UNISMUH.AC.ID, MAROS – Tim Program Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PW) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat daya saing UMKM berbasis perikanan melalui penyerahan bantuan peralatan produksi kepada POKLAHSAR Amplang Sikapaya, Desa Minasa Upa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Senin 29 Juni 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program Pemberdayaan Berbasis Wilayah Lingkup Pemberdayaan Wilayah Kabupaten Maros yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026–2029 berdasarkan Surat Keputusan Nomor 212/C3/DT.05.00/PM/2026.
Program ini diketuai oleh Dr. Ir. Rahmi, S.Pi., M.Si., IPU dengan anggota tim Dr. Andi Rahayu Anwar SR, M.Si., Abd Salam, S.E., M.M. dari Universitas Muhammadiyah Makassar, serta Dr. Mohammad Anwar Sadat, M.Si. dari Universitas Muslim Maros. Program juga melibatkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar, yakni Al Fira Marwan, Adinda Magfira, Haidir, Akbar, Abdulrahman Ratuloli, dan Rahmi, yang berpartisipasi dalam kegiatan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Tim Program, Dr. Rahmi, kepada Ketua POKLAHSAR Amplang Sikapaya, Ibu Sidra, serta disaksikan oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maros, Nuryadi, S.Sos.,M.AP dan Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Perikanan, Awaluddin Raahmat, S.T., M.Si di halaman kantor dinas perikanan kabupaten Maros.
Adapun peralatan yang diserahkan meliputi mesin penggoreng otomatis, kompor gas 1000 mata, serta mesin sealer/vacuum sealer untuk mendukung proses pengemasan produk. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, menjaga kualitas produk, serta memperpanjang daya simpan amplang sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar.
Dalam sambutannya, Dr. Rahmi menyampaikan bahwa bantuan peralatan merupakan bagian dari strategi pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tetapi juga pada penguatan sarana produksi.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok. Peralatan yang lebih modern akan membantu meningkatkan kapasitas produksi, menjaga konsistensi mutu, mempercepat proses kerja, dan menghasilkan produk yang lebih kompetitif. Namun yang terpenting adalah bagaimana kelompok mampu mengelola usaha secara profesional sehingga manfaat program ini dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Dr. Rahmi, sebelumnya tim telah mengidentifikasi beberapa permasalahan utama yang dihadapi POKLAHSAR Amplang Sikapaya, antara lain belum optimalnya standarisasi mutu produk, keterbatasan kapasitas produksi, minimnya diversifikasi produk, pemasaran yang masih bersifat lokal dan konvensional, serta sistem manajemen usaha dan pencatatan keuangan yang belum tertata secara profesional.
Karena itu, selain bantuan peralatan, program juga memberikan pendampingan dalam aspek manajemen usaha, peningkatan mutu produk, pengembangan kemasan, pemasaran digital, serta penguatan tata kelola kelompok agar mampu berkembang menjadi UMKM yang mandiri dan berdaya saing.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maros, Nuryadi, S.Pi., memberikan apresiasi atas kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan UMKM sektor perikanan.
“Program seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat. Bantuan peralatan yang disertai pendampingan akan memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan bantuan yang hanya bersifat fisik. Kami berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan kelompok usaha dapat terus diperkuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Perikanan, Awaluddin Raahmat, S.T., M.Si., menilai bahwa modernisasi peralatan produksi menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas usaha pengolahan hasil perikanan.
Sementara itu, Ketua POKLAHSAR Amplang Sikapaya, Ibu Sidra, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diberikan melalui Program Pemberdayaan Berbasis Wilayah.
“Peralatan ini sangat kami butuhkan untuk meningkatkan produksi amplang. Selama ini kami masih menggunakan peralatan sederhana sehingga kapasitas produksi terbatas. Dengan bantuan ini, kami optimistis kualitas produk akan semakin baik dan mampu memenuhi permintaan pasar yang lebih luas,” katanya.
Melalui Program Pemberdayaan Berbasis Wilayah yang akan berlangsung hingga tahun 2029, Tim Unismuh Makassar menargetkan POKLAHSAR Amplang Sikapaya mampu berkembang menjadi UMKM perikanan yang memiliki produk berkualitas, sistem manajemen usaha yang profesional, serta jaringan pemasaran yang lebih luas, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota kelompok maupun masyarakat sekitar.

