September 26, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Kampus

Dari Sampah ke Karya, KKN-DIK Unismuh Kenalkan Ecobrick kepada Warga Binuang

UNISMUH.AC.ID, BARRU — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-DIK) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) menggelar workshop bertema “Dari Sampah ke Karya: Pelatihan Pembuatan Ecobrick untuk Lingkungan Berkelanjutan” di Kantor Desa Binuang, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Jumat, 25 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN-DIK mengenalkan cara sederhana mengolah sampah plastik menjadi produk yang dapat dimanfaatkan kembali sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan.

Workshop dihadiri Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Binuang A. Nurhidayah, S.KM., Sekretaris TP PKK Salasiah, Koordinator Desa Agus Salim, serta para kader PKK Desa Binuang.

Kegiatan menghadirkan Muhammad Nugrah, mahasiswa KKN-DIK Desa Binuang, sebagai pemateri. Program tersebut dilaksanakan dengan arahan dan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) St. Rahma Tahir, S.Pd., M.Pd., dan Erni Ekafitria Bahar, S.Pd., M.Pd.

Dalam pemaparannya, Nugrah menjelaskan bahwa ecobrick merupakan salah satu alternatif pemanfaatan kembali sampah plastik dengan memasukkan plastik bersih dan kering ke dalam botol plastik, kemudian memadatkannya hingga membentuk blok yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Menurut dia, pengelolaan sampah tidak hanya diarahkan pada upaya mengurangi timbunan limbah, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat terhadap material yang selama ini dianggap tidak lagi memiliki nilai guna.

“Ecobrick menjadi salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan mulai dari lingkungan sekitar. Sampah plastik yang selama ini hanya dibuang dapat dikumpulkan, dipilah, kemudian dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang lebih berguna,” ujar Nugrah.

Ia menjelaskan, pembuatan ecobrick dimulai dengan memastikan sampah plastik dalam kondisi bersih dan kering. Plastik kemudian dipotong menjadi bagian yang lebih kecil, dimasukkan ke dalam botol, lalu dipadatkan menggunakan tongkat hingga memenuhi ruang di dalam botol.

“Yang paling penting dalam membuat ecobrick adalah memastikan plastiknya bersih dan kering. Setelah dimasukkan ke dalam botol, sampah harus dipadatkan agar hasilnya kuat dan dapat dimanfaatkan,” katanya.

Ketua TP PKK Desa Binuang A. Nurhidayah menyambut baik pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, edukasi pengelolaan sampah perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan yang sederhana dan mudah dipraktikkan.

“Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk membantu mengurangi sampah plastik di lingkungan,” ujar Nurhidayah.

Sekretaris TP PKK Desa Binuang, Salasiah, menilai keterlibatan kader PKK dalam pelatihan tersebut dapat memperluas dampak kegiatan. Pengetahuan yang diperoleh selama workshop diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Workshop berlangsung secara partisipatif. Peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai konsep ecobrick, tetapi juga diperkenalkan pada proses pemilahan sampah, pemotongan plastik, pengisian botol, hingga teknik pemadatan agar menghasilkan ecobrick yang kuat dan dapat digunakan.

Koordinator Desa Agus Salim turut mendampingi kegiatan tersebut. Keterlibatan pemerintah desa dan kader PKK menjadi bagian penting dalam mendorong kesinambungan program mahasiswa KKN-DIK, khususnya yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Melalui kegiatan itu, mahasiswa KKN-DIK Unismuh di Desa Binuang mengajak masyarakat melihat sampah plastik bukan semata sebagai limbah, tetapi sebagai material yang masih dapat diolah dan dimanfaatkan. Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kebiasaan memilah, mengurangi, dan mengolah sampah sejak dari lingkungan rumah tangga.

Program ini sekaligus sejalan dengan komitmen Unismuh Makassar dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim. Melalui edukasi dan praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat, KKN-DIK diharapkan menjadi ruang pengabdian yang tidak hanya memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi terwujudnya lingkungan desa yang lebih bersih dan berkelanjutan.