UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR– Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar membekali 90 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Profesi (KKP Berdampak), Senin 3 Agustus 2026 sebagai persiapan sebelum diterjunkan ke Kabupaten Barru. Mahasiswa yang berasal dari Program Studi Agribisnis, Agroteknologi, Kehutanan, dan Budidaya Perairan itu akan melaksanakan pengabdian masyarakat selama dua bulan, mulai 5 Agustus hingga 5 Oktober 2026, di Kecamatan Tanete Rilau dan Kecamatan Tanete Riaja.
Program bertajuk KKP Berdampak tersebut dirancang untuk mendorong mahasiswa tidak hanya memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui penguatan sektor pertanian, perikanan, dan pemberdayaan potensi lokal.
Ketua Panitia KKP Berdampak, Dr. Abdul Malik, S.Pi., M.Si., mengatakan seluruh rangkaian persiapan telah dilakukan agar mahasiswa memiliki bekal yang memadai sebelum memasuki lokasi pengabdian. Menurutnya, pemilihan Kabupaten Barru didasarkan pada potensi agraris dan pesisir yang dinilai strategis untuk menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengabdian.
“Hari ini sebanyak 90 mahasiswa aktif mengikuti pembekalan sebagai persiapan awal sebelum memasuki lokasi pengabdian. Kami memilih Kecamatan Tanete Rilau dan Kecamatan Tanete Riaja di Kabupaten Barru karena kedua wilayah ini memiliki potensi agraris dan pesisir yang sangat strategis untuk dikembangkan,” ujar Abdul Malik.
Ia berharap para peserta mampu memetakan potensi wilayah, membangun kolaborasi dengan masyarakat, serta merancang program-program inovatif yang memberikan manfaat langsung bagi warga setempat.
Dekan Fakultas Pertanian Unismuh Makassar, Dr. Ir. Andi Khaeriyah, M.Pd., IPU., saat membuka kegiatan secara resmi menegaskan bahwa KKP Berdampak merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus mengasah kepedulian sosial.
“KKP Berdampak bukan sekadar rutinitas akademik tahunan, melainkan ajang pembuktian integritas, keilmuan, dan kepedulian sosial mahasiswa Fakultas Pertanian,” kata Andi Khaeriyah.
Ia mengingatkan mahasiswa agar menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi pengabdian. Selain itu, mahasiswa diminta meningkatkan empati terhadap masyarakat serta mengoptimalkan kompetensi yang dimiliki untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.
“Selama dua bulan berada di Barru, jagalah nama baik almamater, tingkatkan empati, serta terapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah untuk membantu menyelesaikan tantangan nyata di lapangan. Jadilah bagian dari solusi yang memberikan dampak berkelanjutan,” ujarnya.
Selama pembekalan, peserta memperoleh materi mengenai pemetaan potensi daerah, etika bermasyarakat, hingga penyusunan program kerja berbasis potensi lokal di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan. Materi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lokasi KKP.
Kegiatan pembekalan turut dihadiri jajaran pimpinan Fakultas Pertanian, antara lain para Wakil Dekan, Ketua Program Studi di lingkungan Fakultas Pertanian, serta dosen pendamping lapangan yang akan mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan KKP di Kabupaten Barru.

