UNISMUH.ACID, KUALA LUMPUR — Tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengikuti Inter-Medical School Physiology Quiz (IMSPQ) 2026 di Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu-Kamis, 9-10 September 2026.
Ketiga mahasiswa tersebut yakni Nur Afiq Zaky Ananda, Adelia Najwa, dan Nayla Syafaa. Mereka membawa nama Unismuh dalam kompetisi akademik bidang fisiologi yang mempertemukan mahasiswa kedokteran dari berbagai perguruan tinggi.
Keikutsertaan dalam IMSPQ menjadi kesempatan bagi ketiganya untuk menguji kemampuan akademik sekaligus merasakan atmosfer kompetisi di lingkungan pendidikan kedokteran internasional.
Materi yang dihadapi tidak hanya menuntut penguasaan konsep fisiologi, tetapi juga kemampuan analisis, berpikir kritis, dan pemecahan masalah.
Uji Pemahaman Fisiologi
IMSPQ merupakan kompetisi akademik yang berfokus pada fisiologi, yakni ilmu yang mempelajari fungsi dan mekanisme kerja tubuh manusia.
Karena itu, peserta tidak hanya dituntut mengingat materi, tetapi juga memahami bagaimana berbagai sistem tubuh bekerja dan saling berhubungan.
Nur Afiq Zaky Ananda mengatakan, mengikuti kompetisi internasional memberikan tantangan tersendiri. Ia bersama Adelia dan Nayla berusaha mempersiapkan diri agar dapat memberikan penampilan terbaik.
“Kami berusaha memberikan yang terbaik dan membawa nama Unismuh Makassar. Semoga pengalaman ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani mengikuti kompetisi internasional,” ujar Afiq.
Menurutnya, persiapan menghadapi IMSPQ sekaligus menjadi kesempatan untuk memperdalam materi fisiologi dan melatih kemampuan menghadapi soal-soal yang membutuhkan penalaran.
Kompetisi tersebut juga mempertemukan mahasiswa Unismuh dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi. Interaksi antarpeserta membuka ruang bertukar pengalaman mengenai proses belajar kedokteran di masing-masing institusi.
Belajar di Luar Ruang Kuliah
Bagi ketiga mahasiswa, mengikuti IMSPQ bukan semata tentang mengejar hasil kompetisi.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari proses belajar di luar ruang kuliah. Mereka dapat melihat secara langsung suasana akademik di Universiti Malaya sekaligus mengenal mahasiswa kedokteran dari latar belakang pendidikan yang berbeda.
Pengalaman internasional tersebut memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun kepercayaan diri, serta belajar menempatkan kemampuan akademiknya dalam lingkungan kompetitif yang lebih luas.
Pertemuan dengan peserta dari berbagai institusi juga membuka peluang membangun jejaring akademik yang dapat berguna dalam perjalanan pendidikan maupun profesi mereka di masa depan.
Dorong Mahasiswa Berani ke Forum Internasional
Keikutsertaan Nur Afiq, Adelia, dan Nayla menunjukkan semakin terbukanya ruang bagi mahasiswa FKIK Unismuh untuk memperoleh pengalaman akademik di tingkat internasional.
Pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti pada tiga mahasiswa yang mengikuti kompetisi. Mereka dapat membagikan pengalaman persiapan, suasana kompetisi, hingga pelajaran yang diperoleh kepada mahasiswa lainnya.
Partisipasi mahasiswa dalam forum seperti IMSPQ sekaligus mendukung proses internasionalisasi pendidikan di Unismuh, khususnya dengan memberi ruang bagi mahasiswa untuk menguji kompetensi di luar lingkungan kampus.
Sejalan dengan SDGs
Keikutsertaan tiga mahasiswa FKIK Unismuh dalam IMSPQ 2026 sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Quality Education, terutama melalui penguatan kompetensi akademik, kemampuan berpikir kritis, dan pengalaman belajar lintas negara.
Dalam konteks pendidikan kedokteran, penguatan pemahaman ilmu dasar seperti fisiologi juga berkontribusi terhadap penyiapan calon tenaga kesehatan yang kompeten, sehingga berkaitan dengan SDG 3: Good Health and Well-being.
Sementara interaksi mahasiswa dengan peserta dan institusi pendidikan dari berbagai negara turut mendukung SDG 17: Partnerships for the Goals, terutama melalui penguatan jejaring dan pertukaran pengetahuan dalam pendidikan tinggi.
Melalui IMSPQ 2026, tiga mahasiswa FKIK Unismuh membawa proses belajar dari Makassar ke ruang akademik internasional. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal untuk membangun kompetensi, jejaring, dan keberanian berkompetisi di tingkat global.
Kontributor: Bukhairul Iman
Editor: Hadisaputra

