UNISMUH.AC.ID, PANGKEP — Sebanyak 15 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Dik) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar (FKIP Unismuh Makassar) menggelar sejumlah program lingkungan di Pulau Balang Caddi, Kelurahan Mattiro Bintang, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), pada 4 September 2026. Program tersebut dilakukan melalui edukasi mengenai sampah anorganik, pembenahan bak sampah umum, serta pemasangan papan nama 12 lorong yang mengangkat unsur lingkungan dan kearifan lokal.
Kegiatan itu dilakukan untuk merespons kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran warga terhadap lingkungan pesisir dan potensi lokal. Selain persoalan sampah, mahasiswa juga memasang papan identitas Ketua Rukun Warga (RW) dan Ketua Rukun Tetangga (RT) sebagai bagian dari penataan wilayah.
Program lingkungan diawali dengan edukasi kepada masyarakat mengenai sampah anorganik. Mahasiswa juga membenahi bak sampah umum yang kondisinya perlu mendapat perhatian.
Edukasi tersebut dikemas secara kreatif melalui papan informasi yang ditempatkan di sekitar bak sampah umum. Papan itu memuat informasi mengenai waktu yang dibutuhkan sejumlah jenis sampah untuk terurai.
Botol kemasan air mineral, misalnya, disebut membutuhkan waktu sekitar 450 tahun untuk terurai. Sementara itu, kaleng kemasan minuman membutuhkan sekitar 200 tahun dan kemasan sabun cuci sekitar 20 tahun.
Pesan mengenai lamanya waktu penguraian sampah dinilai penting bagi masyarakat pulau. Sampah yang dibuang sembarangan, terutama di kawasan pesisir, tidak hanya mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengancam kehidupan laut yang menjadi bagian penting dari mata pencaharian warga sebagai nelayan.
Warga sekaligus Ketua RT 01 Pulau Balang Caddi, Syamsul Yunus, turut berpartisipasi dalam pembenahan bak sampah dan pemasangan papan nama jalan. Ia mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN-Dik Unismuh Makassar karena program yang dibuat dinilai bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Kehadiran KKN-Dik Unismuh Makassar memberikan karya yang sangat bersentuhan dengan kebutuhan warga di pulau ini. Bukan hanya membantu menata lingkungan, tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan, terutama di kawasan pesisir,” ujar Syamsul.
Selain program persampahan, mahasiswa mengangkat lingkungan dan potensi lokal melalui pemasangan papan nama lorong. Kegiatan yang dilaksanakan pada 4 September 2026 itu mencakup pemasangan nama lorong sekaligus papan identitas Ketua RW dan Ketua RT.
Sebanyak 12 lorong di Pulau Balang Caddi diberi nama dengan mengangkat unsur lingkungan dan kearifan lokal. Beberapa di antaranya menggunakan nama tanaman dan buah, seperti Jalan Manggis, Jalan Jambu, serta Jalan Anggrek.
Penamaan lorong tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penanda wilayah. Nama-nama itu sekaligus membawa pesan agar masyarakat semakin dekat dengan lingkungan serta memiliki kesadaran untuk menjaga dan memanfaatkan potensi alam secara berkelanjutan.
Selain nama buah dan tanaman, mahasiswa juga mengangkat nama jenis ikan yang dikenal masyarakat setempat. Salah satunya Jalan Bete-bete yang diharapkan menjadi pengingat mengenai kekayaan laut dan pentingnya menjaga keberlangsungan sumber daya perairan.
“Pemberian nama lorong dengan mengangkat tanaman, bunga, maupun jenis ikan lokal bukan hanya sebagai penanda wilayah. Ada pesan agar masyarakat ikut menjaga lingkungan dan kekayaan alam yang menjadi bagian dari kehidupan warga,” katanya.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN-Dik FKIP Unismuh Makassar, Irsan Kadir, mengatakan mahasiswa diarahkan menyusun program berdasarkan persoalan dan potensi yang ditemukan di lokasi KKN. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan yang dilakukan diharapkan memiliki manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Program kerja tidak semata-mata dibuat berdasarkan apa yang ingin dilakukan mahasiswa. Kami mendorong mereka untuk melihat kebutuhan masyarakat terlebih dahulu, kemudian mencari bentuk kegiatan yang manfaatnya bisa dirasakan secara langsung,” kata Irsan.
Irsan berharap karya yang dihasilkan mahasiswa tidak berhenti setelah masa pelaksanaan KKN-Dik berakhir. Menurut dia, kesadaran masyarakat terhadap lingkungan perlu terus dijaga agar program yang telah dilakukan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Kepala Kelurahan Mattiro Bintang Suwadi, S.Sos., juga mengapresiasi program mahasiswa yang dinilai menyentuh kebutuhan masyarakat. Edukasi mengenai sampah dan penataan lingkungan dinilai relevan dengan kondisi wilayah kepulauan yang kehidupan masyarakatnya tidak terlepas dari kawasan pesisir.
“Kami mengapresiasi program yang dilakukan mahasiswa karena menyentuh kebutuhan masyarakat. Edukasi mengenai sampah penting bagi warga, terutama karena kehidupan masyarakat di wilayah kepulauan sangat berkaitan dengan lingkungan pesisir,” ujarnya.
Program KKN-Dik FKIP Unismuh Makassar di Pulau Balang Caddi selanjutnya diarahkan pada kegiatan pendidikan di sekolah serta pengabdian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program 15 mahasiswa yang didampingi Dosen Pembimbing Lapangan Irsan Kadir, S.Pd., M.Pd., dan Firdaus Rahim, S.Pd., M.Pd., serta dikoordinatori Muh Zaky Rahmat Dany.
Kontributor : Suleman
Editor : Hadisaputra

