June 16, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

Milad ke-63 Unismuh Jadi Momentum Peluncuran Agenda Penyusunan Ensiklopedi Hadis Tematik Syarah At-Tanwir

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan meluncurkan agenda penyusunan Ensiklopedi Hadis Tematik Syarah At-Tanwir dalam rangkaian Milad ke-63 Universitas Muhammadiyah Makassar, Selasa, 16 Juni 2026. Peluncuran yang berlangsung di Kampus Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, itu bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah.

Agenda penyusunan ensiklopedi hadis tersebut menjadi salah satu penanda penting dalam peringatan milad tahun ini. Di tengah semarak jalan sehat yang diikuti sivitas akademika dan masyarakat umum, Muhammadiyah Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya menghadirkan karya keilmuan Islam yang diharapkan menjadi rujukan bagi warga Persyarikatan dan umat Islam secara luas.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof Ambo Asse, menyebut Ensiklopedi Hadis Tematik Syarah At-Tanwir sebagai karya besar yang sedang diikhtiarkan Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Karya itu disiapkan dengan dukungan Universitas Muhammadiyah Makassar.

“Hari ini kita akan meluncurkan sebuah karya monumental, karya yang besar, yang akan dilaksanakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan,” ujar Ambo Asse dalam sambutannya.

Menurut Ambo Asse, ensiklopedi hadis tersebut dirancang untuk memperkuat khazanah keilmuan Muhammadiyah. Karya itu diharapkan dapat melengkapi Tafsir At-Tanwir yang sedang digarap Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“Ensiklopedi Hadis Tematik Syarah At-Tanwir ini adalah karya yang mengimbangi karya yang dilakukan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Tafsir At-Tanwir,” katanya.

Ambo Asse menjelaskan, penyusunan Ensiklopedi Hadis Tematik Syarah At-Tanwir direncanakan terdiri atas empat jilid. Jilid pertama akan membahas akidah, jilid kedua akhlak, jilid ketiga ibadah kepada Allah, dan jilid keempat muamalah duniawiah.

Pembagian tema tersebut menunjukkan bahwa ensiklopedi hadis itu tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan kajian tekstual, tetapi juga untuk menjawab kebutuhan panduan keagamaan yang lebih luas. Akidah, akhlak, ibadah, dan muamalah merupakan empat bidang pokok yang dekat dengan kehidupan umat sehari-hari.

Ambo Asse berharap para penulis yang terlibat dapat bekerja sungguh-sungguh agar penyusunan karya tersebut dapat terwujud. Ia menyebut, setidaknya jilid pertama diharapkan dapat diselesaikan sebagai langkah awal dari agenda besar tersebut.

Pada kesempatan itu, Ambo Asse secara resmi meluncurkan penyusunan Ensiklopedi Hadis Tematik Syarah At-Tanwir. Peluncuran dilakukan dengan pembacaan basmalah di hadapan pimpinan Muhammadiyah, pimpinan Unismuh Makassar, dan peserta kegiatan Milad.

“Saya mengucapkan, pada hari ini, Selasa 1 Muharram 1448 Hijriah, 16 Juni 2026 Miladiyah, kita meluncurkan agenda penyusunan Ensiklopedi Hadis Tematik Syarah At-Tanwir,” ujar Ambo Asse.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Irwan Akib, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyambut baik agenda penyusunan ensiklopedi hadis itu. Menurut dia, karya tersebut akan menjadi pelengkap bagi Tafsir At-Tanwir yang sedang disusun Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Irwan menilai penyusunan Ensiklopedi Hadis Tematik Syarah At-Tanwir dapat menjadi kontribusi bersejarah Muhammadiyah Sulawesi Selatan dalam pengembangan pemikiran keislaman.

“Tentu nanti akan melengkapi tafsir yang sementara digarap oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Saya kira itu akan menjadi sebuah monumen bersejarah bagi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan,” katanya.

Dalam konteks Muhammadiyah, At-Tanwir merujuk pada spirit pencerahan. Kehadiran Tafsir At-Tanwir dan rencana penyusunan Ensiklopedi Hadis Tematik Syarah At-Tanwir menunjukkan adanya ikhtiar memperkuat basis keilmuan Persyarikatan melalui dua sumber pokok ajaran Islam, yakni Al Quran dan hadis.

Rektor Unismuh Makassar, Dr Ir Abd Rakhim Nanda ST MT IPU, mengatakan agenda ensiklopedi hadis tersebut memiliki arti penting bagi Muhammadiyah. Menurut dia, jika di tingkat pusat Muhammadiyah terdapat Tafsir At-Tanwir, maka Muhammadiyah Sulawesi Selatan mengambil bagian melalui penyusunan ensiklopedi hadis dengan spirit yang sama.

“Kalau di pusat ada At-Tanwir, di sini Pimpinan Wilayah ikut mengambil bagian dengan Ensiklopedi Hadis yang juga At-Tanwir namanya,” ujar Rakhim.

Rakhim menyebut karya tersebut kelak dapat berdampingan dengan Tafsir At-Tanwir. Keduanya diharapkan menjadi rujukan yang saling melengkapi dalam membimbing warga Muhammadiyah dan umat Islam.

“Nanti ada dua pasang kitab yang saling berdampingan untuk memandu jalan warga Muhammadiyah dan umat Islam pada umumnya,” katanya.

Peluncuran agenda penyusunan ensiklopedi hadis itu digelar dalam suasana Milad ke-63 Unismuh Makassar. Rakhim menjelaskan, puncak Milad akan dilaksanakan pada 19 Juni 2026 melalui rapat senat luar biasa. Dalam forum tersebut, Unismuh Makassar akan menyampaikan perkembangan kampus selama satu tahun terakhir.

Menurut Rakhim, kegiatan Milad tidak hanya menjadi seremoni ulang tahun kampus, tetapi juga ruang untuk mempererat silaturahmi antara sivitas akademika, pimpinan, warga Persyarikatan, dan masyarakat umum. Namun, peluncuran Ensiklopedi Hadis Tematik Syarah At-Tanwir memberi bobot intelektual tersendiri pada peringatan tahun ini.

Agenda tersebut menempatkan Unismuh Makassar bukan sekadar sebagai penyelenggara kegiatan kampus, tetapi juga sebagai pendukung gerakan keilmuan Muhammadiyah di Sulawesi Selatan. Dukungan kampus terhadap penyusunan ensiklopedi hadis itu memperlihatkan keterkaitan antara perguruan tinggi Muhammadiyah dan agenda intelektual Persyarikatan.

Peluncuran penyusunan Ensiklopedi Hadis Tematik Syarah At-Tanwir ditandai dengan penabuhan beduk. Seusai seremoni, pimpinan Muhammadiyah, pimpinan Unismuh Makassar, Ketua BPH, dan para wakil rektor berfoto bersama di atas panggung.

Momentum 1 Muharram turut memberi makna simbolik pada peluncuran tersebut. Tahun baru Hijriah menjadi penanda awal, sedangkan penyusunan ensiklopedi hadis menjadi ikhtiar jangka panjang. Dari Kampus Unismuh Makassar, Muhammadiyah Sulawesi Selatan memulai agenda keilmuan yang diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut menjadi karya rujukan bagi umat.