June 11, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

Kuliah Tamu Internasional PKO Unismuh: Membaca Olahraga sebagai Jalan Pembentukan Karakter

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Program Studi Pendidikan Pelatih Keolahragaan atau PKO, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, menggelar Kuliah Tamu Internasional bertema “Filosofi Olahraga” di Aula Teater I-GIFt Unismuh Makassar, Rabu, 10 Juni 2026.

Kegiatan ini menghadirkan Coach Joshua Lanford dari North Greenville University, Amerika Serikat, sebagai narasumber. Kuliah tamu tersebut diikuti dosen dan mahasiswa FKIP Unismuh Makassar, khususnya mahasiswa Program Studi Pendidikan Pelatih Keolahragaan.

Kuliah tamu dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik Unismuh Makassar, Prof. Andi Sukri Syamsuri. Hadir pula Dekan FKIP Unismuh Makassar, Dr. Baharullah; Wakil Dekan III FKIP Unismuh Makassar, Dr. Muhammad Nawir, M.Pd.; Ketua Program Studi PKO FKIP Unismuh Makassar, Yusran Rahmat, M.Pd.; para wakil dekan, dosen, dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Prof. Andis, sapaan akrab Andi Sukri Syamsuri, mengatakan bahwa kuliah tamu ini penting karena menghadirkan narasumber yang memiliki pengalaman dalam dunia olahraga dan kepelatihan. Ia menilai, olahraga perlu dibaca tidak hanya sebagai urusan fisik, teknik, atau pertandingan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran nilai.

“Kalau kita bicara filosofi olahraga, tentu kita tidak hanya bicara dalam tataran bagaimana menendang bola atau bagaimana sebuah pertandingan berlangsung. Filosofi olahraga adalah makna di balik gerakan-gerakan berolahraga, makna di balik angka-angka yang dihasilkan. Di dalamnya ada nilai komitmen, moral, karakter, dan aturan,” ujarnya.

Menurut Prof. Andis, setiap cabang olahraga mengandung kesepakatan dan aturan yang harus dihormati. Dalam sepak bola, misalnya, terdapat aturan jumlah pemain, batasan penggunaan tangan, peran penjaga gawang, serta norma permainan yang mengikat semua pihak.

Baginya, aturan-aturan tersebut memperlihatkan bahwa olahraga mengajarkan kedisiplinan, konsistensi, komitmen, dan penghormatan terhadap norma bersama.

“Tidak bisa orang bermain bola kalau tidak ada kesepakatan. Ada aturan main, ada norma yang harus diperhatikan dan dilakukan. Artinya, dalam olahraga banyak sekali muatan yang bermakna bagi kehidupan kita,” katanya.

Olahraga dan Pembentukan Manusia

Prof. Andis juga menyampaikan dukungan pimpinan universitas terhadap pengembangan Prodi PKO. Sebagai program studi yang relatif baru di Unismuh Makassar, PKO dinilai telah menunjukkan eksistensi dan kontribusi dalam pengembangan akademik, olahraga, dan pembentukan karakter mahasiswa.

“Tentu pimpinan universitas akan men-support penuh pendidikan olahraga, karena olahraga sangat penting. Bahkan ada pandangan bahwa pendidikan olahraga sebaiknya menjadi mata kuliah wajib atau setidaknya kegiatan olahraga perlu digiatkan di perguruan tinggi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, olahraga berperan penting dalam membentuk fisik yang sehat, disiplin kerja, dan produktivitas. Karena itu, mahasiswa perlu memahami olahraga bukan semata-mata sebagai aktivitas jasmani, melainkan juga sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Sebelumnya, Dekan FKIP Unismuh Makassar, Dr. Baharullah, menegaskan bahwa FKIP sebagai lembaga pendidikan berkomitmen mencetak generasi unggul. Dalam konteks pendidikan olahraga, penguatan perspektif filosofis menjadi penting agar mahasiswa tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga matang secara moral dan intelektual.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki keterampilan teknis dan kompetensi profesional, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan berlandaskan nilai-nilai moral dalam menjalankan profesinya di masa depan,” ujarnya.

