September 11, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama

Dosen dan Mahasiswa PBI Unismuh Bawa Riset AI ke Forum Internasional

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris mengikutsertakan dosen dan mahasiswa sebagai presenter dalam International Conference and Annual Business Meeting APSPBI 2026 di Jakarta, Kamis-Jumat, 10-11 September 2026.

Tema yang dibawa beragam. Dua di antaranya menyentuh isu yang tengah berkembang dalam pendidikan tinggi, yakni pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembelajaran bahasa Inggris serta adaptasi akademik dan budaya mahasiswa internasional.

Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Unismuh, Sulkifli, S.Pd., M.Pd., hadir langsung di Jakarta. Ia mempresentasikan riset berjudul “Adaptive AI in EFL Higher Education: From Cognitive Personalization to Affective Support.”

Kajian itu membahas kemungkinan penggunaan kecerdasan buatan adaptif dalam pembelajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi. Perhatian tidak hanya diarahkan pada personalisasi pembelajaran secara kognitif, tetapi juga dukungan terhadap aspek afektif mahasiswa.

Dosen lainnya, Firman, S.Pd., M.Pd., mengikuti konferensi secara daring. Ia membawakan penelitian “Academic and Cultural Adaptation of International Students at Universitas Muhammadiyah Makassar: Challenges and Coping Strategies.”

Penelitian tersebut menyoroti pengalaman mahasiswa internasional dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan akademik dan budaya di Unismuh, termasuk tantangan yang mereka hadapi dan strategi untuk mengatasinya.

Mahasiswa Ikut Menjadi Presenter

Tidak hanya dosen, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris juga tampil sebagai presenter secara daring.

Sebanyak sembilan mahasiswa membawa topik penelitian yang berkisar pada pembelajaran bahasa Inggris, penulisan akademik, penerjemahan, pelafalan, interaksi di kelas, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan.

Andi Nur Alifah Insani Amin, misalnya, mengkaji penggunaan panduan prompt dalam pemanfaatan Generative Artificial Intelligence dan pengaruhnya terhadap efikasi menulis serta kualitas retorika mahasiswa EFL.

Sementara Regia Mutmainna Zyam meneliti bagaimana mahasiswa menggunakan perangkat AI sepanjang proses penulisan akademik.

Tema penulisan juga diangkat Tiara Sasmita, yang meneliti tantangan mahasiswa dalam menyusun artikel ilmiah. Adapun Ishmah Afifah mengkaji penggunaan graphic organizer untuk meningkatkan kreativitas dalam menulis teks recount.

Bidang lain juga mendapat perhatian. Muhamad Risal Febrianto meneliti gaya penerjemahan mahasiswa berdasarkan perspektif fungsional, sedangkan Muhammad Zacki Mubarak mengkaji preferensi mahasiswa terhadap aksen Amerika dan Inggris dalam aktivitas berbicara.

Surya Febrian mengangkat strategi mahasiswa dalam mempelajari pelafalan bahasa Inggris. Adni Dzilarsy Makina meneliti penyesuaian tuturan dalam interaksi antara dosen dan mahasiswa. Sementara Andi Fahima Yanti mengkaji penggunaan aplikasi untuk meningkatkan kemampuan memahami bacaan.

Keterlibatan mahasiswa sebagai presenter memberi mereka pengalaman yang berbeda dari kegiatan belajar di kelas. Mereka tidak hanya dituntut menyelesaikan penelitian, tetapi juga menyampaikan gagasan secara sistematis dan berhadapan dengan forum akademik yang lebih luas.

Belajar Menjadi Bagian dari Komunitas Ilmiah

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Unismuh Makassar, Ariana, S.Pd., M.Pd., menilai pengalaman tampil di forum internasional penting untuk membangun kepercayaan diri akademik mahasiswa.

Menurut dia, penelitian mahasiswa sebaiknya tidak berhenti sebagai tugas akademik. Hasil penelitian perlu diperkenalkan melalui forum ilmiah agar mahasiswa terbiasa menyampaikan gagasan, menerima tanggapan, dan membangun argumentasi.

Ariana juga melihat keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam forum yang sama sebagai bagian dari pembentukan ekosistem akademik di program studi.

Dosen, menurut dia, dapat memberi contoh dalam aktivitas penelitian, sementara mahasiswa memperoleh ruang untuk belajar dan mengembangkan pengalaman sejak berada di jenjang sarjana.

Keterlibatan tersebut menjadi penting karena kemampuan akademik di perguruan tinggi tidak hanya dibangun melalui proses membaca dan menulis. Mahasiswa juga perlu dilatih mengomunikasikan hasil pemikirannya kepada komunitas ilmiah.

AI Semakin Dekat dengan Ruang Kelas

Dari sejumlah tema yang dibawa delegasi Unismuh, kecerdasan buatan menjadi salah satu isu yang menonjol.

Riset Sulkifli melihat AI dari perspektif pembelajaran adaptif, sedangkan penelitian mahasiswa menyoroti penggunaannya dalam proses penulisan.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa AI mulai bergeser dari sekadar perangkat teknologi menjadi objek kajian pendidikan. Pertanyaan yang muncul bukan lagi hanya apakah mahasiswa menggunakan AI, tetapi bagaimana teknologi itu dipakai, diarahkan, dan ditempatkan dalam proses belajar.

Di sisi lain, kajian Firman mengenai mahasiswa internasional memperlihatkan dimensi lain dari perubahan pendidikan tinggi. Mobilitas mahasiswa lintas negara membawa kebutuhan baru bagi perguruan tinggi untuk memahami proses adaptasi akademik, sosial, dan budaya.

Partisipasi dosen dan mahasiswa dalam APSPBI 2026 sekaligus berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4, Pendidikan Berkualitas, terutama melalui peningkatan kompetensi penelitian dan pembelajaran.

Kajian mengenai AI juga bersinggungan dengan SDGs 9, Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, sedangkan pertemuan akademik lintas perguruan tinggi memperkuat SDGs 17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi langkah awal untuk mengenal satu bagian penting dari kehidupan akademik: penelitian tidak selesai ketika tulisan rampung. Gagasan juga perlu diuji, dipertukarkan, dan dipertanggungjawabkan di hadapan komunitas ilmiah.