UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dosen sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing akademik. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mendorong dosen melanjutkan studi doktor, termasuk di perguruan tinggi luar negeri, serta mempersiapkan pembukaan Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi.
Komitmen tersebut mengemuka dalam silaturahmi dosen FISIP Unismuh yang digelar di Warkop Ruumi, Selasa (16/6/2026), seusai mengikuti Jalan Sehat Milad ke-63 Unismuh Makassar dan Wisuda ke-88.
Kegiatan itu dipimpin Dekan FISIP Unismuh Makassar, Dr Andi Luhur Prianto, S.IP., M.Si., didampingi Wakil Dekan I Nasrul Haq, S.Sos., M.PA., Wakil Dekan II Nur Khaerah, S.IP., M.I.P., serta Wakil Dekan IV Abdul Gafur, S.Sos., M.AP. Hadir pula para ketua program studi, yakni Nurbiah Tahir, S.Sos., M.AP. (Ilmu Administrasi Negara), Nursaleh Hartaman, S.IP., M.IP. (Ilmu Pemerintahan), dan Dr Syukri, S.Sos., M.Si. (Ilmu Komunikasi).
Dalam kesempatan itu, Andi Luhur mengingatkan kembali pertemuan serupa yang dilaksanakan setahun lalu setelah Jalan Sehat Milad ke-62 Unismuh. Saat itu, pihak fakultas melakukan pendataan dosen yang berencana melanjutkan pendidikan doktor.
“Hasilnya cukup menggembirakan. Dua dosen Program Studi Ilmu Komunikasi akhirnya memutuskan melanjutkan studi doktor pada 2025. Saya berharap tahun ini semakin banyak dosen yang mengikuti jejak tersebut, baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya.
Menurut dia, peningkatan jumlah dosen bergelar doktor merupakan strategi penting untuk memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, ketersediaan SDM berkualifikasi doktor juga menjadi modal utama dalam pengembangan program studi baru di lingkungan fakultas.
Berdasarkan evaluasi yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut, saat ini terdapat 12 dosen FISIP Unismuh yang sedang menempuh pendidikan doktor di berbagai perguruan tinggi. Dari jumlah itu, lima orang diperkirakan akan menyelesaikan studi dalam waktu dekat.
Beberapa di antaranya adalah Sitti Rahmawati Arfah yang menempuh studi di Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, serta Nur Khaerah dan Hamrun yang sedang menyelesaikan pendidikan doktor di Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Upaya internasionalisasi SDM juga terus diperkuat. Saat ini terdapat dua dosen FISIP yang sedang menjalani pendidikan doktor di luar negeri, yakni Nasrul Haq di Universitas Palermo, Italia, dan Ahmad Harakan di School of International Relations and Political Science, Universitas Corvinus Budapest, Hungaria.
Selain mengevaluasi perkembangan studi doktor para dosen, pertemuan tersebut juga membahas rencana pembukaan Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi. Rencana itu dinilai semakin realistis seiring bertambahnya jumlah dosen berkualifikasi doktor, termasuk beberapa dosen Ilmu Komunikasi yang tengah menyelesaikan studi doktor di Pascasarjana Universitas Hasanuddin.
Sebagai bagian dari penguatan daya saing global, para dosen juga menyepakati penyelenggaraan kursus bahasa Inggris secara rutin. Program tersebut akan melibatkan tenaga pengajar dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unismuh Makassar guna meningkatkan kemampuan komunikasi akademik dan membuka peluang studi maupun kolaborasi internasional.
Pada akhir pertemuan, para dosen turut mematangkan persiapan ramah tamah bersama 99 calon wisudawan dari tiga program studi yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (19/6/2026).
Sebanyak 61 calon wisudawan berasal dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara, sedangkan Program Studi Ilmu Pemerintahan dan Program Studi Ilmu Komunikasi masing-masing meluluskan 19 mahasiswa. Mereka akan mengikuti prosesi wisuda bersama seluruh fakultas di lingkungan Unismuh Makassar pada Sabtu (20/6/2026).
Melalui berbagai langkah tersebut, FISIP Unismuh Makassar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas SDM dosen, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta memperluas layanan pendidikan melalui pengembangan program studi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.

