UNISMUH.AC.ID, MAROS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-DIK) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) melaksanakan edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik di Aula Kantor Desa Samangki, Senin, 7 September 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Samangki, imam desa, kepala dusun, perangkat desa, Karang Taruna, serta mahasiswa KKN-DIK Unismuh Makassar. Edukasi ini menjadi bagian dari program kerja mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan desa yang bersih dan tertata.
Program tersebut mencakup edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik serta penyediaan tempat sampah. Sebanyak delapan unit tempat sampah organik dan anorganik disediakan untuk ditempatkan di sejumlah fasilitas umum di setiap dusun dan Kantor Desa Samangki.
Edukasi Pemilahan Sampah
Dalam kegiatan edukasi, mahasiswa KKN-DIK memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya membedakan sampah organik dan anorganik. Pemilahan dilakukan agar sampah dapat dikelola sesuai dengan jenisnya dan tidak tercampur.
Selain edukasi, mahasiswa juga menyediakan tempat sampah yang dibedakan berdasarkan jenis sampah. Penyediaan sarana tersebut diharapkan dapat mendukung kebiasaan masyarakat dalam memilah dan membuang sampah pada tempatnya.
Pada Senin, 7 September 2026, tempat sampah diserahkan kepada Pemerintah Desa Samangki dan ditempatkan di Kantor Desa. Penyerahan tersebut menjadi tahap awal dalam pendistribusian tempat sampah ke sejumlah dusun.
Penyediaan Tempat Sampah di Setiap Dusun
Pendistribusian tempat sampah kemudian dilanjutkan pada beberapa dusun. Pada Sabtu, 12 September 2026, tempat sampah diserahkan kepada Kepala Dusun Samanggi dan Kepala Dusun Pattunuang untuk ditempatkan di masjid.
Selanjutnya, pada Senin, 14 September 2026, tempat sampah diserahkan kepada Kepala Dusun Balangajia untuk ditempatkan di posyandu. Sementara itu, pada Kamis, 17 September 2026, tempat sampah diserahkan kepada Kepala Dusun Tanrang, Tallasa, dan Tallasa Baru untuk ditempatkan di posyandu.
Dengan pendistribusian tersebut, delapan unit tempat sampah organik dan anorganik ditempatkan di Kantor Desa serta sejumlah fasilitas umum di setiap dusun. Penempatan di fasilitas yang digunakan masyarakat diharapkan dapat memudahkan penerapan pemilahan sampah dalam kegiatan sehari-hari.
Dukungan Pemerintah Desa
Dalam sesi kegiatan, Imam Desa Samangki menanyakan mengenai cakupan penyediaan tempat sampah yang dilakukan mahasiswa KKN-DIK.
“Apakah tempat sampah disediakan di setiap dusun?” tanya Imam Desa Samangki.
Mahasiswa KKN-DIK Unismuh Makassar menjelaskan bahwa penyediaan tempat sampah dilakukan di setiap dusun dan Kantor Desa.
“Jadi kami menyediakan tempat sampah di setiap dusun dan di Kantor Desa,” jawab mahasiswa KKN-DIK Unismuh Makassar.
Kepala Desa Samangki turut mengapresiasi program penyediaan tempat sampah yang dilakukan mahasiswa KKN-DIK. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Samangki.
“Anak KKN kami membuat sesuatu yang inovatif dan bermanfaat bagi Desa Samangki, yaitu tempat sampah. Semoga sampah bukan lagi polemik bagi kita semua. Terima kasih anak-anak KKN, dosen pembimbing, dan Bapak Rektor Unismuh Makassar,” ujar Ibu Kepala Desa Samangki.
Program edukasi pemilahan sampah dan penyediaan tempat sampah tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-DIK Unismuh Makassar dalam mendukung kebersihan lingkungan Desa Samangki. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik serta menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