Baharullah mengatakan, kuliah tamu internasional ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi kampus serta penguatan jejaring akademik global yang terus dikembangkan Unismuh Makassar.

Melalui kegiatan seperti ini, kata dia, mahasiswa dan dosen mendapat kesempatan belajar langsung dari akademisi dan praktisi internasional. Dengan demikian, wawasan keilmuan mereka diharapkan semakin luas dan relevan dengan perkembangan global.

Ia berharap seluruh peserta mengikuti kuliah tamu dengan antusias, memanfaatkan ruang diskusi, serta menggali pengalaman dari narasumber.

“Semoga pengalaman dan ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan akademik maupun praktik pendidikan, khususnya dalam bidang pendidikan olahraga di masa yang akan datang,” katanya.

Wakil Dekan III FKIP Unismuh Makassar, Dr. Muhammad Nawir, M.Pd., dalam pengantarnya menekankan pentingnya keseimbangan antara jasmani dan rohani. Menurut dia, olahraga memang berperan mengolah jasmani agar kuat, sehat, dan bugar. Namun, kekuatan jasmani harus ditopang oleh rohani yang sehat.

Ia mengaitkan hal itu dengan nilai-nilai Islam. Menurutnya, rohani yang sehat dapat dijaga melalui Dzikir, ibadah yang baik, dan kedekatan kepada Allah SWT. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan dan tidak berlebihan, sebagaimana pesan Al-Qur’an.

“Silakan makan dan minum sesuai kebutuhan tubuh, tetapi jangan berlebihan. Sebaik apa pun olahraga yang dilakukan, jika pola makan tidak teratur dan berlebihan, maka kesehatan tidak akan optimal,” tuturnya.

Dari Basket Menuju Pelayanan

Dalam materinya, Coach Joshua Lanford menceritakan bahwa olahraga, khususnya basket, telah membuka banyak jalan dalam hidupnya. Melalui basket, ia memperoleh kesempatan menempuh pendidikan, menjadi pelatih, dan akhirnya datang serta mengabdi di Indonesia.

Menurut Coach Joshua, pelatih bukan hanya orang yang mengajarkan teknik permainan. Lebih dari itu, pelatih dapat menjadi sosok yang mengubah arah hidup seseorang melalui bimbingan, keteladanan, dan nilai-nilai kehidupan.

Ia menekankan pentingnya hidup tidak sekadar transaksional, yakni hanya mengejar uang, jabatan, atau keberhasilan pribadi. Hidup, menurut dia, semestinya dijalani secara transformasional, yaitu dengan melayani, membimbing, dan memberi dampak bagi orang lain.

Melalui konsep Ability, Affinity, dan Opportunity, Coach Joshua mengajak peserta menemukan titik temu antara kemampuan, kecintaan, dan peluang. Masa depan yang bermakna, katanya, dapat dibangun ketika seseorang mampu mengenali kemampuan diri, mencintai bidang yang ditekuni, dan memanfaatkan peluang untuk memberi kontribusi.

Ketua Program Studi PKO FKIP Unismuh Makassar, Yusran Rahmat, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa PKO untuk memperluas wawasan tentang olahraga dari perspektif internasional.

Ia berharap kuliah tamu tersebut meningkatkan motivasi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi sebagai calon pelatih, pendidik, dan insan olahraga yang berkarakter.

“Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis tentang olahraga, tetapi juga memahami nilai-nilai filosofis yang menjadi dasar dalam membangun mentalitas, sportivitas, dan kepemimpinan,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung antusias. Para peserta mengikuti pemaparan narasumber dan memperoleh inspirasi mengenai pentingnya menjadikan olahraga sebagai media pembentukan karakter, pengembangan potensi diri, dan kontribusi bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Prodi PKO FKIP Unismuh Makassar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang akademik yang berkualitas, berwawasan internasional, dan relevan dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia di bidang olahraga.