June 29, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

Wakil Rektor I Perkenalkan Unismuh Makassar di Malaysia, Dorong Kolaborasi dengan UPSI

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR – Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., yang akrab disapa Prof Andis, memperkenalkan profil Unismuh Makassar dalam Seminar Internasional bertema Transformation of Language Education in the Digital and Global Era di Fakulti Pembangunan Manusia (FPM) Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Tanjong Malim, Malaysia, Senin, 29 Juni 2026.

Kehadiran Prof Andis sebagai salah satu keynote speaker menjadi bagian dari upaya Unismuh Makassar memperluas jejaring akademik internasional, khususnya dalam bidang pendidikan bahasa, penelitian, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Seminar internasional tersebut diikuti dosen dan mahasiswa Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (MPBSI) Pascasarjana Unismuh Makassar. Sejumlah dosen yang hadir antara lain Direktur Pascasarjana Unismuh Makassar Prof. Dr. Dra. Munirah, M.Pd., Prof. Dr. Nurlina Subair, M.Si., Dr. Andi Paida, M.Pd., selaku Ketua Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia, Dr. Muh. Akhir, M.Pd., Dr. Muh. Agus, M.Pd., Dr. Haslinda, M.Pd., bersama mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Kehadiran rombongan Unismuh Makassar di UPSI menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, atau dalam konteks perguruan tinggi Muhammadiyah dikenal sebagai Catur Darma, yang mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Dalam paparannya, Prof Andis memperkenalkan Unismuh Makassar sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Makassar merupakan kota strategis di kawasan timur Indonesia yang memiliki akses penerbangan relatif mudah dari Malaysia.

“Universitas kami bernama Universitas Muhammadiyah Makassar. Kampus ini berada di Provinsi Sulawesi Selatan, di Pulau Sulawesi. Kalau dari Malaysia, akses ke Makassar cukup cepat, bisa melalui penerbangan langsung maupun melalui Jakarta atau Surabaya,” ujar Prof Andis.

Menurutnya, kedekatan akses tersebut menjadi modal penting dalam membangun kolaborasi akademik antara Unismuh Makassar dan UPSI. Ia menyebut, perjalanan dari Malaysia ke Makassar dapat ditempuh sekitar tiga jam jika menggunakan penerbangan langsung.

Unismuh Perkuat Pendidikan dan Pascasarjana

Prof Andis juga menjelaskan bahwa Unismuh Makassar memiliki sejumlah fakultas, salah satunya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yang menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan di kawasan timur Indonesia.

Selain itu, pada tingkat Pascasarjana, Unismuh memiliki program studi yang bergerak dalam bidang pendidikan, termasuk Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Program ini menjadi salah satu motor penggerak kerja sama akademik dengan UPSI.

“Unismuh Makassar memiliki fakultas pendidikan dan pada tingkat pascasarjana juga terdapat program studi pendidikan. Karena itu, kerja sama dengan UPSI sangat relevan, terutama dalam penguatan pendidikan bahasa di era digital dan global,” kata Prof Andis.

Ia menilai, pendidikan bahasa saat ini tidak dapat lagi dipahami hanya sebagai pengajaran struktur bahasa, tetapi harus dikaitkan dengan perkembangan teknologi, komunikasi lintas budaya, dan kebutuhan global.

Jejaring Lama dengan Dunia Pendidikan

Dalam forum tersebut, Prof Andis juga menyinggung pengalamannya ketika memimpin fakultas sebelum menjabat sebagai Wakil Rektor I Unismuh Makassar. Ia menyampaikan bahwa jejaring akademik di bidang pendidikan telah lama dibangun melalui komunikasi dengan berbagai institusi.

“Sebelum menjadi Wakil Rektor, saya pernah menjadi dekan selama kurang lebih 10 tahun, dari 2006 sampai 2015. Pada masa itu, komunikasi dan jejaring akademik banyak kami bangun, termasuk dengan lembaga pendidikan di luar negeri,” ujarnya.

Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi salah satu dasar penting bagi Unismuh Makassar untuk terus memperluas kerja sama internasional. Menurutnya, perguruan tinggi harus terbuka terhadap kolaborasi lintas negara agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berubah.

Prof Andis menambahkan, kerja sama antara Unismuh dan UPSI tidak hanya penting bagi dosen, tetapi juga bagi mahasiswa. Melalui kolaborasi internasional, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman akademik yang lebih luas, mengenal tradisi keilmuan berbeda, serta membangun kepercayaan diri dalam forum global.

Dorong Riset dan Pertukaran Akademik

Selain Prof Andis, forum ini juga menghadirkan Dekan FPM UPSI Prof. Dr. Abdul Talib Bin Mohamed Hashim dan Direktur Pascasarjana Unismuh Makassar Prof. Dr. Dra. Munirah, M.Pd., sebagai keynote speaker.

Melalui forum ini, Unismuh Makassar dan UPSI mendorong penguatan kerja sama dalam bentuk riset kolaboratif, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan inovasi pembelajaran bahasa berbasis teknologi digital.

Prof Andis berharap seminar internasional tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi pintu masuk bagi program berkelanjutan antara kedua perguruan tinggi.

“Kolaborasi seperti ini perlu terus dikembangkan. Kita berharap ada riset bersama, publikasi bersama, pertukaran akademik, dan program lain yang memberi manfaat nyata bagi dosen, mahasiswa, dan institusi,” katanya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi Unismuh Makassar dalam memperkuat reputasi akademik di tingkat Asia Tenggara. Melalui kerja sama dengan UPSI, Unismuh berharap dapat terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan bahasa yang adaptif terhadap perkembangan zaman.