubungan manusia dengan alam sekaligus perubahan sosial yang berlangsung di sekitarnya. Menurut dia, kawasan pesisir tidak hanya berfungsi sebagai batas geografis antara daratan dan laut, tetapi juga menyimpan ingatan, kehidupan, dan jejak perubahan masyarakat.

“Saya melihat pesisir bukan hanya sebagai ruang antara daratan dan laut, tetapi sebagai ruang yang menyimpan ingatan, kehidupan, dan perubahan. Kampung Pesisir Tallo menjadi titik berangkat karya ini karena lanskapnya memperlihatkan pertemuan yang begitu dekat antara tubuh manusia, laut, lumpur, dan perkembangan kota,” ujarnya saat dikonfirmasi via Whatsapp, Kamis 15 Oktober 2026.

Dalam film tersebut, seorang performer berjalan perlahan di atas pasir berlumpur sambil membawa sepotong kelapa yang mengepulkan asap. Ia kemudian bergerak menuju laut dan melepaskan kelapa itu hingga mengambang di antara gelombang. Rangkaian adegan tersebut menghadirkan tubuh manusia sebagai medium untuk menyampaikan kegelisahan terhadap kondisi lingkungan pesisir.

Gerakan dalam Something Lost terinspirasi dari ritual songkabala, tradisi masyarakat Bugis-Makassar yang berkaitan dengan doa dan penolakan bala. Dalam konteks film, tindakan melepaskan kelapa ke laut menjadi simbol harapan di tengah lanskap pesisir yang terus berubah. Tradisi tersebut dipadukan dengan pendekatan film tari eksperimental untuk membangun narasi tanpa mengandalkan dialog verbal.

Lumpur, sampah, laut, dan jejak pembangunan menjadi elemen visual yang saling berkaitan sepanjang film. Melalui unsur-unsur tersebut, karya ini menyoroti hubungan manusia dengan lingkungan sekaligus perubahan ruang hidup yang menyertai perkembangan kota. Lanskap pesisir tidak sekadar menjadi latar, tetapi turut membangun makna dan menyampaikan persoalan ekologis yang diangkat.

Baca Juga: Mahasiswi Unismuh Makassar Raih Best Solution Design di FLS 2026

Dalam proses produksinya, Ahmad Muhadir bertindak sebagai sutradara (director), sedangkan Yusril Syarif berperan sebagai koreografer sekaligus performer. Kolaborasi keduanya menempatkan gerak tubuh sebagai bahasa utama untuk menyampaikan gagasan mengenai lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.

Pendekatan tersebut mempertemukan praktik film dengan seni tari dan isu lingkungan dalam satu karya berdurasi singkat. Alih-alih menyampaikan persoalan melalui penjelasan verbal, film ini mengandalkan gerak, objek, dan lanskap untuk membangun pengalaman visual bagi penonton.

Terpilihnya Something Lost dalam Official Selection IMAJITARI International Dance Film Festival 2026 menjadi capaian bagi Ahmad dalam mengembangkan praktik seni lintas media. Seleksi tersebut juga membuka ruang bagi karya yang berangkat dari persoalan lokal di Makassar untuk hadir di hadapan penonton festival di tingkat internasional.

Penayangan di Taman Ismail Marzuki pada 16–17 Oktober 2026 menjadi agenda berikutnya bagi film tersebut setelah melewati proses seleksi festival. Melalui karya ini, persoalan ekologis Kampung Pesisir Tallo diharapkan dapat memperoleh perhatian lebih luas, sekaligus memperlihatkan bagaimana seni dapat menjadi medium untuk merekam perubahan lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Informasi Karya

Judul: Something Lost
Durasi: 2 menit 41 detik
Sutradara: Ahmad Muhadir
Koreografer dan performer: Yusril Syarif
Produksi: Studio Patodongi
Kolaborator: Makassar Perform
Festival: IMAJITARI International Dance Film Festival 2026
Status: Official Selection
Jadwal penayangan: 16–17 Oktober 2026
Lokasi penayangan: Teater Asrul Sani, Taman Ismail Marzuki, Jakarta