August 13, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Internasional

Unismuh Targetkan 600 Mahasiswa Dapat Pengalaman Internasional, Perluas Jejaring ke Thailand

Wakil Rektor I Unismuh memberikan sambutan dalam General Lecture bersama Manager Darul Hikmah School Thailand, Aminah Chumah, di Ruang Teater I-GIFt, Kampus Unismuh Makassar, Kamis, 13 Agustus 2026 (Foto: Dede Leman)

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) menargetkan sedikitnya 600 mahasiswa memperoleh pengalaman pembelajaran internasional pada tahun depan. Thailand menjadi salah satu negara yang terus diperkuat sebagai pintu mobilitas mahasiswa melalui program KKN, magang, pertukaran mahasiswa, hingga kegiatan akademik lainnya.

Target tersebut disampaikan Wakil Rektor I Unismuh Makassar Bidang Akademik dan Kerja Sama, Prof. Dr. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., saat memberikan sambutan dalam General Lecture bersama Manager Darul Hikmah School Thailand sekaligus Vice President Persatuan Alumni Indonesia Thai (PERSAIT), Aminah Chumah, di Ruang Teater I-GIFt Lantai 2, Kampus Unismuh Makassar, Kamis, 13 Agustus 2026.

Prof Andis, sapaan akrab Warek I Unismuh itu mengatakan, pihaknya tengah merancang perluasan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik di luar negeri, baik melalui pembelajaran, praktik, maupun program yang dibangun bersama perguruan tinggi dan mitra internasional.

“Kita berharap di tahun depan, ini sementara kita rancang, mudah-mudahan minimal 600 mahasiswa kita bisa belajar atau membangun koneksi dengan perguruan tinggi di luar yang bisa memberi kesempatan mahasiswa belajar,” ujarnya.

Menurut Prof Andis, internasionalisasi tidak semata-mata ditujukan untuk memenuhi indikator akreditasi maupun pemeringkatan perguruan tinggi. Hal yang lebih penting adalah memberikan pengalaman yang dapat memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi mahasiswa.

Kemitraan internasional, kata dia, juga dapat membuka ruang lebih luas bagi dosen untuk mengembangkan joint research, sekaligus mendorong pengembangan berbagai skema akademik, termasuk kemungkinan program double degree.

Ia menambahkan, perkembangan dunia pendidikan, termasuk kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menuntut mahasiswa memiliki kompetensi yang semakin adaptif dan mampu berinteraksi dalam lingkungan global.

Karena itu, Prof Andis berharap kerja sama dengan mitra luar negeri tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diterjemahkan dalam program yang memberi pengalaman langsung kepada mahasiswa.

Ia juga menilai kerja sama internasional telah menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu dan daya saing perguruan tinggi.

“Apa yang kita lakukan hari ini, membangun kerja sama dengan pihak luar negeri, memang sudah menjadi tuntutan akademik. Itu bagian yang mencirikan bahwa kampus menanjak dalam membangun daya saing dan juga indikator mutu,” jelasnya.

Thailand Jadi Salah Satu Pintu Internasionalisasi

Kerja sama Unismuh Makassar dengan mitra di Thailand Selatan sebelumnya telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan mahasiswa.

Sebanyak 30 mahasiswa Unismuh pernah dikirim ke Thailand Selatan dan ditempatkan di 11 sekolah di Narathiwat. Dalam pelaksanaan program tersebut, Aminah Chumah menjadi salah satu mitra yang membantu menghubungkan dan mengatur penempatan mahasiswa Unismuh di sekolah-sekolah setempat.

Kunjungan Aminah ke Unismuh kali ini sekaligus menjadi momentum memperkuat kerja sama yang telah berjalan dan membuka peluang program baru.

Dalam General Lecture bertema “Beyond the Borders: Building Sustainable Education Ecosystems: School, University, Alumni, Teachers, and Youth”, Aminah menekankan pentingnya pendidikan sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat lintas negara.

“Border may separate our country but connect our future by education,” kata Aminah.

Ia menjelaskan bahwa batas negara dapat memisahkan masyarakat secara geografis, namun pendidikan dapat mempertemukan generasi muda untuk membangun masa depan bersama.

