UNISMUH.AC.ID, MAROS — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui Program Pemberdayaan Wilayah (PW) di Kabupaten Maros. Program yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk periode 2026–2029 ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 212/C3/DT.05.00/PM/2026 dan diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat dalam mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal.
Program tersebut diketuai oleh Dr. Ir. Rahmi, S.Pi., M.Si., IPU dengan anggota tim Dr. Andi Rahayu Anwar, M.Si., Abd. Salam, S.E., M.M., Dr. Asriyanti Syarif, M.Si., dan Farhanah Wahyu, S.Pi., M.Si. dari Universitas Muhammadiyah Makassar. Tim juga diperkuat oleh Dr. Mohammad Anwar Sadat, M.Si. dari Universitas Muslim Maros.
Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan sejumlah mahasiswa Unismuh Makassar, yakni Al Fira Marwan, Adinda Magfira, Haidir, Akbar, Abdul Rahman Ratuloli, dan Rahmi. Mereka berperan aktif dalam kegiatan pendampingan masyarakat dan implementasi program di lapangan.
Mitra utama program adalah Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Baramamase Sejahtera yang berlokasi di Dusun Baramamase, Desa Alatengae, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Kelompok yang dipimpin Muslimin tersebut selama ini mengembangkan usaha budidaya ikan nila sebagai salah satu sumber penghidupan masyarakat setempat.
Ketua Tim Program Pemberdayaan Wilayah, Dr. Rahmi, menjelaskan bahwa hasil identifikasi awal menunjukkan masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi kelompok dalam mengembangkan usahanya. Di antaranya manajemen usaha yang masih bersifat tradisional, sistem pencatatan keuangan yang sederhana, serta perencanaan produksi yang belum tertata secara optimal.
“Kelompok ini memiliki potensi yang besar karena didukung pengalaman praktik budidaya yang cukup baik. Namun, kapasitas sumber daya manusia masih perlu diperkuat melalui pelatihan teknis dan pendampingan berkelanjutan agar produktivitas dan manajemen usaha dapat meningkat,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, tim Program Pemberdayaan Wilayah melaksanakan penyuluhan mengenai manajemen usaha budidaya ikan nila yang bertujuan meningkatkan kapasitas anggota kelompok dalam mengelola usaha secara lebih profesional. Materi yang diberikan mencakup pengembangan produksi pakan ikan sinbiotik, pengelolaan keuangan usaha, pencatatan transaksi, penguatan organisasi kelompok, hingga strategi pengembangan pakan ikan berbasis potensi lokal. Melalui kegiatan tersebut, anggota kelompok didorong untuk menerapkan tata kelola usaha yang lebih sistematis sekaligus meningkatkan kemampuan dalam memproduksi pakan secara mandiri guna mendukung efisiensi biaya dan produktivitas budidaya ikan nila.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Dinas Perikanan Kabupaten Maros yang hadir sebagai mitra daerah. Selain itu, penyuluh perikanan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turut memberikan penguatan materi terkait praktik budidaya ikan nila yang efisien, produktif, dan berkelanjutan.
Menurut Rahmi, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, penyuluh perikanan, dan kelompok masyarakat menjadi kunci keberhasilan program pemberdayaan wilayah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas kelompok dalam mengelola usaha budidaya sekaligus membangun kelembagaan yang lebih tangguh.
Melalui pendampingan yang akan berlangsung hingga tahun 2029, POKDAKAN Baramamase Sejahtera ditargetkan dapat meningkatkan produktivitas budidaya ikan nila, memperkuat manajemen usaha, serta berkembang menjadi unit usaha perikanan yang mandiri dan berdaya saing.
“Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan kapasitas manajemen usaha, pengelolaan keuangan, dan keberlanjutan kelembagaan kelompok. Harapannya, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan,” kata Rahmi.
Program Pemberdayaan Wilayah tersebut diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan sektor perikanan budidaya. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal di Kabupaten Marm

