UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar bekerja sama dengan Pusat Prestasi Mahasiswa (Puspresma) Perguruan Tinggi Muhammadiyah – Aisyiyah (PTMA) menggelar kegiatan Workshop desain pengembangan dan pendampingan prestasi mahasiswa.

Acara diselenggarakan di Gedung Balai Sidang Muktamar ke-47 Kampus Unismuh, dihadiri oleh 13 PTMA dari Kawasan Timur Indonesia. Workshop ini dibuka secara daring oleh Rektor Unismuh, Prof Ambo Asse.

Ketua Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Unismuh, Dr. Nenny, selaku ketua panitia, melaporkan peserta workshop yang hadir, antara lain ISTEK Aisyiyah Kendari, Universitas Muhammadiyah Sinjai, Universitas Muhammadiyah Palopo, Universitas Muhammadiyah Enrekang, Poltekes Muhammadiyah Makassar, Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polman Sulbar, Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai, Institut Parahikma Indonesia Aisyiyah Sulsel, Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Muhammadiyah Parepare, Universitas Muhammadiyah Bulukumba, serta tuan rumah Unismuh Makassar.

Workshop ini menampilkan dua narasumber, yaitu Suherman, S.Si, M.Sc, Ph.D (Dosen Kimia FMIPA UGM). Selain sebagai dosen, Suherman juga menjabat sebagai Kepala Subdit Kreativitas dan Penalaran Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan UGM, Reviewer PKM Nasional, serta Reviewer Simkatmawa Nasional.

Narasumber lainnya adalah Ir. Henik Sukorini, MP, Ph.D, IPM, dosen Perlindungan Tanaman dan Fisiologi Pasca Panen Horti dan Manajemen Pasca Panen UMM. Di UMM, Ir. Henik Sukorini menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Prestasi Mahasiswa, Ketua Bidang Humas dan Kerjasama Flipmas Indonesia, serta Ketua Puspresma PTMA PP Muhammadiyah (Nasional).

Sebelum acara dibuka, Wakil Rektor III, Dr Muhammad Tahir, menyampaikan sambutan selamat datang kepada peserta dari berbagai PTMA di Kampus Unismuh Makassar. Ia juga mengajak mahasiswa yang memiliki bakat dan minat untuk terus mengembangkan prestasi mereka agar dapat bersaing pada tingkat lokal, regional, nasional, bahkan internasional.

Warek III Unismuh Makassar ini menekankan bahwa prestasi mahasiswa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap reakreditasi program studi maupun universitas. Semakin banyak mahasiswa yang berprestasi, akreditasi perguruan tinggi juga akan semakin baik. Prestasi dan karya yang dihasilkan oleh mahasiswa juga dapat menjadi promosi bagi perguruan tinggi.

“Pengembangan prestasi kemahasiswaan telah mendapat perhatian luar biasa, sebagaimana terlihat dari alokasi anggaran pendapatan PTMA se-Indonesia yang mengatur bahwa 20 persen dialokasikan untuk pengembangan kemahasiswaan,” ungkap Tahir.

Rektor Prof Ambo Asse, dalam sambutan pembukaan, menyampaikan selamat datang kepada peserta dari berbagai PTMA dan secara khusus mengucapkan terima kasih kepada dua narasumber dalam kegiatan workshop desain pengembangan dan pendampingan prestasi mahasiswa PTMA di Kampus Unismuh.

Ambo Asse merasa bersyukur karena kegiatan pembukaan pengembangan dan pendampingan mahasiswa berprestasi tingkat nasional dapat dilaksanakan di Unismuh. Ia berharap agar para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, karena prestasi mahasiswa baik di tingkat nasional maupun internasional sangat penting bagi pengembangan perguruan tinggi.

Rektor Unismuh juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa, lembaga, sekretaris lembaga, wakil rektor, dan wakil dekan PTMA yang aktif dalam kegiatan ini. Ia menyebutkan bahwa pengembangan dan pendampingan prestasi kemahasiswaan sangat penting, dan prestasi akademik Unismuh telah mendukung akreditasi program studi dan universitas. Namun, masih perlu lebih banyak prestasi mahasiswa non-akademik.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Prof. Ambo Asse menyampaikan bahwa saat ini Unismuh sedang mempersiapkan reakreditasi institusi untuk memperoleh akreditasi unggul. Untuk mencapai tujuan tersebut, telah dilakukan upaya sertifikasi ISO 21001:2018 dan sertifikasi internasional Prodi Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter melalui lembaga akreditasi internasional ASIIN.

Ambo Asse berpesan agar mahasiswa dapat memacu diri untuk berprestasi baik secara akademik maupun non-akademik, termasuk prestasi akademik dalam kelulusan tepat waktu.

***

Leave a Reply