UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr KH Mawardi Pewangi MPdI, menegaskan bahwa mahasiswa yang mampu memberi dampak bagi masyarakat harus lebih dulu memiliki karakter yang kuat.
Karakter itu, menurut Mawardi, tidak hanya ditopang kecerdasan intelektual, tetapi juga keseimbangan antara kecerdasan spiritual, intelektual, sosial, dan emosional.
“Mahasiswa yang berdampak ialah mahasiswa yang berkarakter,” kata Mawardi saat menyampaikan materi dalam rangkaian Ta’aruf Mahasiswa Baru Unismuh Makassar Tahun Akademik 2026/2027, Sabtu, 12 September 2026, di Balai Sidang Muktamar Ke-47 Unismuh Makassar.
Di hadapan mahasiswa baru, Mawardi mengingatkan bahwa memasuki perguruan tinggi berarti memasuki fase baru pembentukan jati diri, kemandirian, dan kedewasaan.
Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya mengejar nilai dan gelar. Kampus harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengembangkan ilmu, karakter, spiritualitas, kepemimpinan, jejaring sosial, sekaligus menemukan potensi diri.
Jujur, Disiplin, dan Mandiri
Mawardi menempatkan integritas dan kejujuran sebagai fondasi utama karakter mahasiswa.
“Jujur pada Allah, jujur pada masyarakat, jujur pada diri sendiri. Berintegritas, jujur dalam akademik,” ujarnya.
Kejujuran, lanjut dia, juga harus diterapkan dalam hubungan dengan orang tua. Ia memberi contoh mahasiswa yang menerima uang kuliah dari orang tua tetapi tidak menggunakannya untuk membayar kewajiban akademik.
“Itu namanya tidak jujur. Itu tidak akan sukses,” katanya.
Selain integritas, mahasiswa dituntut membangun disiplin dan kemandirian. Disiplin waktu, disiplin dalam aktivitas, serta disiplin akademik menjadi kebiasaan yang perlu dibangun sejak awal kuliah.
Ia juga mendorong mahasiswa mengasah empati dan kepedulian sosial.
Menurut Mawardi, karakter mahasiswa setidaknya dapat dilihat dari dua sisi, yakni karakter kinerja dan karakter moral. Karakter kinerja tampak dari etos kerja, kerajinan, dan kedisiplinan, sedangkan karakter moral tercermin dalam kejujuran, amanah, dan tanggung jawab.
Kuliah Bukan Sekadar Mengejar Gelar
Mawardi menegaskan bahwa kehidupan kampus menyediakan banyak ruang bagi mahasiswa untuk bertumbuh di luar ruang kuliah.
“Kuliah bukan sekadar mengejar gelar. Lebih dari itu adalah untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Mahasiswa dapat mengembangkan diri melalui organisasi kemahasiswaan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), pengembangan bakat dan minat, kewirausahaan, kompetisi, pengabdian kepada masyarakat, hingga penguatan karier.
Materi Warek III juga memuat beragam ajang nasional yang dapat diikuti mahasiswa, mulai dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), PIMNAS, NUDC, KDMI, Pilmapres, GEMASTIK, Kontes Robot Indonesia, P2MW, POMNAS, MTQ Mahasiswa Nasional, hingga sejumlah kompetisi inovasi dan bisnis.
Pada level internasional, peluang mahasiswa antara lain terbuka melalui kompetisi Al-Qur’an, debat dan simposium internasional, kompetisi poster, fotografi, film pendek, Internet of Things, hingga kompetisi gagasan bisnis.
Kesempatan Berkiprah hingga Luar Negeri
Mawardi juga memperkenalkan peluang pengabdian mahasiswa Unismuh di luar negeri.
Ia menyebut mahasiswa Unismuh telah terlibat dalam kegiatan pengabdian di Thailand dan Malaysia. Bahkan, menurut dia, terbuka pula peluang kegiatan serupa di sekolah Indonesia di Filipina.
“Jadi peluang-peluang luar biasa ke beberapa negara,” katanya.
Menurut Mawardi, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperluas pengalaman mahasiswa, membangun jejaring, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.
Mahasiswa tidak hanya diharapkan berprestasi untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu membawa pengetahuan dan keterampilannya untuk memberi manfaat bagi masyarakat.
Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Jadi Fondasi
Sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah, pembentukan karakter mahasiswa juga diperkuat melalui program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Mawardi menegaskan bahwa pembinaan AIK menjadi bagian penting dalam kehidupan akademik mahasiswa Unismuh.
Mahasiswa juga diwajibkan mengikuti proses kaderisasi melalui Darul Arqam Dasar (DAD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sebagai bagian dari pembentukan ideologi, kepemimpinan, dan karakter.
Selain itu, kampus menyiapkan berbagai program keislaman, termasuk Mubaligh Hijrah dan pembinaan penghafal Al-Qur’an.
Khusus mahasiswa penghafal Al-Qur’an, Mawardi menyebut telah tersedia asrama di samping masjid kampus yang diperuntukkan bagi para hafiz agar hafalan mereka tetap terjaga selama menempuh pendidikan.
Prestasi Harus Berujung pada Dampak
Dalam paparannya, Mawardi juga memaparkan capaian mahasiswa Unismuh pada berbagai kompetisi.
Ia menyebut capaian mahasiswa selama 2026 telah mencapai 673 prestasi, terdiri atas 166 prestasi tingkat lokal, 405 tingkat nasional, dan 102 tingkat internasional.
Sementara itu, materi presentasi yang ditampilkan mencatat 606 capaian mahasiswa pada kegiatan dan kompetisi kemahasiswaan skala regional, wilayah, nasional, dan internasional untuk periode 2025/2026.
Bagi Mawardi, angka-angka prestasi itu bukan tujuan akhir. Mahasiswa tetap harus bertumbuh menjadi pribadi yang memiliki integritas, kepedulian, dan kemampuan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Pesan itulah yang menjadi benang merah paparannya kepada mahasiswa baru: kuliah bukan hanya jalan memperoleh gelar, tetapi proses membentuk manusia berilmu, berkarakter, berprestasi, dan berdampak bagi masyarakat.

