February 12, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

Unismuh Makassar Tambah Dua Program Dokter Spesialis, Kini Miliki 71 Program Studi

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menambah penguatan di rumpun kedokteran melalui pembukaan dua program pendidikan dokter spesialis. Izin pembukaan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 135/B/O/2026 tentang izin pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Bedah, dan PPDS Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Program Spesialis pada Unismuh Makassar.

Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 9 Februari 2026. Kabar itu diterima Unismuh Makassar pada Kamis, 12 Februari 2026.

Rektor Unismuh Makassar Dr Abd Rakhim Nanda menyampaikan syukur atas terbitnya keputusan tersebut. Ia menilai kepercayaan pemerintah ini menjadi amanah penting untuk memperkuat kontribusi kampus dalam pemenuhan kebutuhan tenaga dokter spesialis.

“Alhamdulillah, ini pencapaian strategis sekaligus tanggung jawab besar. Program spesialis ini akan memperkuat posisi Unismuh dalam menyiapkan dokter spesialis yang kompeten dan berintegritas,” kata Rakhim Nanda, Kamis, 12 Februari 2026.

Baca Juga : Unismuh–UTHM Perkuat Kolaborasi Riset dan Pendidikan, Dukung SDGs

Wakil Rektor I Bidang Akademik Unismuh Makassar, yang Prof Andi Sukri Syamsuri menekankan bahwa pembukaan program spesialis menuntut kesiapan tata kelola, sumber daya, serta jejaring rumah sakit pendidikan. Menurut dia, kualitas penyelenggaraan menjadi kunci agar program berjalan sesuai standar pendidikan kedokteran.

“Mutu adalah kunci. Program spesialis harus dijalankan sesuai standar nasional pendidikan kedokteran, dengan sistem penjaminan mutu yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam keputusan menteri tersebut juga dinyatakan program studi yang dibuka memenuhi persyaratan minimum akreditasi. Perguruan tinggi diwajibkan memenuhi standar nasional pendidikan tinggi, melaporkan penyelenggaraan program studi setiap semester, serta mematuhi ketentuan penyelenggaraan pendidikan yang ditetapkan kementerian.

Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unismuh Makassar Prof Suryani As’ad menyebut pembukaan program spesialis ini memperkuat ekosistem pendidikan klinik di lingkungan kampus. Ia menegaskan, penambahan program spesialis harus dibarengi penguatan proses pendidikan agar standar kompetensi tetap terjaga.

“Kami siap memastikan proses pendidikan berjalan sesuai standar kompetensi spesialis. Ini bukan sekadar penambahan program studi, tetapi penguatan kualitas layanan akademik dan klinik, dalam menata Academic-Health System kata Suryani.

Dengan penambahan dua program spesialis baru, total program studi di Unismuh Makassar kini mencapai 71 program studi. Sebelumnya Unismuh telah memiliki dua PPDS yakni Spesialis Emergency, dan Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif.

Kampus menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas Academic-Health System, dan memperkuat kemitraan rumah sakit pendidikan, serta mendorong riset klinis guna menjawab kebutuhan sistem kesehatan, terutama di kawasan Indonesia Timur.