UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah Makassar memperkuat strategi menuju perguruan tinggi bereputasi global dengan mempelajari pengalaman pendidikan tinggi Korea Selatan melalui Studium Generale.
Kuliah umum bertema “Building a Globally Reputable University: Lessons and Strategies from Korean Higher Education” itu menghadirkan Prof Jinwoong Song, Ph.D., dari Seoul National University, Korea Selatan.
Prof Jinwoong merupakan Direktur SNU IB Education Research Center. Kehadirannya membuka ruang transfer pengetahuan mengenai pembangunan mutu akademik, inovasi, jejaring internasional, dan pengakuan global perguruan tinggi.
Kegiatan berlangsung di Balai Sidang Muktamar Ke-47 Unismuh Makassa, Senin, 3 Agustus 2026. Pesertanya terdiri atas jajaran pimpinan universitas, pimpinan fakultas, program pascasarjana, lembaga, pusat, serta program studi.
Kuliah umum tersebut menjadi bagian dari pembukaan tiga program internasional Unismuh, yaitu PANRITA XIV, MACCA VIII, dan MALEBBI IX.
Pengalaman Korea Menjadi Referensi
Melalui tema tersebut, pengalaman pendidikan tinggi Korea ditempatkan sebagai salah satu referensi dalam menyusun strategi pengembangan universitas bereputasi internasional.
Reputasi global perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan posisi dalam pemeringkatan. Reputasi juga dibangun melalui konsistensi peningkatan mutu pembelajaran, produktivitas penelitian, publikasi internasional, inovasi, mobilitas akademik, serta kemampuan membangun kerja sama yang berdampak.
Karena itu, kehadiran akademisi Seoul National University menjadi kesempatan bagi sivitas akademika Unismuh untuk melihat bagaimana perguruan tinggi menghubungkan keunggulan akademik dengan pengakuan internasional.
Studium Generale tersebut juga relevan dengan agenda Unismuh dalam memperkuat budaya mutu, meningkatkan kapasitas akademik, serta memperluas keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam komunitas keilmuan global.
Kunjungan Pertama SNU ke Indonesia
Dalam sambutannya, Prof Jinwoong Song mengatakan kunjungan delegasi Seoul National University ke Unismuh merupakan pengalaman pertama mereka datang ke Indonesia dan Makassar.
Delegasi tersebut juga melibatkan mahasiswa Seoul National University. Ia berharap kunjungan dan pengalaman akademik para mahasiswa menjadi awal bagi pengembangan hubungan antara kedua institusi.
“Ini adalah pertama kalinya kami datang ke Indonesia dan Makassar. Kami berharap kunjungan ini dan pengalaman belajar para mahasiswa menjadi awal bagi perkembangan hubungan kedua universitas,” kata Jinwoong.
Ia mengatakan Seoul National University juga ingin mengambil peran dalam pengembangan kolaborasi akademik global. Kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara dinilai menjadi titik awal yang penting bagi keterlibatan SNU dalam komunitas akademik dunia.
“Bekerja sama dengan Indonesia dan kawasan ini akan menjadi titik awal yang sangat baik bagi kami untuk menjadi bagian yang lebih bertanggung jawab dari komunitas akademik global,” ujarnya.
Reputasi Global Bertumpu pada Dampak
Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abd Rakhim Nanda, ST, MT, IPU, mengatakan kolaborasi internasional merupakan salah satu prioritas strategis universitas.
Menurut dia, kemitraan dengan perguruan tinggi luar negeri dapat meningkatkan mutu pendidikan, memperluas kesempatan penelitian, mendorong pertukaran budaya, dan memperkuat kapasitas institusi.
Kemitraan global juga membuka kesempatan lebih luas bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam kegiatan akademik internasional tanpa meninggalkan komitmen terhadap pelayanan kepada masyarakat.
Namun, Abd Rakhim mengingatkan bahwa internasionalisasi tidak cukup diukur berdasarkan jumlah dokumen kerja sama yang ditandatangani.
“Kolaborasi yang sejati tidak seharusnya diukur hanya dari jumlah perjanjian yang kita tandatangani. Nilai sejati kemitraan terletak pada dampak positif yang dihasilkan,” kata Abd Rakhim.
Dampak tersebut harus tercermin dalam keterlibatan aktif mahasiswa dan dosen, penelitian serta publikasi bersama, program mobilitas akademik, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan profesional, dan proyek inovasi.
Menurutnya, rangkaian kegiatan bersama mitra internasional harus menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas akademik sekaligus menghasilkan manfaat bagi institusi dan masyarakat.
Perkuat Riset, Inovasi, dan Jejaring Global
Studium Generale bersama Seoul National University menjadi bagian dari upaya Unismuh membangun reputasi melalui penguatan substansi akademik.
Pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman Korea diharapkan dapat diterjemahkan dalam kebijakan dan program pengembangan universitas, terutama dalam peningkatan mutu pembelajaran, penelitian unggulan, publikasi internasional, inovasi, serta kolaborasi lintas negara.
Pembentukan reputasi global juga menuntut keterlibatan seluruh unit. Fakultas dan program studi perlu memperluas kerja sama akademik, sedangkan dosen dan mahasiswa didorong terlibat dalam penelitian, publikasi, pertukaran, dan forum ilmiah internasional.
Dengan demikian, pemeringkatan internasional tidak ditempatkan sebagai tujuan yang berdiri sendiri. Peningkatan posisi perguruan tinggi harus lahir dari perbaikan mutu yang berkelanjutan dan capaian akademik yang dapat diukur.
Kerja Sama dengan Seoul National University
Selain menyampaikan kuliah umum, Prof Jinwoong Song juga terlibat dalam penandatanganan dokumen kerja sama antara Unismuh Makassar dan Seoul National University.
Kerja sama tersebut membuka peluang pengembangan kegiatan akademik bersama, termasuk pertukaran pengetahuan, mobilitas mahasiswa dan dosen, penelitian kolaboratif, serta penguatan jejaring internasional.
Abd Rakhim berharap pertemuan dengan delegasi Seoul National University dapat membuka peluang baru dan menghasilkan program kolaborasi yang berkelanjutan.
“Bersama-sama, mari terus membangun jembatan pengetahuan, mendorong inovasi, dan menciptakan kemitraan yang bermanfaat melampaui batas negara dan generasi,” ujarnya.
Bagian dari Program Internasional Unismuh
Studium Generale tersebut merupakan bagian dari rangkaian PANRITA XIV, MACCA VIII, dan MALEBBI IX yang berlangsung pada 31 Juli hingga 6 Agustus 2026.
PANRITA merupakan program yang menghadirkan akademisi luar negeri untuk berbagi pengetahuan, mengembangkan penelitian bersama, dan memperkuat kapasitas akademik.
MACCA menjadi program mobilitas mahasiswa yang memadukan kegiatan akademik dengan pengenalan khazanah budaya lokal. Adapun MALEBBI menjadi ruang pengembangan kepemimpinan dan jejaring internasional antarpimpinan perguruan tinggi.
Sebanyak 11 kegiatan dijadwalkan melibatkan fakultas, program pascasarjana, dosen, mahasiswa, serta mitra Unismuh dari Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Filipina, dan jaringan perguruan tinggi Muhammadiyah.
Kegiatan tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan mutu dan pertukaran pengetahuan; SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan riset dan inovasi; serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui perluasan kolaborasi akademik internasional.

