UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultan Batara Prof Budu menilai peningkatan penerimaan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar pada Tahun Akademik 2026/2027 menunjukkan menguatnya kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi tersebut.
Hal itu disampaikan Budu dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa pengukuhan mahasiswa baru Unismuh Makassar di Balai Sidang Muktamar, Kampus Unismuh Makassar, Kamis, 17 September 2026.
Tahun ini, Unismuh mengukuhkan 5.031 mahasiswa baru. Dalam Surat Keputusan Rektor yang dibacakan Wakil Rektor I Unismuh Prof Andi Sukri Syamsuri, tercatat 14.915 calon mahasiswa menempatkan Unismuh sebagai pilihan pertama dan 11.835 orang sebagai pilihan kedua.
Budu mengatakan, jumlah mahasiswa baru Unismuh meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Menurut dia, capaian tersebut patut diperhatikan di tengah kondisi sejumlah perguruan tinggi yang menghadapi penurunan penerimaan mahasiswa.
“Selamat kepada Pak Rektor dan seluruh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Makassar, BPH, atas prestasi yang luar biasa. Jumlah mahasiswa yang diterima tahun 2026 ini meningkat dari tahun sebelumnya,” kata Budu, yang merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran Unhas.
Ia juga menyinggung dinamika penerimaan mahasiswa baru di wilayah kerja LLDIKTI IX serta perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
“Unismuh mencatat penerimaan mahasiswa lebih tinggi tahun ini dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.
Menurut Budu, pertumbuhan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan angka penerimaan. Di balik keputusan ribuan calon mahasiswa memilih sebuah kampus, terdapat faktor kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi.
“Itu adalah keberhasilan pimpinan dan seluruh sivitas akademika dalam meyakinkan masyarakat, anak-anak kita dari seluruh penjuru Nusantara, bahkan dari luar negeri, untuk memilih Unismuh sebagai rumah besar dalam melanjutkan pendidikan tingginya,” katanya.
Budu mengaku memperoleh kesan tersendiri ketika menghadiri pengukuhan mahasiswa baru Unismuh. Kegiatan itu menjadi salah satu agenda awalnya di kampus tersebut sejak mendapat amanah memimpin LLDIKTI Wilayah IX.
Ia mengatakan telah menghadiri kegiatan penerimaan dan pengenalan mahasiswa baru di sejumlah perguruan tinggi. Dari kampus yang dikunjunginya, jumlah mahasiswa baru Unismuh termasuk yang sangat besar.
“Dari sekian banyak perguruan tinggi yang saya datangi dalam proses penerimaan mahasiswa baru dan pengenalan kampus, ini merupakan kampus dengan jumlah penerimaan mahasiswa yang sangat besar,” ujarnya.
Mahasiswa baru Unismuh tahun ini tersebar di Fakultas Agama Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum, serta Program Pascasarjana.
Selain jalur reguler, Unismuh juga menerima mahasiswa melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Afirmasi dan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Hingga hari pengukuhan, jumlah mahasiswa baru tercatat 5.031 orang.
Prestasi Jadi Tantangan Berikutnya
Budu mengingatkan, peningkatan jumlah mahasiswa harus diikuti dengan peningkatan mutu dan prestasi.
LLDIKTI Wilayah IX membawahi 227 perguruan tinggi swasta. Dalam program kreativitas mahasiswa 2026, Unismuh termasuk di antara 14 perguruan tinggi yang memperoleh pembiayaan.
Menurut dia, peluang Unismuh untuk meningkatkan capaian masih terbuka. Mahasiswa baru karena itu diminta sejak awal mengenali potensi diri dan mengembangkannya melalui penelitian, inovasi, kewirausahaan, maupun karya produktif lainnya.
“Unismuh bisa meraih predikat pertama. Itu tergantung adik-adik mahasiswa,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga proses akademik hingga menyelesaikan studi tepat waktu. Aktivitas akademik mahasiswa tercatat dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), mulai dari status kemahasiswaan hingga perkembangan studi.
Bagi Budu, peningkatan jumlah mahasiswa baru merupakan modal awal. Tantangan berikutnya ialah menjaga kepercayaan masyarakat melalui mutu pembelajaran, prestasi mahasiswa, dan kualitas lulusan.

