June 4, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

Dosen Unismuh Makassar Teken Kontrak Riset dan Pengabdian Rp6,6 Miliar, Rektor Dorong Dosen Perkuat Budaya Penelitian

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR— Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus memperkuat budaya riset dan pengabdian kepada masyarakat. Hal itu ditandai dengan penandatanganan kontrak penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pendanaan Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung di Gedung Iqra Lantai 2, Ruang I-Gift Unismuh Makassar, Kamis, 4 Juni 2026.

Kegiatan ini dihadiri Rektor Unismuh Makassar Dr Abd Rakhim Nanda, ST, MT, IPU, para wakil rektor, dekan, pimpinan Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Unismuh, serta dosen penerima pendanaan penelitian dan pengabdian.

Tahun ini, Unismuh Makassar mencatat capaian signifikan dalam perolehan pendanaan riset dan pengabdian. Berdasarkan lampiran penerima pendanaan, terdapat 52 judul penelitian dengan total dana sekitar Rp5,41 miliar dan 18 judul pengabdian kepada masyarakat dengan total dana sekitar Rp1,20 miliar. Dengan demikian, total pendanaan yang diraih dosen Unismuh Makassar mencapai sekitar Rp6,6 miliar.

Capaian tersebut menjadi salah satu penanda menguatnya ekosistem akademik di lingkungan Unismuh Makassar. Pendanaan yang diraih mencakup berbagai skema, antara lain Penelitian Fundamental Reguler, Penelitian Dosen Pemula, Penelitian Tesis Magister, Penelitian Disertasi Doktor, Prototipe, Penelitian Terapan, Penelitian Kerja Sama Dalam Negeri, Pemberdayaan Desa Binaan, Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, Pemberdayaan Masyarakat Pemula, dan Program Inovasi Seni Nusantara.

Ketua LP3M Unismuh Makassar, Dr Muh Arief Muhsin, menyampaikan bahwa peluang dosen untuk memperoleh hibah penelitian dan pengabdian semakin terbuka. Menurutnya, berbagai program yang ditawarkan kementerian perlu ditangkap secara aktif oleh dosen, terutama program-program baru yang memiliki peluang besar untuk diikuti.

Ia menyebut, salah satu peluang yang perlu dimanfaatkan adalah program diaspora berdampak. Program tersebut membuka ruang menghadirkan orang Indonesia atau keturunan Indonesia yang telah bekerja, mengajar, meneliti, atau berkarier di luar negeri minimal dua tahun. Selain itu, terdapat pula peluang riset dan pengabdian yang dapat dikembangkan bersama mitra sekolah maupun masyarakat.

“Kesempatan yang diberikan kementerian kepada dosen sangat luas. Kuncinya adalah kreativitas dalam menulis proposal dan kemampuan menangkap peluang,” ujarnya.

Arif juga mengapresiasi para dosen yang berhasil meraih pendanaan tahun ini. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi pemantik bagi dosen lain untuk lebih aktif mengajukan proposal pada tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, memberikan apresiasi atas capaian para dosen. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan memperoleh pendanaan tidak boleh berhenti sebagai prestasi individual. Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi energi kolektif untuk memperluas budaya riset di seluruh fakultas.

Rakhim mengingatkan, ekosistem penelitian yang sehat bukan hanya ditandai oleh keberhasilan unsur pimpinan atau beberapa dosen dalam memperoleh hibah. Ekosistem riset yang kuat harus tercermin dari semakin banyaknya dosen yang aktif meneliti, menghasilkan karya, membangun jejaring, dan memberi dampak bagi institusi maupun masyarakat.

“Kalau kita punya roadmap sebagai universitas riset, jumlah dosen yang menjadi peneliti harus terus diperbanyak. Ini harus menjadi gerakan bersama,” tegasnya.

Menurut Rektor, dosen tidak cukup hanya menjalankan fungsi pengajaran. Di perguruan tinggi, dosen juga memiliki tanggung jawab keilmuan untuk melakukan penelitian dan pengabdian. Riset yang baik akan memperkaya bahan ajar, memperkuat mutu pembelajaran, serta menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa pendanaan riset dan pengabdian merupakan sumber penguatan akademik sekaligus kesejahteraan dosen yang sah dan bermartabat. Namun, ia mengingatkan agar pendanaan tersebut tetap dikelola sebagai amanah, dijalankan secara profesional, serta memberi dampak bagi kampus dan masyarakat.

“Penelitian jangan hanya dilihat sebagai tambahan penghasilan. Hasilnya harus menjadi produk akademik, bahan ajar, legacy, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Dengan begitu, riset juga menjadi amal jariah,” ujar Rakhim.

Dalam arahannya, Rektor turut mendorong dosen Unismuh untuk menangkap peluang pendanaan dari berbagai lembaga, termasuk BRIN dan program-program riset nasional lainnya. Menurutnya, kampus perlu memperluas sumber pendanaan eksternal agar kegiatan akademik semakin produktif dan tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran internal universitas.

Dorongan tersebut sejalan dengan kondisi pendidikan tinggi swasta yang semakin kompetitif. Perguruan tinggi dituntut tidak hanya mengandalkan jumlah mahasiswa, tetapi juga memperkuat reputasi akademik, produktivitas riset, jejaring kemitraan, dan kontribusi sosial.

Karena itu, capaian pendanaan tahun ini menjadi momentum penting bagi Unismuh Makassar. Selain menunjukkan kemampuan dosen berkompetisi dalam skema hibah nasional, capaian ini juga memperlihatkan meningkatnya kapasitas institusi dalam mengelola riset dan pengabdian secara lebih terarah.

Bidang penelitian yang didanai pun cukup beragam, mulai dari pendidikan, sosial humaniora, teknologi, pangan, kesehatan, ekonomi, hukum, lingkungan, hingga pengembangan prototipe. Sementara program pengabdian diarahkan pada pemberdayaan masyarakat, penguatan desa, peningkatan kapasitas UMKM, kesehatan masyarakat, inovasi pangan, serta pengembangan potensi lokal.

Keberagaman tema tersebut menunjukkan bahwa riset dan pengabdian dosen Unismuh Makassar tidak hanya bergerak di ruang akademik, tetapi juga menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Melalui pendanaan ini, dosen diharapkan mampu menghasilkan pengetahuan yang relevan, aplikatif, dan berdampak.

LP3M Unismuh Makassar juga menegaskan pentingnya monitoring dan evaluasi dalam pelaksanaan program. Tahapan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kegiatan penelitian dan pengabdian berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, serta menghasilkan luaran yang dapat dipertanggungjawabkan.

Penandatanganan kontrak ini tidak sekadar menjadi agenda administratif, tetapi juga penanda komitmen Unismuh Makassar untuk terus bergerak menuju kampus yang kuat dalam riset, unggul dalam pengabdian, dan berkontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Dengan capaian pendanaan sekitar Rp6,6 miliar, Unismuh Makassar menegaskan bahwa budaya riset harus terus diperluas. Tantangan berikutnya adalah memastikan semakin banyak dosen terlibat, semakin banyak mitra digandeng, dan semakin besar dampak yang dirasakan masyarakat dari kerja-kerja akademik kampus.