July 31, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Kampus Nasional

Dosen Unismuh Masuk Pengurus APDOK PAI Bidang Publikasi

NEWS.UNIMSUH.AC.ID, SALATIGADosen Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr Ferdinan, S.Pd.I., M.Pd.I., dipercaya masuk dalam kepengurusan Asosiasi Pengelola Program Doktor Pendidikan Agama Islam Indonesia (APDOK PAI) Indonesia.

Ferdinan mendapat amanah pada Bidang Penelitian dan Publikasi Ilmiah berdasarkan hasil Musyawarah Nasional VI APDOK PAI Indonesia yang berlangsung di Hotel Laras Asri, Salatiga, Jawa Tengah, 29–31 Juli 2026.

Munas yang diselenggarakan dengan Universitas Islam Negeri Salatiga sebagai tuan rumah itu dirangkaikan dengan CEPaSO International Conference 2026. Kegiatan tersebut dihadiri para pengelola Program Doktor Pendidikan Agama Islam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Baca juga: Pesantren Jadi Benteng Krisis Iklim, Riset Dosen Unismuh Makassar Tawarkan Jalan Baru Pendidikan Islam Ekologis

Forum itu membahas penguatan kelembagaan, pembaruan kurikulum, penjaminan mutu, riset, publikasi ilmiah, serta kerja sama akademik antarpengelola Program Doktor PAI. Sekitar 70 persen pengelola Program Doktor PAI di Indonesia dilaporkan mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam kepengurusan baru, Ferdinan diharapkan berperan mendorong kolaborasi penelitian antarperguruan tinggi, meningkatkan kualitas artikel ilmiah, serta memperkuat pendampingan publikasi bagi dosen dan mahasiswa Program Doktor PAI.

Amanah tersebut juga membuka peluang perluasan jejaring penelitian dan publikasi bagi Program Studi S3 PAI Pascasarjana Unismuh Makassar. Jejaring itu diharapkan dapat dikembangkan melalui penelitian bersama, kelompok riset, seminar ilmiah, serta penerbitan artikel pada jurnal bereputasi.

Menurut Ferdinan, program doktor tidak cukup hanya menyelenggarakan perkuliahan dan menghasilkan lulusan. Program doktor juga harus menjadi pusat lahirnya gagasan, inovasi, dan solusi atas persoalan pendidikan, keumatan, kebangsaan, dan tantangan global.

“Pertemuan ini tidak boleh berhenti sebagai forum seremonial. Hasilnya harus diterjemahkan menjadi pembaruan kurikulum, pendampingan disertasi dan publikasi mahasiswa yang lebih terstruktur, serta peningkatan produktivitas penelitian dan publikasi dosen untuk mendukung Program Studi S3 PAI menuju Unggul,” kata Ferdinan.

Salah satu agenda yang mengemuka dalam pertemuan tersebut ialah penyusunan rancangan pengembangan kurikulum baru Program Studi S3 PAI. Kurikulum itu diarahkan agar lebih relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan mahasiswa doktoral, pendekatan pendidikan berbasis luaran, serta standar akreditasi.

Pembahasan kurikulum juga mencakup penguatan capaian pembelajaran lulusan, penerapan asesmen berbasis outcome-based education atau OBE, penjaminan mutu, dan strategi pencapaian status akreditasi Unggul.

Baca juga: PTS Terbaik di Indonesia Timur, Inilah 10 Keunggulan Unismuh Makassar

Pengembangan tersebut diselaraskan dengan Instrumen Akreditasi Program Studi 3.0 yang diterbitkan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan. Perangkat itu antara lain mencakup pedoman umum, penyusunan laporan evaluasi diri, pengisian data kuantitatif program studi, dan matriks penilaian.

Bagi Program Studi S3 PAI Unismuh Makassar, hasil Munas akan ditindaklanjuti melalui penyempurnaan kurikulum, penguatan pendampingan mahasiswa, serta peningkatan produktivitas penelitian dan publikasi dosen.

Pendampingan mahasiswa akan dilakukan sejak tahap penyusunan proposal, pelaksanaan penelitian, penulisan disertasi, hingga penyusunan artikel ilmiah. Pendampingan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi persyaratan akademik, tetapi juga untuk meningkatkan mutu dan kebaruan penelitian.

Disertasi mahasiswa diharapkan menghasilkan temuan yang relevan dengan persoalan pendidikan Islam dan dapat dikembangkan menjadi artikel pada jurnal nasional terakreditasi ataupun jurnal internasional bereputasi.

Ferdinan mengatakan, mutu Program Doktor PAI sangat ditentukan oleh kualitas disertasi, relevansi penelitian dosen, produktivitas publikasi, kolaborasi antarperguruan tinggi, serta kemampuan program studi memberikan dampak bagi masyarakat.

Selain Munas, peserta mengikuti CEPaSO International Conference 2026 yang membahas hubungan agama, pendidikan, dan keadilan sosial. Konferensi tersebut menekankan pentingnya pendidikan agama yang berpijak pada nilai kemanusiaan, rasionalitas, inklusivitas, dan keadilan sosial dalam menghadapi perubahan global.

Melalui kepengurusan APDOK PAI Indonesia, Ferdinan diharapkan dapat menjadi penghubung antara agenda pengembangan Program Doktor PAI secara nasional dan kebutuhan peningkatan mutu S3 PAI Pascasarjana Unismuh Makassar.