March 2, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

Sepuluh Hari Daurah Al-Qur’an Jilid VI di Pesmadina Unismuh Makassar, Hafalan Capai 10 Juz

Unismuh.ac.id, Makassar — Pesantren Mahasiswa K.H. Djamaluddin Amien (Pesmadina) Universitas Muhammadiyah Makassar resmi menutup kegiatan Daurah Al-Qur’an Jilid VI (Tadabbur & Tahfidz Al-Qur’an) pada Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung selama 10 hari, sejak 20 Februari hingga 2 Maret 2026 M atau bertepatan dengan 03–13 Ramadan 1447 H ini menjadi bagian dari upaya penguatan karakter Qur’ani dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang unggul dan berdaya saing.

Mengusung tema “Meneguhkan Karakter Qur’ani dalam Mencetak Huffaz Unggul Pesmadina sebagai Center of Excellence”, kegiatan ini diikuti oleh 44 peserta yang berasal dari berbagai lembaga pendidikan, di antaranya PUTM, Ummul Mukminin, SPUMA, SMICHI, Pondok Pesantren Gombara, serta dari jenjang anak-anak hingga dewasa.

Kegiatan penutupan berlangsung di Minihal Pesmadina Unismuh Makassar dan dihadiri pimpinan universitas, pengelola pesantren, tim konsorsium, panitia, peserta, serta orang tua dan wali peserta.

Sambutan pertama disampaikan oleh Direktur Pesmadina, Dr. KH. Abbas Baco Miro, LC., M.A. yang menegaskan bahwa keberkahan hidup seseorang sangat bergantung pada kedekatannya dengan Al-Qur’an.

Dalam penyampaiannya, ia mengutip pesan Al-Qur’an bahwa kitab suci yang diturunkan Allah mengandung kemuliaan bagi manusia yang mau berinteraksi dengannya. Menurutnya, siapa pun yang menyambungkan hidupnya dengan Al-Qur’an baik sebagai pembaca, penghafal, pengajar maupun pelayan kegiatan Al-Qur’an akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT.

Ia juga mengingatkan para peserta agar hafalan yang diperoleh selama daurah tidak berhenti pada capaian jumlah juz semata, tetapi diikat dengan doa dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.

“Daurah ini harus menjadi wasilah mendapatkan rahmat, cahaya hidayah, dan syafaat Al-Qur’an. Hafalan yang dijaga dan diamalkan akan mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih mulia,” ujarnya.

Baca Juga : Buka Pengajian Ramadan PWM Sulsel, Prof Irwan Akib: Tauhid Muhammadiyah Harus Terwujud dalam Keunggulan Amal Usaha

Selama pelaksanaan daurah, peserta mengikuti pembinaan intensif melalui program kelas tahfidz, kelas mahir, dan kelas murojaah di bawah koordinasi Jumarni Nurdin, D.Pd., S.Sos., M.Sos., selaku Koordinator Muqaddam/Muqaddamah. Melalui sistem pembinaan terstruktur berupa setoran hafalan, murojaah, tadabbur ayat, serta pembiasaan ibadah berjamaah, peserta mampu mencapai capaian hafalan hingga 10 juz Al-Qur’an.

Ketua Panitia, Muh. Tasbih Ratul Ihram, S.Pd., menyampaikan bahwa daurah ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian hafalan, tetapi juga pembentukan karakter Qur’ani dan kedisiplinan peserta.

“Daurah ini menjadi ruang pembinaan spiritual agar nilai-nilai Al-Qur’an tetap hidup dalam keseharian peserta setelah kegiatan berakhir,” ungkapnya.

Sementara itu, Sambutan perwakilan orang tua peserta disampaikan oleh Dr. Ummu Kalzum Malik, M.Med.Ed., Sp.PA, yang mengapresiasi pelaksanaan daurah sebagai wadah pembinaan yang mampu menjaga hafalan sekaligus membentuk karakter spiritual peserta di tengah tantangan zaman.

Ketua Konsorsium Pesmadina, Sitti Chairani Djaya, S.Sos., M.Pd., menegaskan bahwa Daurah Al-Qur’an merupakan program pembinaan rutin Pesmadina dalam memperkuat syiar Al-Qur’an di lingkungan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Sebagai sambutan penutup, Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Dr. Mawardi Pewangi, menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya untuk dihafalkan, tetapi harus menjadi sumber nilai yang membentuk sikap dan perilaku kehidupan.

“Al-Qur’an memuliakan siapa saja yang berinteraksi dengannya baik pembaca, penghafal maupun pengajarnya. Karena itu, hafalan harus berjalan seiring dengan pengamalan,” tuturnya.

Dengan berakhirnya Daurah Al-Qur’an Jilid VI, Universitas Muhammadiyah Makassar kembali menegaskan komitmennya menjadikan Pesmadina sebagai pusat pembinaan Qur’ani yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, serta berkontribusi bagi umat dan bangsa.

Pada prosesi penutupan, panitia turut membacakan Surat Keputusan penetapan peserta terbaik berdasarkan capaian hafalan, kualitas bacaan, serta konsistensi selama mengikuti program. Adapun peserta terbaik yang diumumkan yaitu:

  1. Tahfidz Dewasa Putri: Nurbaya, S.S.T., M.Keb
  2. Tahfidz Anak Putri: Putri Aldifa Ashila
  3. Tahfidz Anak Putra: Nahdan Haidar Sabar
  4. Tahfidz Remaja: Muhammad Nur Asy Syams Sudirman
  5. Mahir Anak: Bilqis Sayyidah Muqsita
  6. Mahir Remaja: Andi Nurul Ain
  7. Terbaik Bacaan Al-Fatihah: Sadia
  8. Peserta Terfavorit: Alita Abqariah Muhlis

Penghargaan Peserta Terbaik Umum juga diraih oleh Nurbaya, S.S.T., M.Keb atas capaian dan konsistensi selama mengikuti daurah.