June 11, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

Dosen FISIP Unismuh Makassar Siapkan Kampanye Digital Pencegahan Stunting di Desa Timbuseng

UNISMUH.AC.ID, GOWA— Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) LP3M Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melakukan observasi lapangan di Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini menjadi tahap awal pelaksanaan program pengabdian bertajuk Pelatihan Media Edukasi Digital untuk Kampanye Pencegahan Stunting di Desa Timbuseng, Kabupaten Gowa.

Tim pengabdi terdiri atas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unismuh Makassar, yakni Dr Muhammad Yahya, M.Si., Arni, S.Kom., M.I.Kom., dan Dr Hafiz Elfiansya Parawu, S.T., M.Si., yang didampingi sejumlah mahasiswa.

Kedatangan tim disambut Pejabat Kepala Desa Timbuseng Arifai, S.Sos., Ketua PKK Desa Timbuseng Hj Rahmawati, Kepala Dusun Tamalate Munawir Muzakir, S.Pd.I., serta Kepala Dusun Bollangi Asriadi.

Ketua Tim PKM Unismuh Makassar, Muhammad Yahya, menjelaskan bahwa observasi dilakukan untuk memetakan kebutuhan masyarakat sekaligus mengidentifikasi potensi pemanfaatan media digital dalam mendukung kampanye pencegahan stunting di tingkat desa.

Menurut dia, stunting masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian bersama karena berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang.

“Melalui pelatihan media edukasi digital ini, kami ingin menghadirkan pendekatan yang lebih inovatif dan mudah dipahami masyarakat dalam upaya pencegahan stunting,” kata Yahya.

Ia menuturkan, perkembangan teknologi informasi membuka peluang besar bagi masyarakat desa untuk memanfaatkan berbagai platform digital sebagai sarana edukasi kesehatan keluarga. Berbagai bentuk media digital, seperti video edukasi, infografis, konten media sosial, hingga aplikasi komunikasi, dinilai mampu menyampaikan informasi kesehatan secara lebih menarik, cepat, dan efektif.

Hasil observasi menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi terhadap program tersebut. Kader posyandu, ibu rumah tangga, hingga kelompok pemuda desa menyatakan kesiapan mereka untuk terlibat dalam kegiatan pelatihan.

“Desa Timbuseng memiliki potensi besar untuk mengembangkan kampanye kesehatan berbasis digital. Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memproduksi dan menyebarluaskan informasi yang benar mengenai pencegahan stunting,” ujarnya.

Yahya menambahkan, keberhasilan program pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga pada kualitas edukasi dan informasi yang diterima masyarakat. Karena itu, pemanfaatan teknologi digital perlu menjadi bagian dari strategi pembangunan kesehatan berbasis masyarakat.

Melalui program ini, tim PKM juga berharap dapat melahirkan kader-kader edukasi digital yang mampu menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan informasi mengenai gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, pola asuh yang tepat, serta pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini.

“Kami berkomitmen mendampingi masyarakat Desa Timbuseng agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara produktif dalam mendukung upaya pencegahan stunting. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini,” katanya.

Program pengabdian tersebut diharapkan dapat menghasilkan model kampanye kesehatan berbasis media digital yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Gowa maupun Sulawesi Selatan sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting.

Sementara itu, Pejabat Kepala Desa Timbuseng Arifai menyambut baik rencana pelaksanaan PKM yang akan memberikan penguatan kapasitas dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan media sosial untuk mendukung kampanye pencegahan stunting.

Menurut dia, kehadiran dosen dan mahasiswa secara langsung di tengah masyarakat membawa inovasi, pengetahuan baru, serta alternatif solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi warga desa.

“Program ini sangat positif karena memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam mengedukasi serta mengampanyekan pencegahan stunting melalui media digital,” ujarnya.

Arifai juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat empat kasus stunting di Desa Timbuseng. Pemerintah desa bersama berbagai instansi terkait terus berkolaborasi dalam penanganan kasus tersebut guna mempercepat perbaikan kondisi kesehatan anak-anak yang terdampak.