June 15, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

Tim Dosen Unismuh Makassar Dampingi POKLAHSAR Amplang Sikapaya Tingkatkan Daya Saing UMKM Perikanan di Maros

UNISMUH.AC.ID, MAROS — Tim Program Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PW) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memberikan penyuluhan dan pendampingan manajemen usaha kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis perikanan yang tergabung dalam Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSAR) Amplang Sikapaya di Desa Minasa Upa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Jumat 12 Juni 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Berbasis Wilayah Kabupaten Maros yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk periode 2026–2029 berdasarkan Surat Keputusan Nomor 212/C3/DT.05.00/PM/2026.

Program ini diketuai oleh Dr. Ir. Rahmi, S.Pi., M.Si., IPU, dengan anggota tim Dr. Andi Rahayu Anwar SR, M.Si., Abd Salam, S.E., M.M. dari Unismuh Makassar, serta Dr. Mohammad Anwar Sadat, M.Si. dari Universitas Muslim Maros.

Pelaksanaan program juga melibatkan sejumlah mahasiswa Unismuh Makassar, yakni Al Fira Marwan, Adinda Magfira, Haidir, Akbar, Abdulrahman Ratuloli, dan Rahmi. Mereka berperan dalam pendampingan lapangan, dokumentasi kegiatan, serta penguatan kapasitas masyarakat mitra.

Ketua Tim PW, Dr. Rahmi, mengatakan bahwa POKLAHSAR Amplang Sikapaya yang dipimpin Sidra memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan di Kabupaten Maros. Namun, kelompok tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu diatasi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa kelompok masih menghadapi beberapa kendala, seperti belum optimalnya standar mutu produk, keterbatasan kapasitas produksi, minimnya diversifikasi produk, serta pemasaran yang masih bersifat lokal dan konvensional,” ujarnya.

Menurut Rahmi, produk amplang yang selama ini dihasilkan telah diterima dengan baik oleh masyarakat sekitar. Meski demikian, penguatan pada aspek kualitas produk dan tata kelola usaha tetap diperlukan agar produk mampu menembus pasar yang lebih kompetitif.

Selain itu, kemasan produk dinilai masih perlu ditingkatkan agar lebih menarik dan sesuai dengan tuntutan pemasaran modern. Konsistensi mutu juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat identitas merek Amplang Sikapaya.

Penguatan Manajemen dan Pemasaran Digital

Dalam kegiatan penyuluhan tersebut, Dr. Andi Rahayu Anwar SR, M.Si. hadir sebagai pemateri utama dengan membawakan materi mengenai manajemen usaha produk amplang dan strategi pengembangan UMKM berbasis perikanan.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan usaha secara profesional, mulai dari perencanaan produksi, pengendalian mutu, pengelolaan sumber daya manusia, hingga strategi pemasaran berbasis digital.

“Produk yang berkualitas harus didukung oleh sistem manajemen usaha yang baik. Pelaku UMKM perlu memahami cara menghitung biaya produksi, menentukan harga jual yang tepat, melakukan pencatatan keuangan, serta membangun strategi pemasaran yang efektif agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan,” katanya.

Andi Rahayu juga mengingatkan pentingnya pemisahan keuangan usaha dan keuangan pribadi sebagai langkah awal dalam membangun tata kelola usaha yang sehat dan transparan.

Selain penguatan manajemen, peserta mendapatkan pembekalan mengenai diversifikasi produk, inovasi kemasan, dan pemanfaatan platform digital sebagai sarana promosi untuk memperluas jangkauan pasar.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Perikanan Kabupaten Maros, Awaluddin Rahmat, ST, M.Si., menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurut dia, pendampingan yang diberikan sangat bermanfaat bagi kelompok UMKM dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan usaha.

“Kami berharap melalui program ini, produk Amplang Sikapaya semakin dikenal masyarakat luas, kualitas produk meningkat, dan pendapatan anggota kelompok juga bertambah,” ujarnya.

Melalui Program Pemberdayaan Berbasis Wilayah ini, Unismuh Makassar bersama Dinas Perikanan Kabupaten Maros berkomitmen mendorong transformasi UMKM perikanan dari usaha tradisional menuju usaha yang lebih profesional, produktif, dan berdaya saing.

Pendampingan yang akan berlangsung hingga 2029 itu diharapkan mampu memperkuat kapasitas kelembagaan kelompok, meningkatkan kualitas produk olahan perikanan, memperluas akses pasar, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Maros.