August 13, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Uncategorized

Dorong Publikasi Bereputasi, Unismuh Makassar Gelar Workshop Drafting dan Editing Manuskrip Batch II

Workshop dan Pendampingan Drafting dan Editing Manuskrip, 12-13 Agustus 2026 (Foto: UGEC Unismuh)

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) melalui Unismuh Global Excellence Center (UGEC) kembali memperkuat kapasitas dosen dan peneliti dalam menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi melalui Workshop dan Pendampingan Drafting dan Editing Manuskrip Batch II Tahun 2026.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, 12–13 Agustus 2026, di Gedung Iqra Lantai 13, Kampus Unismuh Makassar.

Workshop dirancang tidak sekadar sebagai forum penyampaian materi, tetapi menjadi ruang pendampingan intensif bagi peserta untuk menyusun, memperbaiki, dan mematangkan manuskrip sebelum dikirimkan ke jurnal ilmiah bereputasi.

Ketua UGEC Unismuh Makassar, Prof. Hartono Bancong, Ph.D., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa penguatan kualitas publikasi merupakan bagian penting dari upaya membangun budaya akademik yang produktif dan berorientasi global.

Menurut Prof Hartono, kualitas penelitian saja belum cukup untuk membawa sebuah artikel menembus jurnal bereputasi. Penulis juga perlu mampu menyajikan argumentasi ilmiah secara kuat, menunjukkan kebaruan penelitian, menata struktur artikel sesuai karakter jurnal tujuan, serta melakukan penyuntingan naskah secara cermat.

“Melalui kegiatan pendampingan seperti ini, kita berharap para peserta tidak berhenti pada penyelesaian manuskrip, tetapi mampu membawa naskah tersebut sampai pada tahap submission dan pada akhirnya dapat diterbitkan pada jurnal ilmiah bereputasi,” ujarnya.

Selama dua hari, peserta mengikuti proses drafting dan editing manuskrip secara intensif.

Pendampingan diarahkan pada penguatan substansi artikel, konsistensi antara rumusan masalah, metode, hasil dan pembahasan, ketepatan penggunaan referensi, hingga penyempurnaan aspek teknis penulisan.

Model pendampingan tersebut memungkinkan peserta mengidentifikasi kelemahan masing-masing manuskrip sekaligus melakukan perbaikan secara langsung.

Perkuat Ekosistem Publikasi

Workshop tersebut menjadi bagian dari strategi UGEC dalam mendorong peningkatan kuantitas sekaligus kualitas publikasi internasional Unismuh Makassar.

Publikasi ilmiah dipandang semakin strategis karena tidak hanya menjadi indikator produktivitas akademik dosen dan peneliti, tetapi juga menjadi media diseminasi hasil riset, memperluas peluang kolaborasi, dan meningkatkan visibilitas karya akademik Unismuh pada tingkat internasional.

Pada hari kedua, kegiatan ditutup Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr. Burhanuddin, S.Sos., M.Pd.

Dalam arahannya, Burhanuddin menekankan bahwa publikasi ilmiah bereputasi perlu ditempatkan sebagai bagian dari budaya akademik dan agenda strategis universitas, bukan semata-mata sebagai kewajiban individual dosen.

Ia meminta para peserta menindaklanjuti manuskrip yang telah mendapatkan pendampingan hingga benar-benar dikirim dan dipublikasikan pada jurnal yang memiliki reputasi serta jangkauan pembaca yang luas.

“Yang terpenting setelah workshop ini adalah tindak lanjutnya. Manuskrip yang sudah disusun dan diperbaiki harus terus dikawal sampai pada proses publikasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa universitas membutuhkan karya ilmiah yang tidak hanya terbit, tetapi juga memiliki kualitas, dibaca, digunakan, dan disitasi oleh komunitas akademik yang lebih luas.

Menurut Burhanuddin, peningkatan publikasi internasional juga perlu dibarengi dengan perhatian terhadap dampak akademik.

Artikel yang diterbitkan pada jurnal bereputasi memiliki peluang lebih besar untuk dibaca, dikembangkan, dikolaborasikan, serta disitasi oleh peneliti dari berbagai negara.

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memperkuat rekam jejak penelitian sekaligus reputasi akademik Unismuh Makassar di tingkat nasional maupun internasional.

Dorong Kolaborasi Internasional

Burhanuddin juga mendorong peserta membangun kolaborasi penelitian yang lebih luas, termasuk dengan perguruan tinggi dan peneliti dari luar negeri.

Kolaborasi internasional dinilai penting untuk memperkuat kualitas penelitian, memperluas jejaring akademik, serta meningkatkan peluang karya ilmiah Unismuh memperoleh visibilitas global.

“Publikasi harus kita lihat dalam kerangka yang lebih besar. Ketika publikasi meningkat kualitasnya, sitasi meningkat, jejaring penelitian semakin luas, dan karya-karya akademik kita semakin dikenal, maka dampaknya juga akan kembali kepada penguatan reputasi institusi. Inilah yang perlu kita bangun secara konsisten,” tegasnya.

Melalui Workshop dan Pendampingan Drafting dan Editing Manuskrip Batch II Tahun 2026, UGEC terus memperkuat perannya sebagai salah satu penggerak peningkatan kualitas publikasi dan internasionalisasi Unismuh Makassar.

Program pendampingan tersebut diarahkan agar proses peningkatan publikasi tidak berhenti pada jumlah artikel, tetapi juga menyentuh aspek mutu, dampak, kolaborasi, dan keberlanjutan ekosistem riset universitas.

Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas akademik dosen dan peneliti, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan riset dan inovasi berbasis pengetahuan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui perluasan kolaborasi penelitian dan publikasi dengan mitra akademik di tingkat nasional maupun internasional.

(Citizen Reporter: Muhammad Amin/ Editor: Hadisaputra)