UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — TEFLIN Wilayah Sulawesi dan Maluku Bagian Selatan bekerja sama dengan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (LP2B) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar serta Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Program Pascasarjana Unismuh Makassar menyelenggarakan Program Pengembangan Kompetensi Guru Bahasa Inggris (PKGBI), Jumat, 31 Juli 2026 di Kantor LP2B, Kampus Unismuh Makassar, Jl Sultan Alauddin, Makassar.
Pelatihan bertajuk Penguatan Kompetensi Guru Bahasa Inggris untuk Mendukung SDG 4: Memahami Kerangka TKA dan Implikasinya bagi Pembelajaran di Kelas itu diikuti guru Bahasa Inggris, dosen, dan praktisi pendidikan dari berbagai sekolah serta perguruan tinggi di Sulawesi Selatan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta terhadap Tes Kompetensi Akademik (TKA) Bahasa Inggris sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran membaca di kelas.
Program tersebut diinisiasi oleh The Association for the Teaching of English as a Foreign Language in Indonesia (TEFLIN) melalui penyediaan materi pelatihan dan dukungan penyelenggaraan. Sementara itu, Universitas Muhammadiyah Makassar mendukung pelaksanaan kegiatan melalui LP2B dan Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris dengan menyediakan fasilitas serta dukungan kelembagaan.
Pelaksanaan PKGBI di Sulawesi Selatan dikoordinasikan oleh Prof. Sulfasyah, Ph.D., selaku Koordinator TEFLIN Wilayah Sulawesi dan Maluku Bagian Selatan sekaligus Ketua LP2B Universitas Muhammadiyah Makassar, bersama Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Radiah Hamid, M.Pd.
Dalam sambutannya, Presiden TEFLIN, Prof. Utami Widiati, M.A., Ph.D., mengatakan bahwa PKGBI merupakan bagian dari komitmen organisasi profesi tersebut dalam menghadirkan program pengembangan profesional yang sesuai dengan kebutuhan guru.
“Pemahaman terhadap kebijakan dan asesmen perlu dihubungkan dengan praktik pembelajaran yang kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ujar Utami.
Pelatihan disusun berdasarkan refleksi terhadap hasil TKA Bahasa Inggris tahun 2025, khususnya pada kompetensi membaca. Hasil tersebut menjadi dasar untuk meninjau kembali strategi pembelajaran membaca, pemilihan bahan ajar, aktivitas belajar, hingga praktik asesmen yang diterapkan di sekolah.
Karena itu, kegiatan tidak hanya membahas bentuk dan kerangka soal TKA, tetapi juga mengarahkan peserta memahami kompetensi yang diukur dalam asesmen tersebut agar dapat diterjemahkan ke dalam pembelajaran membaca yang bertahap, mendalam, dan bermakna.
Peserta memperoleh penguatan mengenai strategi pembelajaran membaca pada tiga tingkatan, yakni pemahaman tekstual, pemahaman inferensial, serta evaluasi dan apresiasi. Ketiga tingkatan tersebut diharapkan mampu membantu siswa tidak hanya menemukan informasi eksplisit, tetapi juga memahami makna tersirat, menghubungkan gagasan, hingga mengevaluasi isi bacaan secara kritis.
Selain itu, peserta mempelajari kerangka TKA Bahasa Inggris, karakteristik teks, bentuk soal, serta prinsip penyusunan asesmen berbasis bacaan. Dalam sesi praktik, peserta dilatih memilih stimulus yang relevan, menyusun pokok soal yang jelas, merancang pilihan jawaban yang logis, serta mengembangkan pengecoh yang berfungsi secara efektif.
Pengembangan soal diposisikan sebagai bagian dari penguatan literasi asesmen guru. Dengan demikian, asesmen tidak hanya mengukur kemampuan menemukan informasi, tetapi juga kemampuan memahami, menafsirkan, menghubungkan, dan mengevaluasi isi teks.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari berbagai perguruan tinggi, yakni Prof. Alberth, S.Pd., M.A., Ph.D. dari Universitas Halu Oleo, Prof. Dr. Rafi’ah Nur, M.Hum. dari Universitas Muhammadiyah Parepare, Dr. La Sunra, S.Pd., M.Hum. dari Universitas Negeri Makassar, serta tiga akademisi Universitas Muhammadiyah Makassar, yaitu Dr. Radiah Hamid, M.Pd., Dr. Syamsiarna Nappu, M.Pd., dan Prof. Sulfasyah, Ph.D. Seluruh narasumber merupakan pengelola TEFLIN Wilayah Sulawesi dan Maluku Bagian Selatan yang berpengalaman di bidang pendidikan dan pengajaran Bahasa Inggris.
Prof. Sulfasyah menilai kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara organisasi profesi dan perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kompetensi guru.
“TEFLIN berkontribusi melalui program, materi, jejaring keilmuan, dan dukungan pelaksanaan, sedangkan Universitas Muhammadiyah Makassar memperkuat kegiatan melalui LP2B dan Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris dengan dukungan kelembagaan serta fasilitas,” katanya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut mempertemukan pengalaman praktis guru dengan sumber daya akademik perguruan tinggi sehingga materi pelatihan dapat dikaitkan langsung dengan tantangan pembelajaran di kelas.
Sementara itu, Dr. Radiah Hamid menegaskan bahwa pemahaman terhadap TKA tidak boleh membuat pembelajaran Bahasa Inggris hanya berorientasi pada latihan mengerjakan soal.
“Pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan guru membangun keterampilan membaca, bernalar, dan mengevaluasi informasi melalui pembelajaran yang bertahap dan bermakna,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mengikuti pemaparan interaktif, diskusi, telaah bahan bacaan dan asesmen, tugas kolaboratif, serta praktik menyusun butir soal membaca. Mereka juga berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan dalam mengajarkan pemahaman membaca dan melaksanakan asesmen Bahasa Inggris di sekolah masing-masing.
Salah seorang peserta mengaku pelatihan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan guru di lapangan.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena membantu kami mengajarkan membaca secara bertingkat, mulai dari pemahaman tekstual dan inferensial hingga evaluasi dan apresiasi, sesuai dengan kompetensi yang diukur dalam TKA,” katanya.
Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kompetensi guru dan penguatan mutu pembelajaran. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu menerapkan strategi yang diperoleh di sekolah masing-masing serta membagikan pengalaman tersebut melalui MGMP, komunitas belajar, maupun forum profesional lainnya.
Melalui PKGBI, TEFLIN menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan profesional guru Bahasa Inggris di Indonesia. Kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Makassar diharapkan terus berlanjut melalui pelatihan, pengembangan bahan ajar dan asesmen, penelitian bersama, serta berbagai program penguatan kompetensi guru sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan berkualitas.