Aminah juga berbagi pengalaman dalam mengembangkan Darul Hikmah School di Thailand Selatan, termasuk tantangan meningkatkan kualitas guru, mengembangkan metode pembelajaran, dan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dalam proses pengembangan tersebut, kerja sama dengan lembaga pendidikan di Indonesia menjadi salah satu bagian penting. Kolaborasi dilakukan melalui kehadiran mahasiswa KKN, program magang, pertukaran pengalaman, serta keterlibatan dosen dan guru.

Ia menilai keterlibatan perguruan tinggi memberikan dampak tidak hanya kepada siswa, tetapi juga guru, terutama melalui pengembangan media pembelajaran, peningkatan metode mengajar, dan kegiatan penguatan kapasitas.

Peluang KKN Satu Semester dan Magang

Pertemuan tersebut juga membuka peluang lebih konkret bagi mahasiswa Unismuh untuk mengikuti program di Thailand dalam jangka waktu lebih panjang.

Salah satu peluang yang dibahas adalah pelaksanaan pengabdian atau KKN Internasional selama satu semester.

Aminah menyatakan program tersebut memungkinkan dilaksanakan dengan terlebih dahulu menyesuaikan kebutuhan dan kesiapan sekolah yang akan menerima mahasiswa.

Pihaknya perlu memperoleh informasi lebih awal mengenai jumlah, program studi, dan profil mahasiswa agar dapat menghubungkan mereka dengan sekolah yang sesuai.

Sejumlah bidang yang banyak dibutuhkan sekolah mitra antara lain Bahasa Inggris, Bahasa Arab, serta Islamic Studies.

Peluang internasional juga terbuka bagi mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar.

Dalam sesi diskusi, muncul gagasan agar mahasiswa Ahwal Syakhshiyah dapat mengikuti magang internasional pada lembaga yang memiliki keterkaitan dengan bidang keilmuannya.

Aminah menyatakan kesiapannya membantu menghubungkan mahasiswa dengan Majelis Agama di Thailand. Sementara untuk penempatan pada lembaga hukum formal, menurutnya, terdapat tantangan bahasa karena aktivitas kelembagaan umumnya menggunakan bahasa Thai.

Peluang tersebut dinilai strategis karena program KKN, magang, dan pertukaran mahasiswa di luar negeri dapat menjadi instrumen penguatan kompetensi lulusan sekaligus memberi pengalaman akademik dan sosial yang berbeda.

Aminah juga menyampaikan apresiasi terhadap mahasiswa Unismuh yang sebelumnya menjalani program di Thailand.

Menurutnya, mahasiswa Unismuh memperoleh respons positif dari sekolah-sekolah mitra. Bahkan, terdapat pihak sekolah yang kembali menginginkan mahasiswa dengan karakter dan kesiapan seperti peserta dari Unismuh Makassar.

“Insyaallah kami siap untuk fasilitasi apa pun nanti, sebisa mungkin,” ujar Aminah.

Kerja sama Unismuh dengan Darul Hikmah juga telah memiliki landasan kelembagaan melalui nota kesepahaman yang selanjutnya dapat diturunkan ke dalam kegiatan teknis, seperti magang, KKN Internasional, maupun pengabdian dosen di Thailand Selatan.

Melalui penguatan jejaring tersebut, Unismuh Makassar terus mendorong internasionalisasi yang berbasis pada kegiatan nyata. Kerja sama luar negeri diarahkan bukan hanya untuk memperluas jaringan institusi, tetapi juga membuka semakin banyak ruang bagi mahasiswa memperoleh pengalaman belajar, mengabdi, berinteraksi lintas budaya, dan membangun kompetensi global.

Program tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui perluasan akses terhadap pengalaman belajar internasional dan penguatan kompetensi mahasiswa, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi berkelanjutan antara Unismuh Makassar dan mitra pendidikan di Thailand. Mobilitas mahasiswa, pertukaran pengetahuan, serta pengabdian lintas negara menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berwawasan global. (Reporter: Dede Sulaiman/ Editor: Hadisaputra)