September 23, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Kampus

KKN-DIK Unismuh Kenalkan Pemanfaatan AI untuk Belajar kepada Siswa MTsN 1 Barru

UNISMUH.AC.ID, BARRU — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-DIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Kelompok Mangempang menggelar workshop “Mengenal dan Memanfaatkan AI dalam Belajar” di MTsN 1 Barru, Senin, 21 September 2026.

Kegiatan yang diikuti 21 siswa tersebut mengenalkan dasar-dasar Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan artifisial, sekaligus cara memanfaatkannya sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran.

Siswa diperkenalkan dengan berbagai penggunaan AI untuk membantu mencari informasi, memahami materi pelajaran, mengembangkan gagasan, hingga mendukung kreativitas.

Namun, mahasiswa KKN-DIK juga menekankan bahwa penggunaan AI harus tetap disertai kemampuan berpikir kritis. Informasi yang dihasilkan teknologi tidak semestinya diterima begitu saja tanpa diperiksa kembali.

AI sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti Berpikir

Pemateri pertama, Eka Avriani, mengatakan workshop tersebut dirancang agar siswa memahami fungsi AI secara sederhana dan dekat dengan kebutuhan belajar sehari-hari.

“Melalui workshop ini, kami ingin memberikan pemahaman dasar kepada siswa mengenai Artificial Intelligence (AI) dan bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran,” ujar Eka.

Ia berharap siswa dapat menggunakan AI untuk mendukung proses belajar dan bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi.

“Kami berharap siswa dapat melihat AI sebagai salah satu media yang dapat membantu mereka belajar, mencari informasi, serta mengembangkan kreativitas,” katanya.

Workshop tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyampaian materi. Siswa juga mendapat kesempatan mencoba penggunaan AI melalui praktik sederhana yang disiapkan mahasiswa.

Tetap Periksa Informasi dari AI

Pemateri kedua, Wulan Ardita, menekankan aspek etika dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi.

Menurutnya, kemampuan menggunakan AI perlu diikuti kesadaran bahwa teknologi tersebut memiliki keterbatasan dan hasilnya tetap harus diperiksa.

“Dalam kegiatan ini, kami juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal dan mencoba penggunaan AI secara langsung. Kami menekankan bahwa AI sebaiknya digunakan secara bijak dan bertanggung jawab,” ujar Wulan.

“Siswa tetap perlu berpikir kritis, memeriksa kembali informasi yang diperoleh, dan tidak sepenuhnya bergantung pada hasil yang diberikan oleh AI,” lanjutnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting workshop. AI diperkenalkan sebagai alat bantu belajar, bukan pengganti kemampuan berpikir, membaca, berdiskusi, dan menyelesaikan tugas secara mandiri.

Bekali Siswa Menghadapi Era Digital

Koordinator Desa KKN-DIK Mangempang, Asri, mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari upaya mahasiswa menghadirkan program pengabdian yang relevan dengan perkembangan teknologi.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi siswa MTsN 1 Barru mengenai perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence,” ujar Asri.

Menurutnya, kegiatan KKN-DIK tidak hanya diarahkan pada penyampaian pengetahuan, tetapi juga pada manfaat yang dapat diterapkan siswa dalam kegiatan belajar.

“Sebagai mahasiswa KKN-DIK, kami berusaha menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat diterapkan siswa dalam mendukung proses belajar mereka,” katanya.

Siswa Antusias Ikuti Praktik

Moderator kegiatan, Indraswari Mustika, mengatakan siswa menunjukkan antusiasme selama workshop berlangsung.

Mereka aktif dalam sesi penyampaian materi, diskusi, hingga praktik penggunaan AI.

“Kegiatan workshop ini menjadi salah satu kesempatan bagi siswa untuk mengenal perkembangan teknologi AI secara lebih dekat. Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat antusias mengikuti materi dan aktif dalam sesi diskusi maupun praktik,” ujar Indraswari.

Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal awal bagi siswa untuk memanfaatkan perkembangan teknologi secara lebih produktif.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa dapat memperoleh pemahaman baru mengenai pemanfaatan AI dan mampu menggunakannya secara bijak sebagai pendukung dalam proses pembelajaran,” katanya.

Melalui workshop tersebut, mahasiswa KKN-DIK Unismuh Kelompok Mangempang berupaya membekali siswa dengan literasi AI, bukan hanya kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kecakapan untuk memeriksa informasi, menjaga kemandirian belajar, serta tetap menempatkan kemampuan berpikir kritis sebagai bagian utama dari proses pendidikan.