UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. A. Qadir Gassing, HT., M.S., mengajak 1.411 wisudawan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjadi sarjana siddiq yang menjunjung tinggi kejujuran, ketenangan batin, kesabaran, rasa syukur, orientasi pada hal-hal yang halal, dan sikap istiqamah. Pesan tersebut disampaikan dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda ke-88 Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar yang digelar di Gedung Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar, Sabtu, 20 Juni 2026.
Pesan itu disampaikan karena para lulusan akan memasuki dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat yang menuntut integritas serta tanggung jawab moral. Melalui pembekalan nilai-nilai tersebut, Qadir Gassing berharap para alumni mampu menjadi sarjana yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter.
Dalam sambutannya, Qadir Gassing menegaskan bahwa kejujuran merupakan fondasi utama yang harus dimiliki seorang sarjana. Menurut dia, kebohongan akan memicu kebohongan berikutnya sehingga membentuk rangkaian perilaku yang merusak integritas seseorang.
“Sebagai sarjana jangan lagi membiasakan berbohong. Apalagi jika kelak menjadi pejabat, tidak boleh berbohong. Sekali seseorang berbohong, ia akan berbohong lagi untuk menutupi kebohongan sebelumnya,” ujar Qadir Gassing.
Mantan Rektor UIN Alauddin Makassar itu menjelaskan bahwa sarjana siddiq memiliki enam karakter utama. Keenam karakter tersebut meliputi kejujuran (honest), ketenangan pikiran (peace of mind), kesabaran (patience), rasa syukur (thankful), orientasi pada hal-hal yang halal (halal oriented), serta istiqamah dalam menjaga keimanan dan kebenaran.
Qadir Gassing menjelaskan bahwa ketenangan pikiran dapat dibangun melalui kedekatan spiritual. Ia merujuk pada nasihat Ali bin Abi Thalib yang menganjurkan umat Islam melaksanakan salat malam, membaca Al Quran, berpuasa, berteman dengan orang-orang saleh, dan memperbanyak zikir.
Menurut dia, ketenangan batin menjadi modal penting bagi seorang sarjana dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Karena itu, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga perlu memperkuat kualitas spiritualnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesabaran dalam menjalani kehidupan. Kesabaran, kata dia, tercermin dari kemampuan seseorang menjalankan perintah agama, menjauhi larangan agama, dan menghadapi berbagai ujian dengan sikap yang benar.
Selain itu, Qadir Gassing mengingatkan bahwa rasa syukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi orang lain. Menurutnya, seseorang harus meyakini bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah SWT dan menggunakan nikmat tersebut untuk berbagi.
“Kepada para wisudawan, bacalah buku The Philosophy of Giving. Bukti syukur yang sesungguhnya adalah memberi,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak para lulusan menjaga orientasi hidup pada hal-hal yang halal dan menjauhi perkara yang meragukan. Ia menilai integritas seseorang dapat dilihat dari cara memperoleh dan menggunakan apa yang dimilikinya, termasuk dalam dunia kerja dan kehidupan sosial.
“Seorang sarjana harus mampu menjaga integritas dan tidak tergoda oleh hal-hal yang diperoleh tanpa usaha yang benar,” tegas Qadir Gassing.
Pada bagian akhir sambutannya, Qadir Gassing mengajak seluruh alumni Unismuh untuk terus istiqamah dalam menjaga keimanan dan mempertahankan kebenaran di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat. Ia menilai dua hal tersebut menjadi bekal penting dalam menjalankan peran sebagai intelektual Muslim.
Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda ke-88 Unismuh Makassar diikuti oleh 1.411 wisudawan dan wisudawati dari jenjang diploma, sarjana, profesi dokter, magister, dan doktor. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-63 Unismuh Makassar.
Acara wisuda turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Mahfud Sholihin, M.Acc., Ph.D., Ak., CA., CPA., perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan Dr. dr. H. M. Ishaq Iskandar, M.Kes., M.M., M.H., Koordinator Kopertais Wilayah VIII Prof. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., serta perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX, Dr. Ir. Syahruddin, M.M.
Melalui pesan-pesan yang disampaikan pada momentum wisuda tersebut, Unismuh Makassar menegaskan pentingnya pembangunan karakter sebagai bagian dari pendidikan tinggi. Para lulusan diharapkan mampu membawa nilai kejujuran, integritas, dan semangat memberi dalam pengabdian mereka di tengah masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.

